Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Eksperimentasi Pembelajaran Matematika dgn Pendekatan PMRI

Judul Skripsi : Eksperimentasi Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan PMRI Dimodifikasi dengan Pembelajaran Kooperatif Group Discussion

 

A. Latar Belakang Masalah

Matematika saat ini lebih dikenal dengan pelajaran yang sulit dan tidak jelas tujuannya. Padahal pelajaran matematika merupakan salah satu ujung tombak perkembangan teknologi. Siswa sering menganggap bahwa matematika hanya berupa rumus – rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal. Setelah menerima pelajaran matematika, seringkali siswa tidak mengetahui bagaimana aplikasinya dalam kehidupan sehari – hari. Hal ini menyebabkan motivasi belajar matematika siswa rendah sehingga prestasi belajar matematikanya juga rendah.  Dalam mempelajari matematika, seorang siswa dapat memahami suatu topik jika siswa tersebut telah memahami topik sebelumnya atau prasyaratnya, karena pelajaran matematika disusun berdasarkan urutan tertentu. Penguasaan topik baru oleh seorang siswa tergantung kemampuan penguasaan topik sebelumnya atau dapat dikatakan sebagai kemampuan awalnya.

Saat ini di Indonesia telah dikembangkan suatu pendekatan pembelajaran matematika yang dikenal dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). PMRI sejalan dengan Realistic Mathematics Education (RME) yang telah dikembangkan di Belanda. Pembelajaran matematika yang sesuai dengan karakteristik PMRI diharapkan dapat mengubah pola pembelajaran matematika. Perubahan pola pembelajaran matematika dari pembelajaran matematika konvensional menjadi pembelajaran dengan pendekatan PMRI diharapkan dapat mengetahui konsep dalam matematika serta mengetahui aplikasi matematika dalam kehidupan sehari – hari. Sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.

 

B. Perumusan Masalah Skripsi

  1. Apakah prestasi belajar matematika siswa dengan PMRI dimodifikasi dengan pembelajaran kooperatif tipe Group Discussion lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar matematika siswa dengan pendekatan PMRI saja?
  2. Apakah perbedaan prestasi belajar dari masing–masing pendekatan pembelajaran, konsisten pada masing–masing tingkat kemampuan awal dan perbedaan prestasi belajar pada masing–masing tingkat kemampuan awal, konsisten pada masing–masing pendekatan pembelajaran ?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui apakah model pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI dimodifikasi dengan pembelajaran kooperatif tipe Group Discussion menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI.
  2. Untuk mengetahui apakah perbedaan prestasi belajar dari masing–masing pendekatan pembelajaran, konsisten pada masing–masing tingkat kemampuan awal dan perbedaan prestasi belajar pada masing–masing tingkat kemampuan awal, konsisten pada masing– masing pendekatan pembelajaran.

 

D. Kesimpulan

1. Pendekatan PMRI yang dimodifikasi dengan Group Discussion menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan dengan pendekatan PMRI pada siswa kelas X untuk materi logika matematika.

2. Pada pendekatan PMRI yang dimodifikasi dengan Group Discussion, prestasi belajar siswa dengan tingkat kemampuan awal tinggi memberikan efek yang sama dengan siswa berkemampuan awal sedang, tetapi lebih baik dari siswa dengan tingkat kemampuan awal rendah. Pada pendekatan PMRI, prestasi belajar siswa dengan kemampuan awal tinggi lebih baik dari siswa dengan kemampuan awal sedang dan rendah, siswa dengan kemampuan awal sedang lebih baik dari siswa dengan kemampuan awal rendah. Pada tingkat kemampuan awal sedang, pendekatan PMRI yang dimodifikasi dengan Group Discussion menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik dari pendekatan PMRI. Pada tingkat kemampuan awal tinggi dan rendah, PMRI yang dimodifikasi dengan Group Discussion memberikan efek yang sama dengan pendekatan PMRI.