Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Cerita Rakyat Kabupaten Blora (Suatu Kajian Strukturalisme dan Nilai Edukatif)

Judul Tesis : Cerita Rakyat Kabupaten Blora (Suatu Kajian Strukturalisme dan Nilai Edukatif)

 

A. Latar Belakang Masalah

Lokasi penelitian cerita rakyat Kabupaten Blora berada di Desa Jajang Kecamata Jiken yaitu Legenda Punden Janjang, Desa Sambong Kecamatan Sambong yaitu Legenda Kyai Anggayuda dan Kramat Sambong, Legenda Maling Genthiri di Desa Kawengan Jepon, Terjadinya Desa Gersi di Desa Gersi Jepon dan Legenda Watu Brem/Desa Pojok di Desa Pojok.

Dipilihnya lokasi penelitian cerita rakyat tersebut didasari pertimbangan bahwa dilokasi-lokasi tersebut terdapat atau memlilki cerita-cerita yang dikenal oleh masyarakat setempat berupa peninggalan-peninggalan benda fisik, makam, tempat-tempat yang dikeramatkan, semuanya berkaitan erat dengan tokoh sejarah yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara, prasasti, petilasan, penemuan arca-arca purkakala, dan lain-lain. Kajian strukturalisme dan nilai edukatif cerita rakyat Kabupaten Blora diharapkan nantinya dapat member manfaat positif bagi masyarakat di Kabupaten Blora Khususnya dan menambah kekayaan budaya.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Berupa apa sajakah jenis-jenis cerita rakyat di Kabupaten Blora?
  2. Bagaimanakah struktur cerita rakyat di Kabupaten Blora?
  3. Bagaimanakah nilai edukatif yang terkandung dalam cerita rakyat di Kabupaten Blora?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

untuk menginventariskan, mendokumentasikan serta mempopulerkan cerita rakyat yang ada di Kabupaten Blora, mendeskripsikan struktur cerita rakyat di Kabupaten Blora, serta mendeskripsikan nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam cerita rakyat di Kabupaten Blora.

Tujuan Khusus

  • Mendeskripsikan dan menjelaskan jenis-jenis cerita rakyat di Kabupaten Blora.
  • Mendeskripsikan dan menganalisis struktur cerita rakyat di Kabupaten Blora meliputi isi cerita, tema, alur cerita/plot, tokoh, latar/setting, dan amanat yang terdapat dalam cerita rakyat di Kabupaten Blora.
  • Mendeskripsikan muatan nilai edukatif yang terkandung dalam cerita rakyat Kabupaten Blora meliputi nilai pendidikan, pendidikan adat, pendidikan agama/religi, dan nilai pendidikan kepahlawanan.

 

D. Simpulan

Jenis cerita rakyat Kabupaten Blora yang dihimpun dan dianalisis dalam penelitian ini berjumlah lima yaitu:

(1) Cerita Rakyat Legenda Punden Janjang di Desa Janjang, Kecamatan Jiken

(2) Cerita Rakyat Legenda Desa Watu Brem dan Pojok Watu di Desa Pojok Kecamatan Sambong

(3) Cerita Rakyat Terjadinya Desa Gersi di Desa Gersi Kecamatan Jepon

(4) Cerita Rakyat Maling Kentiri di Desa Kawengan Kecamatan Jepon

(5) Cerita Rakyat Legenda Kiai Anggayuda dan Keramat Sambong di Desa Sambong Kecamatan Sambong. Struktur cerita rakyat Kabupaten Blora tersebut terbagi menjadi lima, yaitu:

(1) Tema tentang kisah perjalanan dan pengembaraan

(2) Alur yang digunakan adalah alur maju atau alur lurus pada semua cerita rakyat yang diteliti.

(3) Tokoh dan penokohan, tokoh yang terlibat di dalam cerita rakyat Kabupaten Blora adalah tokoh manusia yang memiliki watak baik dan memiliki kelebihan dan kesaktian.

(4) Latar atau setting yang ada dalam cerita rakyat Kabupaten Blora adalah lebih didominasi oleh latar tempat.

(5) amanat yang terkandung dalam cerita rakyat Kabupaten Blora cukup bervariasi.

Muatan nilai edukatif yang terkandung dalam cerita rakyat Kabupaten Blora meliputi:

(1) nilai pendidikan moral

(2) nilai pendidikan adat

(3) nilai pendidikan agama

(4) nilai pendidikan keagamaan.

Dengan ditemukannya beberapa nilai edukatif dalam cerita rakyat Kabupaten Bloramemiliki relevansi dan kontribusi dalam pengajaran sastra di sekolah, dan dapat dijadikan materi pelajaran sastra di sekolah-sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Blora yang disesuaikan dengan jenjang pendidikannya.