Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Eksperimentasi Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dari Kemampuan Awal Siswa

Judul Skripsi : Eksperimentasi Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together Ditinjau dari Kemampuan Awal Siswa di Surakarta

 

A. Latar Belakang

Sejauh ini, masih banyak guru yang mengajar secara teaching center dan mekanistik, jawabannya adalah alasan klasik yaitu karena pemerintah masih memberlakukan Ujian Akhir Nasional (UAN) yang menjadikan guru harus menyelesaikan semua materi UAN. Guru harus menyelesaikan materi standar kompetensi lulusan (SKL).

Masyarakat dalam hal ini stakeholder masih mempunyai pandangan bahwa bila suatu sekolah semua siswa lulus 100% maka sekolah tersebut mutunya baik, sedang bila ada beberapa siswa yang tidak lulus, masyarakat menilai sekolah tersebut mutunya kurang baik. Di samping itu bila guru yang mengampu mata pelajaran UAN ada siswa yang diampu tidak lulus, masih ada kepala sekolah yang melihat bahwa guru tersebut dinilai tidak kompeten mengajar. Ini menjadi dilema tersendiri bagi guru di satu sisi diberi kewenangan penuh di sisi lain dituntut UAN hasilnya baik, padahal bila siswa lulus UAN 100% tidak menjamin sekolah tersebut mutunya baik.

 

B. Perumusan Masalah Skripsi

Berdasarkan identifikasi, pemilihan dan pembatasan masalah maka masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Apakah metode pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat menghasilkan hasil belajar matematika siswa yang lebih baik dari pada metode pembelajaran konvensional?
  2. Apakah hasil belajar matematika siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi lebih baik daripada siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang atau rendah? Apakah hasil belajar matematika siswa yang memiliki kemampuan awal sedang lebih baik daripada siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui:

  1. Apakah metode pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat menghasilkan hasil belajar matematika siswa yang lebih baik daripada metode pembelajaran konvensional.
  2. Apakah hasil belajar matematika siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi lebih baik daripada siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang atau rendah. Apakah hasil belajar matematika siswa yang memiliki kemampuan awal sedang lebih baik daripada siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan analisa data dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Secara umum, metode pembelajaran kooperatif tipe NHT menghasilkan hasil belajar matematika siswa yang lebih baik dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional.

2. Secara umum, hasil belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi lebih baik dari siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang atau rendah, demikian pula hasil belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal sedang lebih baik dari siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah.

 

E. Saran

Berdasarkan kesimpulan dan implikasi pada penelitian di atas dapat dikemukakan saran sebagai berikut:

1. Kepada guru mata pelajaran matematika

Hendaknya guru matematika mengikuti perkembangan pembelajaran matematika dengan lebih aktif dan kreatif, terlibat dalam kegiatan guru matematika, membaca buku-buku tentang metode-metode pembelajaran, membaca jurnal-jurnal penelitian pendidikan matematika dan lain-lain. Dengan demikian guru mempunyai wawasan yang luas tentang pendidikan matematika sehingga guru mampu mengajar dengan mengunakan metode atau strategi pembelajaran matematika, seperti metode pembelajaran kooperatif NHT.

2. Kepada Kepala Sekolah

Hendaknya kepala sekolah menyediakan sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran, misalnya dengan mengirim guru matematika untuk mengikuti seminar, lokakarya dan pelatihan tentang metode pembelajaran.