Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Evaluasi Pelaksanaan Program Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru

Judul Skripsi : Evaluasi Pelaksanaan Program Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru  SMK di LPMP DIY

 

A. Latar Belakang Masalah

Mencermati evaluasi saat ini dirasa baru menekankan pada evaluasi input dan proses, karena belum tampak adanya hasil penilaian prestasi peserta pelatihan selama mengikuti pelatihan serta belum adanaya monitoring dan evaluasi yang sistematik maupun terprogram untuk menindaklanjuti hasil pelatihan yang dilaksanakan (Depdiknas 2003 : 2) sehingga masih perlu dilaksanakan evaluasi penyelenggaran diklat di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta Pendekatan yang digunakan dalam mengevaluasi penyelenggaran diklat di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta merujuk pada pendekatan CIPP (Context, Input, Process, dan Product) yang dikembangkan Stuffbeam dan kawan-kawan (1967) di Ohio State University. CIPP merupakan singkatan dari huruf awal empat buah kata, yaitu; Context evaluation adalah evaluasi terhadap konteks, Input evaluation adalah evaluasi terhadap masukan, Process evaluation adalah evaluasi terhadap proses dan Product evaluation adalah evaluasi terhadap hasil. (Suharsimi Arikunto dan Cepi Safrudin Abdul Jabar ,2004 : 29).

 

B. Perumusan Masalah

  1. Evaluasi Context, bertujuan untuk mengetahui latar belakang, tujuan, sasaran, dampak yang ingin dicapai dalam kegiatan diklat peningkatan kompetensi guru SMK mata pelajaran bimbingan konseling di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta?
  2. Evaluasi Input, bertujuan untuk mengetahui masukan awal dalam pelaksananan kegiatan pendidikan dan pelatihan maka permasalahan yang digali dalam hal ini adalah bagaimana kriteria input peserta diklat yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Penulis ingin mengetahui tingkat keberhasilan dari program pendidikan dan pelatihan di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tujuan Khusus

Evaluasi context untuk mengetahui latar belakang, tujuan, sasaran, dampak yang ingin dicapai dalam kegiatan diklat peningkatan kompetensi guru SMK mata pelajaran bimbingan konseling di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Evaluasi Input untuk mengetahui bagaimana kriteria input peserta diklat peningkatan kompetensi guru SMK mata pelajaran bimbingan konseling di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

D. Kesimpulan Skripsi

1. Indikator Context menghasilkan LPMP D.I Yogyakarta dalam mempersiapkan program diklat telah memenuhi kriteria mekanisme yang telah ditetapkan dalam buku pedoman pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas.

2. Indikator Input menghasilkan Calon peserta diklat secara umum telah memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam pedoman standar teknis penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat) tahun 2007 Direktorat Pembinaan Diklat Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas.

 

E. Saran-Saran

1. Dalam persiapan diklat hendaknya diawali dari penyiapan landasan kurikulum tentang arah tujuan institusional diklat, dijabarkan dalam deskripsi materi yang memuat program, kompetensi, mata tataran, materi pembelajaran, metode, alokasi waktu dan bentuk evaluasi sehingga pelaksanaan diklat akan terarah dan sistemik.

2. Pre-test pada awal diklat hendaknya ditindaklanjuti pada pelaksanaan diklat, karena pre-test dapat mengukur tingkat kesiapan, kemampuan, dan motivasi peserta dalam mengikuti diklat, serta taksiran dalam menentukan kebutuhan peserta diklat dalam mengikuti pendidikan sebagai sarana “need assessment”.