Eksperimentasi Penggunaan Program Wingeom dan Alat Peraga Konkret

Judul Skripsi : Eksperimentasi Penggunaan Program Wingeom dan Alat Peraga Konkret dalam Pembelajaran Matematika

 

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

Obyek matematika yang abstrak ditambah dengan kondisi psikologis siswa yang amsih berada pada tahap berfikir transisi, sangat membutuhkan perhatian yang serius dan sungguh-sungguh dari guru, seperti yang dikemukakan Dienes (Rusefendi, 1999) yaitu bahwa tiap-tiap konsep atau prinsip dalam matematika yang disajikan dalam bentuk konkret akan dapat dipahami oleh siswa. Siswa belajar melalui dunia nyata, symbol bagi anak tidaklah menarik. Pembelajaran matematika hendaknya diupayakan agar konsep-konsep yang diajarkan dikembalikan dalam model-model nyata yang dapat berupa alat peraga.

Alat peraga yang digunakan untuk membantu memberikan penjelasan mengenai konsep matematika dapat berupa gambar atau benda konkret. Alat peraga yang berupa benda konkret juga memberikan keuntungan yaitu dapat dimodifikasi dan dipindah, sementara kelemahannya tidak dapat disajikan dalam bentuk tulisan, untuk mensiasatinya dibuat gambar. Gambar dalam pembelajaran geometri dapat diperoleh dengan menggunakan program wingeom. Dengan pembelajaran yang optimal diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik antara pembelajaran geometri dengan program wingeom, pembelajaran geometri dengan menggunakan alat peraga konkret atau pembelajaran geometri tanpa menggunakan alat peraga?
  2. Pada pembelajaran matematika pokok bahasan geometri, manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik antara siswa dengan minat belajar tinggi, siswa dengan minat belajar sedang, atau siswa dengan minat belajar rendah?
  3. Pada pembelajaran matematika pokok bahasan geometri dengan menggunakan program wingeom, manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik antara siswa dengan minat belajar tinggi, siswa dengan minat belajar sedang, atau siswa dengan minat belajar rendah?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui pembelajaran matematika pokok bahasan geometri, manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik, pembelajaran geometri dengan menggunakan program wingeom, menggunakan alat peraga konkret atau tanpa menggunakan alat peraga.
  2. Untuk mengetahui pada pembelajaran matematika pokok bahasan geometri, manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik, siswa dengan minat belajar tinggi, siswa dengan minat belajar sedang atau siswa dengan minat belajar rendah.

 

D. Kesimpulan

1. Pada pembelajaran matematika pokok bahasan geometri, siswa pada pembelajaran menggunakan program wingeom memberikan prestasi lebih baik dibandingkan siswa dengan pembelajaran menggunakan alat peraga konkret, siswa pada pembelajaran menggunakan program wingeom memberikan prestasi lebih baik dibandingkan siswa dengan pembelajaran tanpa menggunakan alat peraga, siswa pada pembelajaran menggunakan alat peraga konkret memberikan prestasi sama dengan siswa pada pembelajaran tanpa menggunakan alat peraga.

2. Pembelajaran matematika pada pokok bahasan geometri, siswa dengan minat belajar matematika tinggi memberikan prestasi belajar lebih baik dibandingkan siswa dengan minat belajar sedang, siswa dengan minat belajar matematika tinggi memberikan prestasi belajar sama dengan siswa minat belajar rendah, siswa dengan minat belajar matematika sedang memberikan prestasi belajar lebih baik dibandingkan siswa dengan minat belajar rendah.

3. Pada pembelajaran matematika pokok bahasan geometri dengan menggunakan program wingeom, siswa dengan minat belajar tinggi memberikan prestasi belajar yang sama dengan siswa minat belajar sedang dan rendah sedangkan siswa dengan minat belajar sedang memberikan prestasi belajar lebih baik dibandingkan siswa dengan minat belajar rendah.