Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Evaluasi Kegiatan Pemeliharaan Jalan Ditinjau dari Jenis Perkerasan dan Pola Penanganan

Judul Skripsi : Evaluasi Kegiatan Pemeliharaan Jalan Ditinjau dari Jenis Perkerasan dan Pola Penanganan di Kabupaten Selayar

 

A. Latar Belakang Skripsi

Pola penanganan pemeliharaan periodik jalan, dilakukan secara kontraktual dan swakelola. Pelaksanaan swakelola pelaksanaan pemeliharaan jalan dengan menggunakan lasbutag mulai dilakukan pada tahun 2009 oleh Dinas Pekerjaan Umum sebagai kegiatan percontohan sekaligus evaluasi kelayakan penggunaan lasbutag di Kabupaten Selayar. Hal itu dilakukan setelah melihat minat penyedia jasa borongan sangat rendah terhadap paket pemeliharaan jalan yang menggunakan lasbutag pada pelelangan tahun 2008. Jika penggunaan lasbutag berhasil dilakukan, lasbutag akan semakin diberdayakan untuk menyiasati kelangkaan dan mahalnya penggunaan aspal minyak dalam pemeliharaan jalan kabupaten.

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja perkerasan dan pola penanganan pada kegiatan pemeliharaan jalan di Kabupaten Selayar. Tolok ukur kinerja perkerasan yang digunakan meliputi kerusakan permukaan dan kekuatan struktur perkerasan jalan yang dievaluasi pada tahun 2010. Obyek penelitian adalah ruas-ruas jalan kabupaten yang dipelihara melalui pemeliharaan periodik pada tahun 2008 dengan menggunakan lapen dan lasbutag. Evaluasi perbandingan pola penanganan pemeliharaan jalan dilakukan pada obyek yang berbeda, sebab tidak ada perbedaan pola penanganan untuk pemeliharaan periodik terhadap ruas-ruas jalan yang ditinjau.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana perbandingan kinerja perkerasan lentur antara ruas jalan yang menggunakan lapen dengan lasbutag berdasarkan kerusakan permukaan jalan pada kegiatan pemeliharaan jalan kabupaten di Kabupaten Selayar?
  2. Bagaimana perbandingan kinerja perkerasan lentur antara ruas jalan yang menggunakan lapen dengan lasbutag berdasarkan kekuatan struktur perkerasan jalan pada kegiatan pemeliharaan jalan kabupaten di Kabupaten Selayar?
  3. Bagaimana perbandingan pola penanganan pemeliharaan jalan kabupaten antara sistem kontraktual dengan sistem swakelola di Kabupaten Selayar?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui perbandingan kinerja perkerasan lentur antara ruas jalan yang menggunakan lapen dengan lasbutag berdasarkan kerusakan permukaan jalan pada kegiatan pemeliharaan jalan kabupaten di Kabupaten Selayar.
  2. Mengetahui perbandingan kinerja perkerasan lentur antara ruas jalan yang menggunakan lapen dengan lasbutag berdasarkan kekuatan struktur perkerasan jalan pada kegiatan pemeliharaan jalan kabupaten di Kabupaten Selayar.
  3. Mengetahui perbandingan pola penanganan pemeliharaan jalan kabupaten antara sistem kontraktual dengan sistem swakelola di Kabupaten Selayar.

 

D. Kesimpulan

1. Kinerja perkerasan ruas jalan yang menggunakan lapen lebih baik dibandingkan dengan ruas jalan yang menggunakan lasbutag sebagai lapis permukaan berdasarkan kerusakan yang ada. Hasil analisis tingkat kemantapan jalan berdasarkan kerusakan permukaan enam ruas jalan menunjukkan bahwa ruas jalan yang menggunakan lapen menghasilkan kondisi mantap sebesar 96,74% lebih besar dari ruas jalan yang menggunakan lasbutag sebesar 93,07% setelah umur layanan 2 tahun.

2. Tidak ada perbedaan kinerja ruas jalan berdasarkan kekuatan struktur perkerasan antara ruas jalan yang menggunakan lapen dengan lasbutag dalam mendukung proyeksi volume lalu lintas sebagai jalan lokal sekunder selama umur layanan yang direncanakan. Hal itu ditunjukkan oleh nilai ITPada lebih besar dari ITPperlu sampai tahun 2013 atau selama umur layanan 5 tahun. Oleh karena itu rencana kegiatan pemeliharaan yang direkomendasikan hanya pemeliharaan rutin.

3. Ada perbedaan signifikan pola penanganan pemeliharaan jalan antara sistem kontraktual dengan sistem swakelola. Hasil uji statistik data kuesioner menunjukkan bahwa sistem swakelola terbukti lebih mudah dari segi prosedur pelaksanaan, lebih cepat dari segi waktu pelaksanaan, dan lebih baik dari segi kualitas hasil pekerjaan.