Tesis Manajemen: Pengaruh ROA, Vol. Perdagangan, EPS&Tingkat Suku Bunga trhdp Harga Saham

Judul Tesis : Analisis Pengaruh Return On Assets, Volume Perdagangan, Earning Per Share dan Tingkat Suku Bunga terhadap Harga Saham Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index Bursa Efek Jakarta

 

A. Latar Belakang

Perkembangan pasar modal di Indonesia semakin pesat pada tahun 1990-an, menyusul diberlakukannya UU Pasar Modal No. 8 tahun 1995 yang efektif berlaku mulai Januari 1996. Namun, laju perkembangan pasar modal Indonesia harus terhambat dengan adanya krisis ekonomi yang melanda pada pertengahan tahun 1997 hingga tahun 1998. Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) mulai lesu. Jumlah emiten hanya tumbuh sebesar 1% dengan nilai emisi saham tumbuh sebesar 7,1% pada tahun 1998 dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan untuk obligasi, tidak ada emiten baru yang menerbitkan obligasi sepanjang tahun 1998 (Masterplan Pasar Modal Indonesia 2005-2009).

Kondisi ini membuat pihak pengelola BEJ berupaya menarik minat investor menanamkan modalnya dengan berbagai cara. Salah satu target investor potensial yang dibidik adalah investor timur tengah yang kebanyakan beragama Islam. Para investor ini menginginkan untuk menginvestasikan dananya pada sektor usaha yang jelas kehalalannya. Hal inilah yang mendasari diluncurkannya Jakarta Islamic Index atau yang sering disebut dengan indeks syariah pada tanggal 3 Juli 2000 (Republika).

 

B. Rumusan Masalah

Apakah variabel EPS, ROA, tingkat suku bunga dan volume perdagangan secara bersama-sama maupun parsial berpengaruh terhadap harga saham perusahaan yang terdaftar di JII?

 

 

C. Landasan Teori

Pengertian Pasar Modal

UU No. 8/1995 pasal 13 tentang pasar modal mendefinisikan pasar modal sebagai: Kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.

Efisiensi Pasar Modal

Pasar modal adalah sarana untuk proses alokasi modal. Pasar modal juga berfungsi sebagai penilai kontinyu terhadap nilai suatu perusahaan. Pasar modal yang efisien haruslah menyediakan likuiditas dengan biaya transaksi minimum sebagai syarat terbentuknya efisiensi harga yang mencerminkan nilai intrinsik suatu perusahaan (Achsien, 2000). Menurut Fama (dalam Nusantara, Agung, 2004), pasar efisien adalah suatu pasar dimana harganya senantiasa mencerminkan sepenuhnya informasi yang tersedia. Obaidullah (dalam Achsien, 2000) menjelaskan bahwa pasar yang efisien adalah pasar yang stabil, dimana fluktuasi harga karena perilaku irasional disingkirkan. Ketidakwajaran dalam fluktuasi harga disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah spekulasi.

Harga Saham

Harga saham pada hakekatnya merupakan pencerminan besarnya pengorbanan yang harus dilakukan oleh investor untuk penyertaan dalam perusahaan. Harga ini di pasar sekunder akan mengalami pergerakan sesuai dengan kekuatan permintaan dan penawaran. Tinggi rendahnya harga saham lebih banyak dipengaruhi oleh pertimbangan penjual dan pembeli yang bertransaksi di bursa. Pertimbangan itu mencakup kebijakan internal perusahaan, situasi dan kebijakan perekonomian, kondisi dunia usaha dan kemampuan menganalisa sekuritas.

 

D. Metode Penelitian

Sifat penelitian ini adalah survei data sekunder.

Populasi dari penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang tergabung dalam JII di BEJ selama periode analisis Januari 2001 sampai dengan Desember 2003.

Dalam penelitian ini perusahaan yang dipilih sebagai sampel adalah perusahaan yang terdaftar dalam JII di BEJ selama periode 2001 – 2003 menerbitkan laporan keuangannya secara lengkap di BEJ selama periode pengamatan.

Dalam penelitian ini perusahaan yang digunakan sebagai sampel dipilih secara random sampling.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.

 

E. Kesimpulan Tesis

  1. Model yang digunakan dalam penelitian ini sudah lolos uji asumsi klasik dan uji normalitas. Dengan demikian hasil analisis dalam penelitian ini tidak bias. Dari hasil analisis, keempat variabel independen yang digunakan dalam regresi tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan yang terdaftar di JII. Hal ini ditunjukkan oleh koefisien F statistik yang signifikan pada level α = 0,05. Adjusted R-Square penelitian ini sebesar 0,375997 yang berarti bahwa 37,60% dari variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen. Sedangkan sisanya sebesar 62,40% dijelaskan oleh faktor lain di luar model regresi.
  2. Pengaruh variabel independen terhadap variable dependen yang ditunjukkan oleh hasil uji F (uji secara bersama-sama) dan uji t (uji secara individu) diperoleh hasil sebagai berikut :
    1. Earning per Share (EPS) memiliki koefisien yang signifikan baik secara bersama-sama maupun secara individu, sesuai dengan hipotesis alternatif yang dikemukakan. Sehingga EPS dapat digunakan untuk memperkirakan harga saham pada JII. Dengan demikian, apabila EPS naik, harga saham akan naik. Hal ini terjadi karena para investor rela berkorban lebih banyak untuk mendapatkan saham yang dipandang lebih menguntungkan.
    2. Return on Assets (ROA) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan yang terdaftar di JII.
    3. Tingkat suku bunga (SBI) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan yang terdaftar di JII. Hal ini terjadi karena SBI tidak bersentuhan langsung dengan harga saham. Kenaikan SBI akan membuat para investor mengalihkan investasi dananya ke deposito jika ternyata return yang diberikan oleh deposito akibat naiknya SBI lebih besar daripada return yang dihasilkan jika dana tersebut diinvestasikan ke pasar modal.

 

Contoh Tesis Manajemen

  1. Analisis Keputusan Pembelian Kain Pada Toko Textile MAC Mohan Surakarta
  2. Analisis Pengaruh Pergerakan Pesawat Komersial terhadap Pergerakan Penumpang
  3. Analisis Pengaruh Return On Assets, Volume Perdagangan, Earning Per Share
  4. Analisis Perencanaan dan Penentuan Kombinasi Produk Optimal Untuk Memaksimalkan Laba dalam Pembangunan Perumahan Puri Pudak Payung Asri (P4a) Di Semarang
  5. Analisis Pert dan CPM untuk Pesanan Khusus pada Cv. Batik Surya Kencana