Evaluasi Fungsi Bangunan Dam Pengendali di Sub Daerah Aliran Sungai Musi Hulu

Judul Skripsi : Evaluasi Fungsi Bangunan Dam Pengendali di Sub Daerah Aliran Sungai Musi Hulu

A. Latar Belakang

Database besarnya erosi dan sedimentasi ini didapat dengan beberapa metode disesuaikan dengan karakteristik lahan. Sub DAS Musi Hulu di Kabupaten Rejang Lebong termasuk dalam wilayah dengan curah hujan yang relatif tinggi dan kelas kemiringan lereng yang relatif curam. Perkiraan erosi dan sedimentasi yang sesuai adalah dengan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Keakuratan data dalam memperkirakan besarnya erosi dan sedimentasi dengan metode USLE dapat diperoleh dengan bantuan SIG. Metode USLE berbasis SIG ini dapat digunakan untuk memperkirakan besarnya erosi dan sedimentasi dalam jangka waktu yang lama dengan meng-update data-data masukan perhitungan erosi dan sedimentasi.

Penelitian ini penting untuk mendapatkan nilai kemampuan dam pengendali dalam mengendalikan erosi dan sedimentasi. Hasil penelitian yang berupa peta satuan unit lahan (peta erosi) berbasis SIG menjadi salah satu bahan masukan pembuatan database kegiatan konservasi tanah dan air di Sub DAS Musi Hulu.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Berapa besar laju erosi permukaan dan laju sedimentasi tahunan yang terjadi pada daerah tangkapan air dam pengendali pada Sub DAS Musi Hulu dihitung dengan metode Universal Soil Loss Equation (USLE) berbasis Sistem Informasi Geografi (SIG)?
  2. Berapa nilai kemampuan pengendalian dam pengendali dalam mengendalikan laju erosi dan sedimentasi yang terjadi?
  3. Bagaimana memanfaatkan fungsi dam pengendali selain sebagai pengendali erosi dan sedimentasi?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui besarnya laju erosi permukaan dan laju sedimentasi tahunan yang terjadi pada daerah tangkapan air dam pengendali pada Sub DAS Musi Hulu dengan metode Universal Soil Loss Equation (USLE) berbasis Sistem Informasi Geografi (SIG).
  2. Untuk mengetahui nilai kemampuan pengendalian dam pengendali dalam mengendalikan laju erosi dan sedimentasi yang terjadi.
  3. Untuk mengetahui cara memanfaatkan fungsi lain dari dam pengendali selain untuk mengendalikan erosi dan sedimentasi.

 

D. Kesimpulan

1. Jumlah erosi Sub DAS Musi Hulu adalah 14.564.490 ton/thn dengan jumlah luas Sub DAS adalah 54.785 ha, sehingga diperoleh laju erosi permukaan yang terjadi pada Sub DAS Musi Hulu sebesar 265,85 ton/ha/th dengan laju sedimentasi sebesar 1.296.249 ton/th.

2. Ketigabelas dam pengendali mampu mengendalikan erosi dan sedimentasi sebesar 30.127 ton/thn. Jadi kemampuan pengendaliannya terhadap sedimentasi yang terjadi pada Sub DAS Musi Hulu adalah 2,32% dari 1.296.249 ton/th. Kemampuan dam pengendali dalam mengendalikan erosi yang terjadi pada setiap catchment area dam pengendali sebesar adalah 16,80% dari 179.307 ton/thn. Masing-masing dam pengendali rata-rata tidak berfungsi baik.

3. Fungsi dam pengendali untuk keperluan pertanian (irigasi) dapat dimanfaatkan dengan cara: perbaikan pintu air, perbaikan lantai saluran pengambilan, perbaikan lantai dan dinding saluran diversi, pembangunan bangunan bak pembagi, dan penambahan saluran diversi menuju bangunan bak pembagi. Faktor pemenuhan irigasi dam pengendali Sentral Baru pada musim kemarau (bulan Juni-bulan Oktober) rata-rata 26,72%. Pada musim hujan (bulan September-bulan Mei) faktor pemenuhan irigasinya rata-rata 55,62%. Faktor pemenuhan irigasi dam pengendali Kampung Melayu pada musim kemarau (bulan Juni-bulan Oktober) rata-rata 63,39%. Pada musim hujan (bulan September-bulan Mei) faktor pemenuhan irigasinya rata-rata 97,30%.