Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Enkapsulasi Cendawan Mikoriza Arbuskula dgn Campuran Natrium Alginat-Lidah Buaya 

Judul Skripsi : Enkapsulasi Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) dengan Campuran Natrium Alginat-Lidah Buaya Serta Uji Infektivitas pada Inang Tomat (Lycopersiconesculentum)

A. Latar Belakang

Harga Na-alginat di pasaran cukup mahal dan ketersediaan Na-alginat cukup sulit didapatkan karena Na-alginat diperoleh dari alga coklat. Sekarang ini banyak laut yang terkena pencemaran, sehingga banyak biota laut yang rusak atau mati. Dalam penelitian ini lidah buaya digunakan sebagai bahan pencampur Naalginat. Bagian lidah buaya yang digunakan adalah gel lidah buaya, yang merupakan cairan bening transparan hasil dari sayatan daging lidah buaya yang banyak dimanfaatan berbagai macam industri. Alasan inilah mengapa lidah buaya sebagai bahan pencampur enkapsulasi spora Na-alginat, dapat dimungkinkan spora yang terbentuk tetap dapat diketahui jumlahnya. Selain itu tanaman lidah buaya mudah didapat, dibudidayakan, yang merupakan salah satu syarat sebagai carier (pembawa), selain itu lidah buaya mempunyai sifat antibakteri yang jika hasil enkapsulasi itu diujikan pada tanaman inang tidak menyebabkan kematian pada tanaman (Padmadisastra et al., 2003).Tomat merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat karena banyak manfaat yang dapat diambil, contohnya tomat dapat sebagai penangkal radikal bebas dengan adanya licopen. Tomat mengalami permasalahan pada hasil panen yang rendah yaitu tomat mudah rusak dan busuk setelah pemanenan (Hasanah, 2009), pemupukan untuk meningkatkan penyerapan unsur hara, serta adanya serangan hama penyakit (Wijayani dan Wahyu, 2005).

Tomat mudah terserang oleh nematoda dalam tanah, seperti Meloidogyne javanica yang umumnya berkumpul disekitar akar dan secara langsung memakan jaringan tanaman tomat. Dengan demikian, nematoda tersebut akan selalu ditemukan berasosiasi dengan akar tomat, menjadikan pertumbuhan terhambat, bahkan bisa mengalami kematian (Sudirman, 2010).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah kombinasi Na-alginat lidah buaya dapat digunakan sebagai bahan enkapsulasi CMA?
  2. Berapakah komposisi terbaik bahan enkapsulasi Na-alginat lidah buaya?
  3. Berapakah persentase kapsul yang berisi spora dan efisiensi jumlah spora yang diberikan dalam bahan enkapsulasi Na-alginat lidah buaya?
  4. Bagaimana bentuk infektivitas hasil bahan enkapsulasi Na-laginat lidah buaya pada tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill)?

 

C. Tujuan Penelitian Skripsi

Berdasarkan rumusan permasalahan, tujuan penelitian ini yaitu :

  1. Mengetahui kemampuan Na-alginat lidah buaya sebagai bahan enkapsulasi CMA.
  2. Mnegetahui komposisi terbaik bahan enkapsulasi Na-alginat lidah buaya?
  3. Mengetahui persentase kapsul yang berisi spora dan efisiensi jumlah spora yang diberikan dalam bahan enkapsulasi Na-alginat lidah buaya?
  4. Mengetahui bentuk infektivitas hasil bahan enkapsulasi Na-laginat lidah buaya pada tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill).

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa :

1. Kombinasi Na-alginat lidah buaya dapat digunakan sebagai bahan enkapsulasi spora CMA.

2. Komposisi terbaik bahan enkapsulasi spora Na-alginat lidah buaya yaitu yaitu 1,75% Na-alginat + 10% ekstrak lidah buaya dengan memperlihatkan bentuk kapsul bulat seragam, kekenyalan yang baik.

3. Persentase kapsul yang berisi spora dan efisiensi jumlah spora yang diberikan terbaik adalah 675 spora/9ml

4. Spora hasil bahan enkapsulasi Na-alginat lidah buaya mampu menginfeksi perakaran tomat ( esculentum Mill), dengan terbentuk organ CMA yaitu hifa, arbuskula.

 

E. Saran

1. Perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan penggunaan lidah buaya sebagai bahan pencampur dalam pembuatan enkapsulasi spora CMA.

2. Perlu penelitian lebih lanjut tentang infektivitas dan efefktivitas spora bahan enkapsulasi Na-alginat lidah buaya pada tanaman lain.