Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Eksperimentasi Pembelajaran Matematika dgn Pendekatan Quantum Learning

Judul Skripsi : Eksperimentasi Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Quantum Learning dan Pendekatan PMRI Ditinjau dari Kreativitas Belajar

 

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

Guru dalam pembelajarannya di kelas tidak mengkaitkan dengan skema yang telah dimiliki oleh siswa. Siswa kurang diberikan kesempatan untuk menemukan kembali dan mengkonstruksi sendiri ide-ide matematika mereka dengan mengkaitkan pengalaman kehidupan nyata. Akibatnya kreativitas belajar siswa tidak tampak. Menurut Van den Heuvel-Panhuizen (1998), bila anak belajar matematika terpisah dari pengalaman mereka sehari-hari, maka anak akan cepat lupa dan tidak dapat mengaplikasikan matematika.

Hal ini mendorong agar pembelajaran matematika di kelas ditekankan pada keterkaitan antara konsep-konsep matematika dengan pengalaman anak sehari-hari. Salah satu pembelajaran matematika yang berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari (mathematize of everyday experience) dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari adalah Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Teori pendekatan PMRI sejalan dengan teori belajar yang berkembang saat ini, seperti konstruktivisme dan pembelajaran kontekstual. Namun, baik konstruktivisme maunpun kontekstual mewakili teori belajar secara umum, sedangkan pendekatan PMRI adalah suatu teori pembelajaran yang dikembangkan khusus untuk pelajaran matematika. Konsep PMRI sejalan dengan kebutuhan untuk memperbaiki pendidikan matematika di Indonesia yang didominasi oleh persoalan bagaimana meningkatkan pemahaman siswa tentang matematika dan mengembangkan daya nalar.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Manakah pembelajaran yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, pada siswa dengan pendekatan Quantum Learning, PMRI atau dengan pembelajaran konvensional?
  2. Manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan kreativitas belajar tinggi, siswa dengan kreativitas belajar sedang, dan siswa dengan kreativitas belajar rendah?
  3. Pada pendekatan Quantum Learning, manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan kreativitas belajar tinggi, sedang atau rendah?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Pembelajaran yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, pada siswa dengan pendekatan Quantum Learning, siswa dengan pendekatan PMRI atau siswa dengan pembelajaran konvensional.
  2. Pembelajaran yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, pada siswa dengan kretivitas belajar tinggi, siswa dengan kreativitas belajar sedang, dan siswa dengan kreativitas belajar rendah.
  3. Pada pendekatan Quantum Learning, manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yaang lebih baik, siswa dengan kreativitas belajar tinggi, sedang atau rendah

 

D. Kesimpulan

1. Siswa dengan pembelajaran Quantum Learning mempunyai prestasi belajar matematika yang sama dengan siswa-siswa yang belajar dengan pendekatan pembelajaran PMRI. Sedangkan prestasi belajar siswa yang belajar dengan pendekatan Quantum Learning lebih baik daripada prestasi belajar siswa yang belajar dengan pendekatan konvensional. Prestasi belajar siswa yang belajar dengan pendekatan PMRI lebih baik daripada prestasi belajar siswa yang belajar dengan pendekatan konvensional.

2. Siswa dengan kreativitas belajar tinggi memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa dengan kreativitas belajar sedang maupun rendah. Siswa dengan kreativitas belajar sedang memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa dengan kreativitas belajar rendah.

3. Pada pendekatan Quantum Learning, prestasi belajar matematika siswa dengan kreativitas belajar tinggi lebih baik daripada prestasi belajar siswa dengan kreativitas belajar sedang maupun rendah. Prestasi belajar matematika siswa dengan kreativitas belajar sedang lebih baik daripada prestasi belajar siswa dengan kreativitas belajar rendah.