Eksperimentasi Model Pembelajaran Jigsaw dgn Pendekatan Matematisasi Berjenjang

Judul Skripsi : Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Pendekatan Matematisasi Berjenjang Ditinjau dari Minat Belajar Siswa pada Materi Pokok Bangun Ruang Sisi Datar SMP Kelas VIII di Kota Semarang

 

A. Latar Belakang

Rendahnya prestasi siswa pada materi geometri kemungkinan disebabkan oleh lemahnya kemampuan siswa memvisualisasikan obyek-obyek geometri dalam bentuk yang lebih nyata dan penyebab kesulitan yang dihadapi siswa adalah kurangnya pemahaman tentang konsep-konsep dasar terkait, seperti kedudukan titik, garis dan bidang dalam ruang. Materi  yang menjadi bagian penting dalam mempelajari materi geometri pada umumnya. Setiap guru seharusnya jeli dalam melihat berbagai masalah yang dihadapi oleh siswa. Guru harus bisa menemukan penyebab kesulitan yang dihadapi siswanya untuk kemudian berusaha memberikan sebuah alternatif pemecahan masalah dan menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi.

Salah satu alternatif yang dapat ditempuh untuk meningkatkan prestasi belajar siswa adalah melalui kreativitas yang dimiliki oleh para guru  dengan keinginan untuk selalu mencari pendekatan yang terbaik agar selalumenarik minat dan motivasi siswa belajar maka tujuan yang diharapkan akan tercapai. Ada beberapa pendekatan dalam pembelajaran matematika, salah satunya adalah pendekatan matematisasi berjenjang. Dalam pendekatan ini siswa akan menempuh beberapa tahap yaitu tahap enaktif, tahap ikonik, dan tahap simbolik. Dengan pendekatan ini diharapkan siswa dapat benar-benar aktif dalam proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Manakah model pembelajaran yang memberikan prestasi belajar lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan pendekatan matematisasi berjenjang, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw atau model pembelajaran langsung?
  2. Manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik antara siswa yang mempunyai minat belajar tinggi, sedang atau rendah?

 

C. Tujuan Penelitian Skripsi

Tujuan penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui manakah pembelajaran yang memberikan prestasi belajar lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan pendekatan matematisasi berjenjang, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw atau model pembelajaran langsung.
  2. Untuk mengetahui manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik antara siswa yang mempunyai minat belajar tinggi, sedang atau rendah.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan analisa data dan pembahasan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.

1. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan pendekatan matematisasi berjenjang menghasilkan prestasi belajar siswa yang lebih baik daripada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan model pembelajaran langsung, dan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw menghasilkan prestasi belajar siswa yang lebih baik daripada model pembelajaran langsung.

2. Siswa yang mempunyai kategori minat tinggi lebih baik prestasi belajarnya daripada siswa yang mempunyai kategori minat sedang dan rendah, dan siswa yang mempunyai kategori minat sedang lebih baik prestasi belajarnya daripada siswa yang mempunyai kategori minat rendah.

 

E. Saran

1. Bagi Guru

Berdasarkan uraian tersebut, diperoleh informasi bahwa ada berbagai manfaat penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan pendekatan matematisasi berjenjang dalam pembelajaran matematika untuk siswa baik manfaat secara akademis maupun manfaat sosial.

2. Bagi Sekolah

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih memfokuskan pada pengembangan potensi individu (bukan penyeragaman) dan secara terbuka memberikan ruang apresiasi kepada Kepala Sekolah untuk mengembangkannya secara mandiri, maka setidaknya sekolah harus memperhatikan potensi masing-masing individu dalam hal ini adalah siswa sebagai produk dari sekolah dan bisa melayani semua siswa dengan tingkat kemampuan yang heterogen.