Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Efektivitas Pembelajaran Open-Ended Dan Konstruktivis

Latar Belakang Masalah Pembelajaran Open-Ended dan Konstruktivis

Pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik, jika peserta didik tidak diberi kesempatan untuk menyelesaikan masalah dengan tingkat pengetahuan yang dimilikinya. Pada akhir proses pembelajaran, peserta didik memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda sesuai dengan kemampuannya. Untuk memutuskan (menilai) keputusannya, peserta didik harus bekerja sama dengan peserta didik yang lain.

1

Guru harus mengakui bahwa peserta didik membentuk dan menstruktur pengetahuannya berdasarkan modalitas belajar yang dimilikinya, seperti bahasa, matematika, musik dan lain-lain. Menurut faham konstruktivis, dalam proses belajar mengajar guru tidak serta merta memindahkan pengetahuan kepada peserta didik dalam bentuk yang serba sempurna. Dengan kata lain, pesera didik harus membangun suatu pengetahuan itu berdasarkan pengalamannya masing-masing.

Pembelajaran adalah hasil dari usaha peserta didik itu sendiri dan guru tidak boleh belajar untuk peserta didik. Fikiran peserta didik tidak akan menghadapi kenyataan dalam bentuk yang terasing dalam lingkungan sekitar. Realita yang diketahui peserta didik adalah realita yang dia bina sendiri, peserta didik sebenarnya telah  mempunyai satu set idea dan pengalaman yang membentuk struktur kognitif terhadap lingkungan.

Perumusan Masalah

  1. Manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik antara penggunaan pendekatan Open-Ended dengan pendekatan konstruktivis dalam pembelajaran matematika?
  2. Manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik antara peserta didik yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan motivasi belajar sedang, peserta didik yang memiliki motivasi belajar sedang dengan motivasi belajar rendah, dan peserta didik yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan motivasi belajar rendah?

Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik antara penggunaan pendekatan Open-Ended dengan pendekatan konstruktivis dalam pembelajaran matematika.
  2. Untuk mengetahui manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik antara peserta didik yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan motivasi belajar sedang, peserta didik yang memiliki motivasi belajar sedang dengan motivasi belajar rendah, dan peserta didik yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan motivasi belajar rendah.

Kesimpulan

  1. Prestasi belajar peserta didik pada pembelajaran matematika dengan pendekatan Open-Ended lebih baik dari pada penggunaan pendekatan konstruktivis.
  2. Peserta didik dengan motivasi tinggi memiliki prestasi yang lebih baik daripada peserta didik dengan motivasi sedang, peserta didik dengan motivasi sedang memiliki prestasi yang lebih baik daripada peserta didik dengan motivasi rendah, dan peserta didik dengan motivasi tinggi memiliki prestasi yang lebih baik daripada peserta didik dengan motivasi rendah.

Saran Pembelajaran Open-Ended

  1. Kepada para peserta didik sebaiknya mulai mengaktifkan diri atau berperan aktif dalam setiap proses belajar mengajar serta didukung oleh keaktifan belajar di rumah untuk meningkatkan hasil belajarnya.
  2. Kepada guru kelas hendaknya mulai membiasakan diri menggunakan metode pembelajaran yang dapat menjadikan peserta didik ikut berperan aktif dalam menunjang proses belajar mengajar, salah satunya yaitu dengan pendekatan Open-Ended sehingga prestasi belajar peserta didik dapat dipacu ke arah yang lebih meningkat.