Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Evaluasi Kesuksesan Sistem Informasi dgn Pendekatan Model Delone dan Mclean

Judul Skripsi  : Evaluasi Kesuksesan Sistem Informasi dgn Pendekatan Model Delone dan Mclean di RSUD Sragen

 

A. Latar Belakang Masalah

Beberapa penelitian memberikan hasil bahwa kualitas sistem dan kualitas informasi merupakan prediktor yang signifikan terhadap kepuasan pemakai, penggunaan, dan dampak individu (Roldan dan Leal 2003; McGill et al. 2003; Hussein et al. 2005, 2007), beberapa yang lain menunjukan bahwa kualitas sistem dan kualitas informasi merupakan prediktor yang signifikan terhadap penggunaan akan tetapi tidak signifikan terhadap kepuasan pemakai (Rai 2002; Hanmer 2004; Livari 2005; Radityo dan Zulaikha, 2007; Purwanto 2007). Dengan konsistennya pengujian model yang dilakukan dibeberapa bidang penelitian tersebut, membuka peluang untuk dikembangkan lebih lanjut pada objek penelitian yang berbeda.

Dengan melakukan pengujian sampai pada dampak organisasi, penelitian ini mereplikasi penelitian yang dilakukan oleh Livari (2005) pada dewan kota (city council) di Oulu, Finlandia. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh bukti empiris apakah dengan teori yang sama tetapi obyek, waktu, dan tempat yang berbeda akan menunjukkan hasil yang sama dengan melakukan studi kasus pada implementasi sistem informasi mandatory yang diterapkan di rumah sakit publik milik Pemerintah Daerah.

 

B. Perumusan Masalah Skripsi

  1. Apakah kualitas sistem persepsian (perceived system quality) berpengaruh positif terhadap kepuasan pemakai (user satisfaction)?
  2. Apakah kualitas informasi persepsian (perceived information quality) berpengaruh positif terhadap penggunaannya (use) ?
  3. Apakah kualitas sistem persepsian (perceived system quality) berpengaruh positif terhadap penggunaannya (use) ?
  4. Apakah kepuasan pemakai (user satisfaction) berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem (use)?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk menguji pengaruh kualitas sistem persepsian (perceived system quality) terhadap kepuasan pemakai sistem (user satisfaction);
  2. Untuk menguji pengaruh kualitas informasi persepsian (perceived information quality) terhadap penggunaan sistem (use);
  3. Untuk menguji pengaruh kualitas sistem persepsian (perceived system quality) terhadap penggunaan sistem (use);
  4. Untuk menguji pengaruh kepuasan pemakai (user satisfaction) terhadap penggunaan sistem (use);

 

D. Kesimpulan

1. Pengujian hipotesis menunjukan, kualitas informasi persepsian (perceived information quality) memberikan pengaruh yang positif signifikan terhadap kepuasan pemakai (user satisfaction), akan tetapi memberikan pengaruh negatif signifikan terhadap penggunaan (use). Hasil negatif ini menunjukan bahwa kualitas informasi yang baik yang tercermin misalnya dari kelengkapan output laporan justru membingungkan pemakai sistem yang pada akhirnya akan membuat mereka enggan untuk menggunakan sistem informasi. Hal ini dapat dijelaskan bahwa variabel penggunaan dalam kasus di rumah sakit ini bersifat mandatory, sehingga variabel penggunaan tidak tepat dijadikan ukuran untuk menilai penggunaan nyata sebuah sistem informasi. Hasil penelitian lain yang menunjukan tidak adanya pengaruh yang signifikan antara kualitas informasi dan penggunaan adalah: Roldan dan Leal (2003), McGill et.al (2003); Livari (2005), Radityo dan Zulaikha (2007).

2. Kualitas sistem persepsian (perceived system quality) terbukti secara empiris memberikan pengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pemakai (user satisfaction) dan penggunaaan (use).

3. Kepuasan pemakai (user satisfaction) terbukti secara empiris memberikan pengaruh positif signifikan terhadap dampak individu (individual impact).

4. mengindikasikan bahwa penggunaan mandatory sistem informasi tidak tepat digunakan sebagai proksi mengukur kepuasan pemakai. Bisa saja pemakaian yang lama dikarenakan tugas, sehingga tidak serta merta memberikan kepuasan terhadap pemakaian sebuah sistem informasi.