Eksperimentasi Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization

Judul Skripsi : Eksperimentasi Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization Ditinjau dari Kemampuan Awal Siswa SD

 

A. Latar Belakang Masalah

Beberapa tipe pembelajaran kooperatif salah satunya adalah Team Assisted Individualization (TAI). Pembelajaran kooperatif tipe TAI merupakan metode pembelajaran yang pada hakekatnya melibatkan tugas yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung dalam menyelesaikan tugas sehingga mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Dalam metode pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization siswa dikelompokkan dalam suatu kelompok kecil yang heterogen dalam hal kemampuan akademis, jenis kelamin, sosial-ekonomi. Kesulitan pemahaman materi yang tidak dapat dipecahkan sendiri dapat dipecahkan secara bersama-sama dengan anggota kelompoknya serta bimbingan guru. Sehingga penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization diduga akan meningkatkan kemampuan akademik siswa yaitu prestasi belajar siswa.

Kemampuan awal siswa atau prasyarat memiliki peranan yang sangat penting dalam belajar matematika, karena ada keterkaitan antara materi satu dengan lainnya. Sehingga cepat lambatnya siswa dalam menguasai materi pelajaran matematika dipengaruhi oleh tingkat kemampuan awal siswa. Siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi atau sedang mungkin tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran matematika sehingga mempunyai prestasi belajar yang lebih baik. Tetapi untuk siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah mungkin akan mengalami banyak kesulitan dalam memahami materi pelajaran matematika yang akan mengakibatkan rendahnya prestasi belajar matematika siswa.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan metode konvensional?
  2. Apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang dan rendah?
  3. Apakah metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan konvensional pada siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang dan tinggi? serta apakah metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar yang sama dengan metode konvensional pada siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan metode konvensional.
  2. Mengetahui prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang dan rendah serta apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah.
  3. Mengetahui metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan konvensional pada siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang dan tinggi serta apakah metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar yang sama dengan metode konvensional pada siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah.

 

D. Kesimpulan

1. Metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan metode konvensional pada materi kelipatan dan faktor bilangan.

2. Prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang dan rendah.

3. Metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan konvensional pada siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang, tinggi, rendah pada materi kelipatan dan faktor bilangan.