Eksperimentasi Realistic Mathematics Education Kemampuan Pemecahan Masalah

Judul Skripsi : Eksperimentasi Realistic Mathematics Education (RME) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah pada Materi Segiempat dan Segitiga Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Kabupaten Gunungkidul

 

A. Latar Belakang Masalah

Masih banyak sekolah yang menggunakan pendekatan pembelajaran mekanistik. Peserta didik diberi materi, contoh soal, dan latihan soal rutin. Pembelajaran seperti ini kurang mengembangkan kreativitas peserta didik dalam menyelesaikan soal. Penyelesaian soal hanyalah menggunakan cara atau langkah yang diberikan guru saja. Peserta didik tidak terbiasa menyelesaikan soal dengan berbagai alternatif pemecahan, sehingga kemampuan pemecahan masalah peserta didik tidak berkembang dengan baik.

Untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik, maka peserta didik harus mempunyai banyak alternatif penyelesaian soal. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah mengubah pendekata pembelajaran yang dipakai guru. Salah satu pendekatan yang dapat dipakai adalah pembelajaran dengan mengemukakan permasalahan dalam kehidupan nyata. Dengan pendekatan ini diharapkan peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan sehari-hari dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dapat meningkat.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang menggunakan pendekatan pembelajaran RME lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang menggunakan pendekatan pembelajaran mekanistik?
  2. Apakah kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang mempunyai motivasi lebih tinggi lebih baik daripada peserta didik yang mempunyai motivasi lebih rendah?
  3. Apakah perbedaan kemampuan pemecahan masalah pada tiap-tiap kelompok motivasi konsisten untuk tiap-tiap pendekatan pembelajaran?
  4. Pada kelas yang menggunakan pendekatan pembelajaran RME, kelompok motivasi belajar manakah yang memiliki kemampuan pemecahan masalah paling tinggi?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui pendekatan pembelajaran yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik diantara pendekatan pembelajaran RME dan pendekatan pembelajaran mekanistik.
  2. Untuk mengetahui kelompok motivasi yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik diantara kelompok motivasi rendah, sedang, dan tinggi.
  3. Untuk mengetahui apakah perbedaan kemampuan pemecahan masalah pada tiap kelompok motivasi konsisten untuk tiap pendekatan pembelajaran.
  4. Untuk mengetahui kelompok motivasi mana yang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik di kelas yang menggunakan pendekatan pembelajaran RME.

 

D. Kesimpulan

1. Penggunaan pendekatan pembelajaran RME menghasilkan kemampuan pemecahan masalah materi segiempat dan segitiga yang lebih baik jika dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran mekanistik pada peserta didik kelas VII SMP di Kabupaten Gunungkidul tahun ajaran 2009/2010.

2. Peserta didik yang memiliki motivasi tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah materi segiempat dan segitiga yang lebih baik jika dibandingkan peserta didik yang memiliki motivasi rendah. Akan tetapi antara peserta didik dengan motivasi tinggi dan peserta didik dengan motivasi sedang, serta antara peserta didik dengan motivasi sedang dan peserta didik dengan motivasi rendah, memiliki kemampuan pemecahan masalah yang sama.

3. Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan motivasi belajar peserta didik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Dengan kata lain, profil kemampuan pemecahan masalah pada tiap-tiap kelompok motivasi konsisten untuk tiap-tiap pendekatan pembelajaran.

4. Pada kelas-kelas yang menggunakan pendekatan pembelajaran RME, kemampuan pemecahan masalah yang paling baik dimiliki oleh peserta didik dengan motivasi belajar tinggi, disusul peserta didik dengan motivasi belajar sedang dan rendah.