Evaluasi Kinerja dan Pola Pemeliharaan Jalan Jenderal Sudirman Salatiga

Judul Skripsi : Evaluasi Kinerja dan Pola Pemeliharaan Jalan Jenderal Sudirman Salatiga

A. Latar Belakang Skripsi

Kepadatan lalu-lintas yang tinggi, penataan parkir yang menggunakan badan jalan, dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan mengakibatkan kemacetan dan kesemrawutan jalan Jenderal Sudirman. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Salatiga menerapkan sistem jalan searah/one way traffic sekaligus melakukan penataan-penataan baik parkir, jalur lambat dan juga perambuan. Dengan penerapan sistem ini diharapkan adanya penurunan tiga hal, yakni volume kendaraan, waktu tempuh, dan efisiensi bahan bakar sehingga jalan bisa memberikan tingkat pelayanan sesuai kapasitasnya. Pemberlakuan sistem jalan searah ini menimbulkan beberapa akibat, diantaranya yaitu adanya perubahan lalu-lintas baik pada ruas jalan maupun persimpangan jalan Jenderal Sudirman yang menghubungkan antara jalan searah dengan jalan dua arah. Selain adanya perubahan lalu lintas, dampak lain yang terjadi adalah bertambahnya kerusakan perkerasan jalan. Kerusakan ini dikarenakan adanya pembongkaran pada median jalan. Pembongkaran median jalan beserta instalasi baik listrik maupun air didalamnya menyebabkan jalan rusak sehingga mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Evaluasi kondisi permukaan jalan dan kekuatan perkerasan diperlukan untuk menentukan penanganan jalan yang paling tepat sesuai dengan kondisi jalan serta kerusakan jalan yang ada.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah kinerja jalan dan simpang Jenderal Sudirman setelah penerapan jalan searah?
  2. Bagaimanakah kondisi dan kekuatan perkerasan jalan Jenderal Sudirman setelah penerapan jalan searah?
  3. Bagaimanakah usulan penanganan kerusakan/pola rehabilitasi pada jalan Jenderal Sudirman?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui kinerja jalan dan simpang Jenderal Sudirman setelah penerapan jalan searah.
  2. Mengetahui kondisi dan kekuatan perkerasan jalan Jenderal Sudirman setelah penerapan jalan searah.
  3. Menetapkan usulan penanganan kerusakan/sistem rehabilitasi yang efisien pada jalan Jenderal Sudirman.

 

D. Kesimpulan

1. Hasil analisis kinerja ruas jalan Jenderal Sudirman dua arah menggunakan metode MKJI 1997 tidak memenuhi syarat dengan nilai derajat kejenuhan 0,89 dan masuk pada tingkat pelayanan E. Setelah adanya penerapan jalan searah kinerja ruas jalan Jenderal Sudirman memenuhi syarat dengan nilai derajat kejenuhan turun menjadi 0,49 dan masuk pada tingkat pelayanan C. Hal ini dikarenakan dengan penerapan jalan searah arus lalu lintas yang ada menjadi turun. Hasil analisis kinerja simpang Golkar yang menghubungkan antara jalan searah dan dua arah pada ruas jalan Jenderal Sudirman masih memenuhi syarat dengan nilai derajat kejenuhan 0,513 sesuai yang disyaratkan yaitu kurang dari 0,85.

2. Kondisi perkerasan ruas jalan Jenderal Sudirman searah didapatkan nilai ratarata Pavement Condition Indeks (PCI) sebesar 49,89 dengan kondisi jalan buruk (poor), sehingga jalan perlu perbaikan kondisi permukaan. Kekuatan struktur perkerasan jalan hasil uji Marshall tidak memenuhi syarat stabilitas untuk melayani lalu lintas sedang sehingga diperlukan penanganan jalan berupa pelapisan ulang (overlay) untuk menambah kekuatan struktur jalan.

3. Untuk tetap memberikan kenyamanan pemakai jalan diperlukan pemeliharaan terhadap kerusakan jalan dengan menggunakan P2 (laburan aspal setempat) sebesar 36,05 m2 , P4 (pengisian retakan) sebesar 1,52 m2, P5 (penambalan lubang) sebesar 41,75 m2, P6 (perataan) sebesar 428,31 m2 . Sedangkan untuk desain perkerasan jalan dengan umur rencana 5 tahun diperlukan pemeliharaan dengan pelapisan ulang (overlay) setebal 5 cm dengan menggunakan laston.

Incoming search terms: