Dampak Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Miskin

Judul Skripsi : Dampak Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Terhadap Upaya Penanggulangan Kebutuhan Akses Air Minum dan Sanitasi Masyarakat Miskin (Studi Kasus di Kabupaten Sragen Tahun 2008)

 

A. Latar Belakang

Dalam rangka mencapai tujuannya, maka Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Bank Dunia pada tahun 2008 memberi bantuan untuk masyarakat yang terbatas akses air bersihnya, kekurangan sanitasi dasar serta berpenghasilan rendah (miskin) melalui program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) salah satunya di Kabupaten Sragen, Propinsi Jawa Tengah. Posting pendanaan program PAMSIMAS:

  1. APBN/Loan Bank Dunia : Rp 192.500.000 (70%)
  2. APBD Kab/Kota : Rp 27.500.000 (10%)
  3. Kontribusi Masy. Desa  : Rp 11.000.000 ( 4%) cash,Rp 44.000.000 (16%) tenaga & material

Total dana per Desa    : Rp 275.000.000

Desa sasaran program Pamsimas Kabupaten Sragen tahun 2008 sebanyak sembilan Desa yaitu: Desa Jetis Kecamatan Sambirejo, Desa Tanggan Kecamatan Gesi, Desa Banyurip Kecamatan Jenar, Desa Jembangan Kecamatan Plupuh, Desa Kalangan Kecamatan Gemolong, Desa Sambirembe Kecamatan Kalijambe, Desa Ngandul Kecamatan Sumber Lawang, Desa Girimargo Kecamatan Miri dan Desa Gebang Kecamatan Sukodono. Semua Desa tersebut sudah melaksanakan dan menyelesaikan proses program, dan tentunya dengan berbagai opsi (pilihan) penyediaan air minum dan peningkatan sanitasi di Desanya masing-masing. Mendasar pada tujuan program Pamsimas, yaitu peningkatan akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi guna mengubah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat, oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengambil judul tesis ” Dampak Implementasi Program Pamsimas Terhadap Upaya Penanggulangan Kebutuhan Akses Air Minum dan Sanitasi Masyarakat Miskin ( Studi Kasus Di Kabupaten Sragen Tahun 2008)”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah dampak implementasi Program Pamsimas terhadap Desa-desa sasaran tahun 2008 di Kabupaten Sragen?
  2. Kendala apa sajakah yang dihadapi dalam pelaksanaan Pamsimas di Kabupaten Sragen tahun 2008?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui dampak implementasi Program Pamsimas terhadap Desa-desa sasaran tahun 2008 di Kabupaten Sragen.
  2. Mengetahui kendala yang dihadapi dalam melaksanakan Program Pamsimas di Kabupaten Sragen tahun 2008.

 

D. Kesimpulan

1. Dari hasil analisis diketahui bahwa dampak yang diberikan program Pamsimas masih sedikit berkontribusi dalam upaya menanggulangi kebutuhan akses air minum dan sanitasi masyarakat Desa sasaran tahun 2008. Sedikitnya persentase pemanfaat disebabkan beberapa hal seperti keterbatasan masyarakat dalam hal keuangan atau financial untuk mampu berkontribusi dalam iuran, sehingga hanya kalangan masyarakat mampu membayar yang akan menikmati serta persentase pengguna jamban yang masih rendah dikarenakan kegiatan pemicuan penggunaan sarana sanitasi atau jamban di masyarakat yang belum optimal karena membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk merubah perilaku masyarakat ke perilaku yang lebih sehat.

2. Kendala yang dihadapi selama program berjalan satu tahun periode ialah kurang aktifnya kelembagaan Desa, kurang berperannya pihak-pihak terkait (puskesmas), keterlambatan birokrasi dalam pengadministrasian keuangan program serta proses pemberdayaan masyarakat yang belum optimal mengingat sumber daya masyarakat yang terbatas, serta sulitnya merubah anggapan masyarakat desa penerima program yang menganggap program Pamsimas adalah suatu proyek “top down”.

 

E. Saran

1. Memperkuat kelembagaan Desa dengan cara melakukan kegiatan pelatihan pemberdayaan, monitoring, dan pengendalian Desa.

2. Memperhatikan partisipasi dan peran serta masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan sehingga hasil kegiatan benar-benar dirasakan masyarakat.

Incoming search terms: