Eksperimen Pembelajaran Matematika dgn Pendekatan Problem Posing Setting Kooperatif

Judul Skripsi : Eksperimen Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Problem Posing Setting Kooperatif pada Siswa SMP Ditinjau dari Aktivitas Belajar

 

A. Latar Belakang

Hasil perpaduan pembelajaran ini diharapkan selain siswa mampu menguasai konsep lewat pengajuan soal dan menyelesaikannya secara individu tetapi juga dalam pembelajarannya mampu untuk saling berinteraksi, saling berdiskusi memecahkan masalah, bisa bekerja sama dan saling membantu. Siswa yang sudah memahami materi yang dipelajari bisa membantu siswa yang lain supaya menjadi mengerti juga. Sementara siswa yang mendapat persoalan bisa bertanya dan berdiskusi dengan siswa lainnya. Siswa saling bekerja sama untuk memahami materi yang dipelajari dengan guru sebagai fasilitator. Sehingga diharapkan dengan saling berinteraksi akan dapat meningkatkan prestasi belajar matematika.

Pembelajaran yang memenuhi halhal yang diuraikan di atas adalah pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya (Trianto, 2007, hal. 41). Pembelajaran matematika dengan pendekatan problem posing yang dipadukan dengan pembelajarn kooperatif dapat dilaksanakan dan didukung oleh aktivitas belajar siswa. Aktivitas belajar siswa sangat penting dalam kegiatan pembelajaran guna memahami konsep yang ada pada setiap materi pelajaran. Dalam proses menerima materi pelajaran didalam kelas aktivitas siswa tidak semuanya sama, ada yang aktivitas belajarnya tinggi, sedang dan rendah. Berdasarkan pembelajaran matematika dengan pendekatan problem posing dan pembelajaran kooperatif serta sifatnya, kedua pembelajaran itu sangat cocok untuk mengoptimalkan aktivitas belajar siswa. Dengan adanya aktivitas belajar yang optimal kemungkinan besar prestasi belajar yang dicapai siswa akan memuaskan.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik, pembelajaran matematika dengan pendekatan problem posing setting kooperatif, atau pembelajaran matematika dengan pendekatan problem posing tanpa setting kooperatif?
  2. Pada siswa dengan aktivitas belajar tinggi, sedang dan rendah, manakah yang memiliki prestasi belajar lebih baik?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui:

  1. Manakah yang memberikan prestasi belajar lebih baik, pembelajaran matematika dengan pendekatan problem posing setting kooperatif, atau pembelajaran matematika dengan pendekatan problem posing tanpa setting kooperatif.
  2. Pada siswa dengan aktivitas belajar tinggi, sedang dan rendah, manakah yangmemiliki prestasi belajar lebih baik.

 

D. Kesimpulan Skripsi

Dapat disimpulkan bahwa pada siswa kelas VIII SMP Negeri di Kabupaten Kubu Raya tahun pelajaran 2011/2012 khususnya pada materi pokok bahasan persamaan garis lurus :

1. Pembelajaran matematika dengan pendekatan problem posing setting kooperatif memberikan prestasi belajar lebih baik daripada pembelajaran matematika dengan pendekatan problem posing tanpa setting kooperatif.

2. Siswa dengan aktivitas belajar tinggi memiliki prestasi belajar lebih baik dibandingkan siswa dengan aktivitas belajar sedang maupun siswa dengan aktivitas belajar rendah, siswa dengan aktivitas belajar sedang memiliki prestasi belajar lebih baik dibandingkan siswa dengan aktivitas belajar rendah.

 

E. Saran

1. Bagi kepala sekolah

Hendaknya senantiasa memberikan motivasi, monitoring, dan evaluasi kepada para guru, khususnya guru matematika agar berani menerapkan model atau pendekatan pembelajaran inovatif dengan memperhatikan karakteristik aktivitas belajar siswa.

2. Bagi guru matematika

Hendaknya termotivasi untuk menerapkan model atau pendekatan pembelajaran inovatif agar proses pembelajaran mampu mengoptimalkan pemahaman siswa terhadap suatu konsep matematika.