Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Eksperimentasi Pembelajaran Tipe Jigsaw II pada Materi Bangun Ruang

Judul Skripsi : Eksperimentasi Pembelajaran  Tipe Jigsaw II pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Motivasi Belajar

 

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

 Pembelajaran kooperatif adalah strategi pengajaran yang sukses di tim-tim yang kecil, masing-masing dengan siswa dari berbagai tingkat kemampuan, menggunakan berbagai kegiatan belajar untuk meningkatkan pemahaman tentang subjek (www.Kagan Online.com). Antara peserta didik satu dengan peserta didik lain tidak sama, baik dalam sifat-sifatnya maupun dalam kemampuan mengatasi persoalan. Ada peserta didik yang mampu mengatasi persoalan sendiri tanpa bantuan orang lain , tetapi tidak sedikit peserta didik yang tidak mampu mengatasi persoalannya tanpa adanya bantuan orang lain. Menurut Anita Lie (1999: 12), pembelajaran kooperatif adalah sistem pembelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bekerjasama dengan sesama peserta didik dalam menyelesaikan tugas.

Tugas pendidik adalah mendesain pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar efektif, efisien, menyenangkan, menumbuhkan rasa ingin tahu serta memotivasi untuk terus belajar. Sehingga paradigma pendidik biasanya sebagai knowledge transformator bergeser menjadi knowledge fasilitator. Menurut E.Mulyasa (2007: 21), bahwa tugas pendidik dalam pembelajaran tidak terbatas pada penyampaian informasi kepada peserta didik, akan tetapi pendidik harus memiliki kemampuan untuk memahami peserta didik dengan berbagai keunikannya dengan membantu mereka mengatasi kesulitan belajar, dan tidak pernah lupa untuk memberikan motivasi belajar.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah penerapan model pembelajaran tipe Jigsaw II memberikan prestasi belajar lebih baik daripada Direct Instruction?
  2. Apakah peserta didik yang motivasi belajarnya tinggi lebih baik dari pada peserta didik yang motivasi belajarnya sedang atau rendah, dan apakah peserta didik yang motivasi belajarnya sedang lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan peserta didik yang motivasi belajarnya rendah?
  3. Apakah perbedaan prestasi belajar bangun ruang sisi datar dari masing-masing model pembelajaran konsisten pada masing-masing kategori motivasi belajar dan apakah perbedaan prestasi belajar bangun ruang sisi datar dari masing-masing kategori motivasi belajar konsisten pada masing-masing model pembelajaran?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui peserta didik yang diberi pembelajaran matematika dengan model Jigsaw II lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan peserta didik yang diberi pembelajaran matematika dengan menggunakan Direct Instruction pada materi pokok bangun ruang sisi datar
  2. Mengetahui peserta didik yang motivasi belajarnya tinggi lebih baik prestasi belajarnya dari pada peserta didik yang motivasi belajarnya sedang atau rendah, dan peserta didik yang motivasi belajarnya sedang lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan peserta didik yang motivasi belajarnya rendah pada materi pokok bangun ruang sisi datar.

 

D. Kesimpulan

1. Prestasi belajar peserta didik yang diajar dengan model Jigsaw II lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar peserta didik yang diajar dengan Direct Instruction.

2. Peserta didik yang motivasi belajarnya tinggi prestasi belajarnya lebih baik daripada peserta didik yang motivasi belajarnya sedang atau rendah. Peserta didik yang motivasi belajarnya sedang lebih baik prestasi belajarnya daripada peserta didik yang motivasi belajarnya rendah. Dan Peserta didik yang motivasi belajarnya tinggi lebih baik prestasi belajarnya daripada peserta didik yang motivasi belajarnya rendah.

3. Perbedaan prestasi belajar masing- masing model pembelajaran konsisten pada masing-masing kategori motivasi dan perbedaan prestasi belajar dari masingmasing kategori motivasi konsisten pada masing-masing model pembelajaran.