Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Evaluasi Sistem Polder Kota Lama Semarang terhadap Pengendalian Banjir dan ROB

Judul Skripsi : Evaluasi Sistem Polder Kota Lama dan Bandarharjo Semarang terhadap Pengendalian Banjir dan ROB

 

A. Latar Belakang

Sistem Polder Kota Lama merupakan bagian dari Sistem Polder Bandarharjo dan saat ini dibatasi oleh rel Kereta Api (KA) Tawang. Wilayah sebelah selatan rel KA Tawang merupakan Sistem Polder Kota Lama sedangkan sebelah utara rel KA Tawang merupakan Sistem Polder Bandarharjo. Hal ini dimaksudkan agar banjir yang berada di sebelah selatan rek KA dibuang melalui Pompa Kali Baru. Banjir yang berada di sebelah utara rel KA dibuang melalui Pompa Lanal.

Kenyataannya sampai saat ini wilayah Kota Lama dan Bandarharjo Semarang masih mengalami banjir dan rob yang berarti kinerja Sistem Polder Kota Lama dan Bandarharjo ini kurang baik jika dilihat dari fungsi utamanya sebagai sarana pengendali banjir dan rob maupun dari aspek sosial, ekonomi dan pelestarian lingkungan. Perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kondisi fisik dan kinerja sistem polder Kota Lama dan Bandarharjo Semarang. Evaluasi kinerja dilakukan terhadap masing-masing sistem sehingga akan diketahui permasalahan sesungguhnya yang mengakibatkan sistem polder ini tidak dapat berfungsi dengan baik.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana kondisi fisik Sistem Polder Kota Lama dan Bandarharjo Semarang?
  2. Bagaimana kapasitas saluran pada Sistem Polder Kota Lama dan Bandarharjo Semarang?
  3. Bagaimana kinerja Sistem Polder Kota Lama?
  4. Bagaimana kinerja Sistem Polder Bandarharjo Semarang?

 

C. Tujuan Penelitian Skripsi

  1. Mendapatkan nilai kondisi fisik Sistem Polder Kota Lama dan Bandarharjo,
  2. Mendapatkan hasil evaluasi kapasitas saluran pada Sistem Polder Kota Lama dan Bandarharjo,
  3. Mendapatkan hasil evaluasi kinerja Sistem Polder Kota Lama Semarang
  4. Mendapatkan hasil evaluasi kinerja Sistem Polder Bandarharjo Semarang.

 

D. Kesimpulan

1. Sistem polder Kota Lama dan Bandarharjo Semarang mempunyai nilai kondisi fisik sebesar 50,02%. Nilai ini termasuk kategori cukup (diantara 50%-79%). Nilai ini diartikan bahwa sebagian infrastruktur tidak dapat beroperasi maksimal. Sebagian infrastruktur lain dalam kondisi rusak/tidak ada.

2. Hasil evaluasi kapasitas saluran menunjukkan bahwa sejumlah 8 dari 17 ruas saluran yang dihitung terjadi limpas pada debit kala ulang 5 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa hampir dari 50% saluran yang berada di Sistem Polder Kota Lama dan Bandarharjo Semarang mempunyai kapasitas lebih kecil dari pada debit banjir kala ulang 5 tahun.

3. Hasil evaluasi kinerja Sistem polder Kota Lama menggunakan Pompa Kalibaru dengan kapasitas 2,9 m3/dt didapatkan pada jam ke-0,5 sampai dengan jam ke-1,0 masih terjadi limpas pada debit kala ulang 10 tahun. TMA Laut selama 1 tahun terakhir berada diatas dasar pintu air. Hal ini menunjukkkan bahwa rob rutin terjadi setiap hari sehingga Pintu Air di Stasiun Pompa Kali Baru selalu ditutup. Pembuangan air banjir menggunakan pompa karena sistem gravitasi tidak dimungkinkan.

4. Hasil evaluasi kinerja Sistem Polder Bandarharjo menggunakan Pompa Lanal dengan kapasitas 1,4 m3/dt didapatkan pada jam ke-0,5 sampai dengan jam ke-1,4 masih terjadi limpas pada debit kala ulang 10 tahun. Pintu Air di Stasiun Pompa Lanal selalu ditutup untuk mencegah masuknya air laut (akibat rob) ke dalam sistem. Pembuangan air banjir menggunakan pompa karena sistem gravitasi tidak dimungkinkan.