Desain Bahan Perkuatan Perkerasan Kaku dgn Over Slabbing

Judul Skripsi : Desain Bahan Perkuatan Perkerasan Kaku dengan Over Slabbing (Studi Kasus Ruas Jalan Cileunyi – Nagreg)

 

A. Latar Belakang Masalah

Salah satu kasus kerusakan struktur perkerasan kaku yang cukup nyata terjadi  pada kerusakan struktur perkerasan di ruas jalan Cileunyi – Nagreg pada segmen Bypas Cicalengka sepanjang 4,6 km (Km Bdg 28+500 sampai dengan Km Bdg 33+100). Segmen jalan tersebut selesai dibangun dan difungsikan pada pertengahan tahun 2000, menggunakan struktur perkerasan kaku dengan umur rencana 20 tahun. Namun dalam kurun waktu empat tahun sejak difungsikan, yaitu tahun 2004, kondisi perkerasannya telah mengalami kerusakan pada beberapa lokasi. Kerusakan yang terjadi mengakibatkan ketidaknyamanan untuk berlalulintas, bahkan dapat membahayakan keselamatan pemakai jalan. Pada tahun anggaran 2005, melalui program penanganan rehabilitasi, pada lokasi-lokasi yang mengalami kerusakan telah dioverlay menggunakan aspal beton (AC) tebal 4 cm.

Secara umum penanganan perbaikan yang dilakukan bisa dikatakan tidak didasarkan pada akar permasalahan yang menjadi penyebab dari kerusakan tersebut. Hal itu bisa dilihat dari kembali rusaknya perkerasan hanya kurang dari satu tahun sejak diperbaiki. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa hasil penanganan kerusakan menjadi tidak efektif. Dikarenakan kerusakan struktur perkerasan pada ruas jalan Cileunyi-Nagreg segmen By-Pass Cicalengka terlalu cepat atau tidak sesuai rencana, serta upaya penanganan perbaikan yang kurang efektif, maka ruas jalan ini dianggap tepat untuk dijadikan obyek penelitian perkuatan perkerasan kaku dengan menggunakan overslabbing.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimanakah kerusakan jalan yang terjadi dan berapakah mutu beton yang tersisa dari struktur perkerasan jalan pada ruas jalan Cileunyi – Nagreg ?
  2. Bagaimanakah mendesain material untuk over slabbing yang meliputi kuat tekan, kuat tarik, modulus elastisitas dan durability sebagai bahan perkuatan struktur perkerasan kaku pada ruas jalan Cileunyi-Nagreg?

 

C. Tujuan

  1. Untuk mengetahui kerusakan jalan yang terjadi dan mutu beton yang tersisa dari struktur perkerasan jalan pada ruas jalan Cileunyi – Nagreg.
  2. Untuk mengetahui desain material over slabbing yang meliputi kuat tekan, kuat tarik, modulus elastisits dan durability sebagai bahan perkuatan struktur perkerasan kaku pada ruas jalan Cileunyi-Nagreg.

 

D. Kesimpulan Skripsi

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Kerusakan jalan yang terjadi pada ruas jalan Cileunyi- Nagreg yaitu mengalami retak, dengan panjang retakan berkisar 10-30 cm, lebar retakan 1-3 mm dan kedalaman retakan 1-5 mm serta mutu beton dari struktur perkerasan jalan yang tersisa sekitar 20 MPa atau dengan mutu K 200.

2. Desain material over slabbing untuk perkerasan kaku menghasilkan nilai kuat tekan beton rata-rata tertinggi terjadi pada beton K 350 yaitu sebesar 35, 46 MPa. Kuat lentur tertinggi terjadi pada mutu beton K 350 sebesar 3,02 MPa, hal ini tidak memenuhi syarat kekuatan rencana pada umur 28 hari sebesar 3,78 MPa. Modulus elastisitas beton rata-rata tertinggi terjadi pada beton K 350 yaitu sebesar 31,743 103 Mpa.

 

E. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diberikan saran-saran yang akan berguna pada masa mendatang, adapun saran yang dapat diberikan sebagai berikut :

1. Hasil pengujian kuat lekat cukup kompatibel, tetapi untuk lebih meningkatkan kekuatan sebaiknya dilapangan digunakan bahan perekat untuk dapat meningkatkan nilai kuat.

2. Dapat diaplikasikan pada kasus kerusakan jalan yang terjadi sehingga dapat guna meningkatkan fungsi jalan.