Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Eksperimentasi Pembelajaran Matematika dgn Model Pembelajaran TTW – NHT

Judul Skripsi : Eksperimentasi Pembelajaran Matematika dengan Model Pembelajaran TTW – NHT Ditinjau dari Adversity Quotients Siswa

A. Latar Belakang Masalah

Pada peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan banyak kebijakan dan peraturan. Diantaranya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2007. Dalam PP tersebut dijabarkan tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru. Setiap guru diharapkan memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian, maka diharapkan guru dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif untuk mencapai tujuan pendidikan. Metode atau pendekatan pembelajaran yang bermacam-macam sekarang ini, mungkin harus dicoba oleh setiap guru agar terjadi proses interaksi antara guru dan siswa serta pembelajaran di kelas menjadi tidak monoton. Selain itu agar siswa menjadi lebih kreatif, inovatif, berani mengemukakan pendapat dan berkembang otaknya, sehingga menjadi sumber daya manusia yang bermutu dikemudian hari. Alokasi waktu yang kurang berimbang dengan banyaknya materi pelajaran yang harus disampaikan mungkin menjadi kendala guru untuk menjadi lebih kreatif menentukan metode mengajarnya.

Sikap siswa dalam merespon atau menyelesaikan soal matematika mungkin juga menjadi faktor yang menyebabkan prestasi siswa yang rendah. Setiap siswa mempunyai sikap yang berbeda dalam menyelesaikan soal matematika. Sebagian siswa mungkin menyerah sebelum mencoba menyelesaikannya, tetapi ada beberapa siswa yang berhenti di tengah jalan dan ada beberapa siswa yang mungkin berusaha untuk tetap menyelesaikannya agar mendapatkan jawaban soal tersebut.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Pada pembelajaran matematika pada pokok bahasan Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV), manakah yang memberikan prestasi belajar yang lebih baik, model pembelajaran TTW atau model pembelajaran NHT?
  2. Pada pembelajaran matematika pada pokok bahasan SPLDV, manakah yang memberikan prestasi belajar yang lebih baik, siswa yang termasuk kelompok climbers, kelompok campers, atau kelompok quitters?
  3. Pada pembelajaran matematika pada pokok bahasan SPLDV, pada siswa yang termasuk kelompok climbers, manakah yang memberikan prestasi yang lebih baik, model pembelajaran TTW atau model pembelajaran NHT?

 

C. Tujuan

  1. Untuk mengetahui pada pembelajaran matematika pada pokok bahasan Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV), manakah yang memberikan prestasi belajar yang lebih baik, model pembelajaran TTW atau model pembelajaran NHT.
  2. Untuk mengetahui pada pembelajaran matematika pada pokok bahasan SPLDV, manakah yang memberikan prestasi belajar yang lebih baik, siswa yang termasuk kelompok climbers, kelompok campers, atau kelompok
  3. Untuk mengetahui pada pembelajaran matematika pada pokok bahasan SPLDV, pada siswa yang termasuk kelompok climbers, manakah yang memberikan prestasi yang lebih baik, model pembelajaran TTW atau model pembelajaran NHT.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan kajian teori dan didukung dengan analisis variansi serta mengacu pada rumusan masalah yang telah diuraikan di awal, dapat disimpulkan bahwa :

1. Pada pembelajaran matematika, Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV), prestasi belajar siswa yang diberi model pembelajaran TTW sama dengan prestasi belajar siswa yang diberi pembelajaran dengan model pembelajaran NHT.

2. Pada pembelajaran matematika, SPLDV, prestasi belajar matematika siswa kelompok climbers lebih baik dibandingkan kelompok campers dan kelompok quitters, sedangkan prestasi belajar matematika siswa kelompok campers sama dengan kelompok

3. Pada siswa kelompok climbers, model pembelajaran TTW maupun NHT menghasilkan prestasi belajar matematika yang sama.