Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Efek Hepatoprotektif Daun Kelor terhadap Kerusakan Hepar Akibat Obat Isoniazid

Judul Skripsi : Efek Hepatoprotektif Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) terhadap Kerusakan Hepar Akibat Obat Isoniazid pada Tikus Wistar

 

A. Latar Belakang Masalah 

Indonesia menempati peringkat ketiga dari 22 negara dengan insidensi tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia. Menurut laporan Global Tuberculosis Control dari World Health Organization (WHO), diperkirakan terdapat 528.063 kasus TB baru dan dengan kecepatan insidensi 102 kasus sputum smear-positif per 100.000 populasi pada tahun 2007. Berdasarkan penghitungan WHO, TB bertanggungjawab terhadap 6,3 persen dari total penyakit berat di Indonesia, dibandingkan dengan 3,2 persen di wilayah Asia Tenggara (USAID, 2009). Insidensi Antituberculosis drud-induced hepatotoxicity (ATDH) selama pengobatan tuberkulosis dengan obat-obat standar tuberkulosis dilaporkan bervariasi antara 2% dan 28%. Penelitian ATDH telah dilakukan di Eropa, Asia dan USA, dan insidensinya berbeda-beda diantara belahan dunia yang berbeda. Dan Asia dilaporkan memiliki angka ATDH tertinggi (Tostmann et al., 2007).

Daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dilaporkan merupakan sumber yang kaya akan β-carotene, protein, vitamin C, kalsium dan potasium dan berperan sebagai sumber antioksidan alami yang baik. (Dillard et al., 2000 cit Anwar et al., 2006). Penelitian terhadap ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.) menunjukkan efek antiulcerogenic dan hepatoprotektif pada tikus, hal ini karena daun kelor (Moringa oleifera Lam.) memiliki kandungan quercetin, yang dikenal sebagai flavonoid yang memiliki efek hepatoprotektif (Gilani et al., 1997 cit Anwar et al., 2006). Mengingat ketersediaan daun kelor (Moringa oleifera Lam.) yang berlimpah di masyarakat serta kandungan nutrisi dan aktivitas antioksidannya yang tinggi, maka penulis tertarik meneliti pengaruh daun kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap kerusakan hepar akibat obat antituberkulosis, sehingga bisa didapatkan obat alternatif antituberkulosis alami yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

B. Rumusan Masalah

Apakah ada efek hepatoprotektif daun kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap kerusakan hepar akibat obat isoniazid ?

 

C. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui efek hepatoprotektif daun kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap kerusakan hepar akibat obat isoniazid.

 

D. Kesimpulan Skripsi

  1. Ekstrak daun kelor memiliki efek hepatoprotektif terhadap kerusakan hepar yang diakibatkan oleh obat isoniazid.
  2. Penggunaan ekstrak daun kelor sebagai hepatoprotektor terhadap kerusakan hepar akibat obat isoniazid bisa diberikan sebelum maupun bersamaan dengan pemberian isoniazid. Akan tetapi memiliki efek hepatoprotektif lebih kuat jika ekstrak daun kelor diberikan bersamaan dengan isoniazid pada dosis 200 mg/kg.

 

E. Saran

  1. Bagi peneliti lain yang tertarik pada penelitian sejenis, maka penulis menyarankan untuk melakukan pemeriksaan darah serial untuk mengetahui mulai kapan terjadi perbaikan atau kerusakan sel hepar.
  2. Penulis juga menyarankan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi otot jantung, ginjal, lambung dan kulit untuk mengetahui adanya kemungkinan kebocoran albumin melalui organ selain hepar.
  3. Untuk lebih mendalam sampai pada tingkat biologi molekuler, penulis menyarankan disamping pemeriksaan histopatologi, juga sebaiknya dilakukan pemeriksaan patologi anatomi, sehingga dapat diketahui ada tidaknya kemampuan daun kelor dalam mengatasi kerusakan hepar sampai pada tingkat yang bukan hanya nekrosis tetapi juga apoptosis.