Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments Menggunakan Alat Peraga

Judul Skripsi : Eksperimentasi Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments Menggunakan Alat Peraga 2 Dimensi dan 3 Dimensi

 

A. Latar Belakang Masalah

Hasil UN Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Kulon Progo menunjukkan bahwa salah satu pokok materi yang tingkat daya serapnya rendah adalah Dimensi tiga. Meskipun daya serap siswa pada kompetensi menghitung jarak titik ke garis atau titik ke bidang pada bangun ruang mencapai 65%, namun daya serap untuk kompetensi menentukan nilai perbandingan trigonometri sudut antara garis dan bidang pada bangun ruang sangat rendah, yaitu 18,93% (BSNP, 2010).

Adanya fakta hasil pembelajaran matematika tersebut dan mengingat akan pentingnya matematika dalam pengembangan ilmu pengetahuan, maka peneliti ingin meneliti tentang proses pembelajaran matematika pada jenjang SMA di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan hasil yang bermanfaat untuk peningkatan proses pembelajaran matematika. Dengan adanya peningkatan penguasaan matematika, diharapkan hal ini akan menjadi salah satu sarana penunjang untuk mempelajari mata pelajaran lain sehingga tujuan dari pembelajaran bisa tercapai secara optimal.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Manakah yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan menggunakan alat peraga 2 dimensi atau 3 dimensi?
  2. Manakah yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, siswa dengan tingkat kecerdasan spasialnya tinggi, sedang atau rendah?
  3. Manakah yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, siswa dengan tingkat kreativitas tinggi, sedang atau rendah?

 

C. Tujuan Penelitian Skipsi

  1. Untuk mengetahui manakah yang menghasilkan prestasi belajar lebih baik, siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan menggunakan alat peraga 2 dimensi atau 3 dimensi.
  2. Untuk mengetahui siswa dengan tingkat kecerdasan spasial manakah yang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik.
  3. Untuk mengetahui siswa dengan tingkat kreativitas manakah yang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik.

 

D. Kesimpulan

1. Prestasi belajar dari siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan menggunakan alat peraga 3D lebih baik daripada pretasi belajar dari siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan menggunakan alat peraga 2D

2. Siswa-siswa dengan tingkat kecerdasan spasial tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan siswa-siswa dengan tingkat kecerdasan spasial sedang maupun rendah, dan siswa-siswa dengan tingkat kecerdasan spasial sedang mempunyai prestasi belajar matematika yang sama dengan prestasi belajar matematika siswa-siswa dengan tingkat kecerdasan spasial rendah.

3. Siswa-siswa dengan tingkat kreativitas tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan siswa-siswa dengan tingkat kreativitas sedang maupun rendah, dan siswa-siswa dengan tingkat kreativitas sedang mempunyai prestasi belajar matematika yang sama dengan prestasi belajar matematika siswa-siswa dengan tingkat kreativitas rendah.

 

E. Saran

Bagi Guru

Pada pembelajaran matematika, khususnya pada pokok bahasan dimensi tiga, guru hendaknya dapat menggunakan alat peraga yang tepat guna meningkatkan kemampuan siswa baik kemampuan kognitif maupun afektif.

Bagi peneliti lain

Diharapkan peneliti lain dapat mengembangkan penelitian dengan membandingkan efektivitas alat peraga 3 dimensi pada model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) dengan model pembelajaran lainnya.