Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Evaluasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Sungkur Kabupaten Ponorogo Propinsi Jawa Timur

Latar Belakang Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Pembangunan infrastruktur bidang irigasi yang telah dilaksanakan tidak bertahan lama tanpa didukung oleh kegiatan pemeliharan yang berkesinambungan dengan alokasi anggaran yang memadai. Kondisi dan fungsi sarana/prasarana pendukung pertanian dari tahun-ketahun semakin menurun. Banyaknya kerusakan pada bangunan dan jaringan irigasi yang tidak tertangani maka kebutuhan air per ha tidak akan terpenuhi.

Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Pemeliharaan Jaringan Irigasi

 

Kerusakan bangunan yang terjadi pada jaringan irigasi Sungkur perlu mendapat perhatian yang lebih agar tidak semakin parah. Kerusakan komponen jaringan irigasi yang terjadi dapat menghambat kelancaran aliran air irigasi ke areal persawahan. Kondisi ini diperparah dengan pengalokasian dana anggaran operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi yang sangat minim. Rata-rata anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk operasi dan pemeliharaan Jaringan Irigasi Sungkur sebesar empat ratus juta rupiah, sedangkan kebutuhan nyata setiap tahunnya untuk biaya operasi dan pemeliharaan mencapai lebih dari satu milyar rupiah.

Anggaran terbatas menyebabkan pemeliharaan tidak bisa optimal, sehingga kerusakan tidak bisa tertangani semuanya. Kerusakan yang ditangani sebatas pengerukan sedimen pada jaringan irigasi, perbaikan pasangan yang mengalami kerusakan dan pemeliharaan rutin seperti pembersihan rumput, pembersihan saluran. Akibatnya operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tidak berjalan sesuai harapan.

Perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kerusakan dan upaya pemeliharaan pada Jaringan Irigasi Sungkur dari tahun 2007 sampai tahun 2009. Diharapkan akan diketahui kecenderungan kondisi Jaringan Irigasi Sungkur dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009. Diketahuinya kecenderungan kondisi ini bisa menjadi masukan khususnya bagi Dinas Pekerjaan Umum Kab. Ponorogo untuk menentukan arah kebijakan dimasa yang akan datang.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah kondisi jaringan irigasi Sungkur Kabupaten Ponorogo dari tahun 2007 s/d 2009 ?
  2. Apakah kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan dari tahun 2007 s/d 2009 dapat meningkatkan kondisi jaringan irigasi Sungkur?
  3. Bagaimanakah kecenderungan kondisi jaringan irigasi Sungkur setelah adanya pemeliharaan dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009?

Tujuan Penelitian

  1. Mendapatkan nilai kondisi jaringan irigasi Sungkur Kabupaten Ponorogo dari tahun 2007 s/d 2009.
  2. Mengetahui apakah kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan dari tahun 2007 s/d 2009 dapat meningkatkan kondisi jaringan irigasi Sungkur.
  3. Mengetahui kecenderungan kondisi jaringan irigasi Sungkur setelah adanya pemeliharaan dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009 .

Kesimpulan Pemeliharaan Jaringan Irigasi

  • Berdasar hasil analisis kondisi komponen dan sub komponen bangunan Jaringan Irigasi Sungkur dapat diketahui kondisi jaringan irigasi Sungkur dari tahun 2007 s/d tahun 2009 adalah sebagai berikut:
  1. Tahun 2007 kondisi jaringan 70,26% katagori cukup,
  2. Tahun 2008 kondisi jaringan 68,76% katagori cukup,
  3. Tahun 2009 kondisi jaringan 65,40% katagori cukup.
  • Kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan selama tiga tahun dapat meningkatkan kondisi jaringan irigasi Sungkur, akan tetapi peningkatan tersebut tidak mempengarui kecenderungan kondisinya. Meskipun ada pemeliharaan kecenderungan jaringan irigasi Sungkur dari tahun 2007 s/d 2009 tetap menurun. Berdasarkan penelitian nilai pemeliharaan tahun 2007 adalah 1,97% dan tahun 2008 adalah 3,31%.
  • Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi jaringan irigasi Sungkur dari tahun 2007 s/d tahun 2009 mengalami penurunan terus menerus. Penurunan yang terjadi dari tahun 2007 ke tahun 2008 adalah 1,5% sedangkan dari tahun 2008 ke tahun 2009 penurunan kondisi jaringan irigasi Sungkur adalah 3,36%.