Cerita Rakyat Kabupaten Sragen (Suatu Kajian Struktural dan Nilai Edukatif)

Judul Skripsi : Cerita Rakyat Kabupaten Sragen (Suatu Kajian Struktural dan Nilai Edukatif)

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

Cerita rakyat yang dikaji dipusatkan pada lima kecamatan, yaitu

(1) Kecamatan Masaran, dengan lokasi penelitian Petilasan Joglo Mangkubumi, dan Goa Mangkubumi

(2) Kecamatan Plupuh, dengan lokasi penelitian makam Joko Tingkir

(3) Kecamatan Sumberlawang dengan lokasi penelitian cerita Pangeran Samudra

(4) Kecamatan Tanon, dengan lokasi makam Pangeran Sukowati nama lain Pangeran Mangkubumi

(5) Kecamatan Nglorog dengan lokasi makam Kyai Srenggi (Kyai Ageng Sragen).

Pemilihan lokasi penelitian cerita rakyat terdapat di Kecamatan , Kabupaten Sragen. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa lokasi-lokasi penelitian tersebut terdapat cerita-cerita yang menonjol dan dikenal masyarakat secara luas. Selain itu lokasi penelitian tersebut terdapat peninggalan sejarah yang diyakini mempunyai kaitan erat dengan tokoh utama cerita rakyat yang ada.

Penelitian yang ada dilakukan dengan menerapkan jenis kajian struktural. Kajian tentang nilai yang terkandung dalam cerita rakyat dibatasi pada nilai edukatif (pendidikan) yang meliputi nilai moral, nilai adat atau tradisi, nilai keagamaan (religi), nilai sejarah (historis) dan nilai kepahlawanan (nilai semangat juang). Kajian struktural dan nilai edukatif (pendidikan) cerita rakyat di Kabupaten Sragen dipandang dapat dilakukan untuk memenuhi tujuan tersebut. Oleh karena itu, melalui penelitian yang berjudul Cerita Rakyat Kabupaten Sragen (suatu Kajian Struktural dan Nilai Edukatif) ini diharapkan diperoleh hasil penelitian yang lebih lengkap dan mendalam.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimana jenis-jenis cerita rakyat di Kabupaten Sragen?
  2. Bagaimanakah struktur cerita rakyat yang ada di Kabupaten Sragen?
  3. Nilai edukatif apa saja yang terkandung dalam cerita rakyat Kabupaten Sragen?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Menginventarisasi dan mengklasifikasikan cerita rakyat Kabupaten Sragen, mendeskripsikan struktur cerita rakyat Kabupaten Sragen, dan mendeskripsikan nilai edukatif (pendidikan) yang terkandung dalam cerita rakyat Kabupaten Sragen.

Tujuan Khusus

  • Mendeskripsikan jenis-jenis cerita rakyat Kabupaten Sragen.
  • Mendeskripsikan struktur cerita rakyat “Kyai Ageng Sragen“, “Pangeran Mangkubumi“, “Joko Tingkir“, dan “Pangeran Samudra”.,
  • Mendeskripsikan struktur cerita rakyat meliputi unsur tema, alur cerita (plausibilitas,suspense,surprise,dan unity) tokoh dan karakter, latar, dan amanat.
  • Mendeskripsikan nilai edukatif (pendidikan) yang terkandung dalam cerita rakyat “Kyai Ageng Sragen”, “Pangeran Mangkubumi”, “Jaka Tingkir” dan”Pangeran Samudra”.

 

D. Simpulan

1. Legenda tempat yaitu cerita rakyat ”Kyai Ageng Srenggi” dan ”Pangeran Mangkubumi”. Legenda perseorangan yaitu cerita rakyat ”Joko Tingkir” dan ”Pangeran Samudra”.

2. Struktur cerita rakyat Kabupaten Sragen yang diteliti tersebut meliputi:

1) Tema, tema cerita rakyat ”Kyai Ageng Sragen” yaitu terjadinya nama Sragen.

2) Alur-alur cerita rakyat Kabupaten Sragen tersebut pada umumnya alur maju atau lurus.

3) Tokoh, tokoh cerita rakyat Kabupaten Sragen yang dominan dalam tersebut adalah manusia yang digambarkan sebagai manusia yang sempurna.

4) Latar, latar yang ada pada cerita rakyat Kabupaten Sragen latar tempat lebih banyak digunakan (dominan).

5) Amanat, amanat Cerita rakyat Kyai Ageng Srenggi amanatnya seorang bawahan harus tunduk atasan, cerita rakyat Pangeran Mangkubumi bahwa manusia harus mempunya prinsip hidup, cerita rakyat Jaka Tingkir amanatnya untuk meraih cita-cita jangan mudah menyerah, dan cerita rakyat Pangeran Samudra beramanat,Tuhan penentu segala rencana manusia.

3. Nilai edukatif cerita rakyat Kabupaten Sragen meliputi nilai pendidikan moral, nilai pendidikan adat (tradisi), nilai pendidikan agama (religi), nilai pendidikan kepahlawanan (semangat perjuangan).

Incoming search terms: