Skripsi Ekonomi: Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Bagi Hasil trhdp Deposito

Judul Skripsi : Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Bagi Hasil terhadap Deposito Mudharabah ( Bank Syariah Mandiri )

 

A. Latar Belakang

Penabung atau deposan bersifat profit motif adalah dilihat dari segi tingkat suku bunga bank konvensional, jika tingkat suku bunga lebih tinggi dari tingkat bagi hasil maka nasabah memilih untuk menyimpan dananya dibank konvensional dan sebaliknya jika tingkat bagi hasil lebih besar dari tingkat suku bunga maka nasabah memilih untuk menyimpan dananya di bank syariah. Pada masyarakat sekarang lebih memilih untuk mendepositokan dananya dari pada menabung tabungan biasa, dengan alas an bahwa keuntungan yang didapat adalah lebih besar walaupun memang risiko yang dihadapi cukup besar juga. Dapat dilihat dari perbandingan saldo berdasarkan laporan keuangan Bank Syariah mandiri, total deposito mudharabah sampai bulan oktober 2006 sebesar 3.587.212.180.224,00, 34% dari total deposito tersebut adalah deposito berjangka 1 bulan, dan sisanya terbagi untuk deposito berjangka 3 bulan mempunyai volume sebesar 30% dari total deposito, 6 bulan sebesar 19% dan 12 bulan sebesar 17%.

Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas maka penulis bermaksud untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Bagi Hasil terhadap Deposito Mudharabah Bank Syariah Mandiri.”

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pengaruh suku bunga bank umum sebagai pembanding bagi hasil berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap volume deposito mudharabah?
  2. Bagaimana tingkat bagi hasil berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap volume deposito mudharabah khususnya pada simpanan deposito mudharabah di Bank Syariah Mandiri?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Mudharabah

Mudharabah berasal dari kata adhdharbu fil ardhi, yaitu bepergian untuk urusan dagang. Firman Allah dalam surat 73 ayat 20, “mereka bepergian di muka bumi mencari karunia Allah”. disebut juga qiradh yang berasal dari kata al qardhu yang berarti al qath’u (potongan) karena pemilik memotong sebagian hartanya untuk diperdagangkan dan memperoleh sebagian keuntungan.

Pengertian bagi hasil

Bagi hasil adalah pembagian keuntungan yang berdasarkan nisbah dalam perjanjian antara deposan dengan mudharib. Nisbah bagi hasil ini besarannya adalah 51:49, 60:40, atau tergantung pada akad yang disepakati bersama dan bagi hasil yang diterima tergantung dari keuntungan yang didapat oleh bank.

Pengertian bunga

Bunga atau riba adalah penambahan, perkembangan, peningkatan dan pembesaran yang diterima pemberi pinjaman dari peminjam dari jumlah pinjaman pokok sebagai imbalan karena menangguhkan atau berpisah dari sebagian modalnya selama periode waktu tertentu. Secara umum riba adalah pengambilan tambahan yang harus dibayarkan, baik dalam transaksi jual beli maupun pinjam meminjam yang bertentangan dengan prinsip syariah ( Heri Sudarsono, 2003. 10-11 ).

 

D. Metode Penelitian

Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder runtun waktu (time series) yang mana diperoleh dari laporan keuangan Bank Syariah Mandiri periode Januari 2004 sampai Oktober 2006.

Model ekonometri yang digunakan adalah Partial Adjusment Model (PAM) linier.

Pengujian secara statistik penelitian ini menggunakan uji t statistik, uji f statistik, dan Koefisien determinasi majemuk.

 

E. Kesimpulan Skripsi

  1. Bahwa sifat nasabah untuk mendepositokan dananya di bank adalah karena keuntungan semata. Dilihat dari keuntungan yang menjanjikan oleh setiap bank, kalau pada bank konvensional sendiri dilihat dari tingkat suku bunga tersebut, jika tingkat suku bunga bank konvensional lebih tinggi dari bagi hasil, maka nasabah memilih untuk menyimpan danaya di bank konvensional. Terlihat dari penelitian ini dimana terbukti suku bunga berpengaruh negatif pada volume deposito mudharabah Bank Syariah Mandiri. Dan untuk tingkat bagi hasil sendiri tidak mempengaruhi nasabah untuk mendepositokan dananya di bank syariah, karena dipengaruhi oleh faktor lain yaitu aksesibilitas, kredibilitas, profesionalisme, fasilitas pelayanan bank itu sendiri.
  2. Pengaruh yang ditimbulkan dari variabel tingkat suku bunga jika naik sebesar 1 persen untuk jangka panjang sebesar 79.366 persen lebih besar dari pengaruh yang ditimbulkan dalam jangka pendek sebesar 44 persen. Kemudian untuk pengaruh tingkat bagi hasil dalam jangka pendek maupun jangka panjang jika naik sebesar 1 persen tidak berpengaruh dilihat dari ketidaksignifikan variabel tersebut terhadap deposito mudharabah di Bank Syariah Mandiri.

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Pengaruh Penanaman Modal Asing dan Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Negara
  2. Pengaruh Tenaga Kerja, Ekspor dan Inflasi terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Propinsi
  3. Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Bagi Hasil terhadap Deposito Mudharabah ( Bank Syariah Mandiri )
  4. Analisis Biaya – Volume – Laba Sebagai Alat Bantu Perencanaan Laba
  5. Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Dividen Kas di Bursa Efek Jakarta

 

Skripsi Ekonomi: Pengaruh Tenaga Kerja, Ekspor dan Inflasi trhdp PMDN

Judul Skripsi : Pengaruh Tenaga Kerja, Ekspor dan Inflasi terhadap Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN) di Propinsi Jawa Tengah Periode Tahun 1985– 2005

 

A. Latar Belakang

Daerah dalam meraih investasi di daerah harus memperhatikan peningkatan nilai investasi dan sekaligus pemberdayaan investasi kalangan dunia usaha lokal. Diharapkan dengan menggaet investor besar baik PMA maupun PMDN ke daerah akan dapat menimbulkan dampak positif bagi pengembangan dunia usaha daerah dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang nantinya bermuara kepada peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat di daerah. Akhirnya dapat disimpulkan memberdayakan investasi daerah bahwa dalam rangka memacu pertumbuhan perekonomian daerah sangat diperlukan kerjasama antar daerah. Iklim investasi yang kondusif, jaminan keamanan dan kepastian hukum diharapkan dapat meningkatkan nilai investasi ke daerah. Seperti pada tahun 1989 dan tahun 1990 mengalami kenaikan yang cukup tinggi yaitu dari 808,52 Milyar rupiah menjadi 5.715 Milyar rupiah, pada tahun 1998 dan tahun 1999 terjadi penurunan yang cukup besar yaitu 2.574,9 Milyar rupiah menjadi 804,3 Milyar rupiah. Kenaikan dan penurunan tersebut terjadi pada saat terjadi krisis ekonomi.

Mengingat ingin mengetahui peran Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri terhadap stabilitas perekonomian suatu daerah maka dalam penelitian ini penulis mengambil judul “Pengaruh Tenaga Kerja, Ekspor dan Inflasi terhadap Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN) di Propinsi Jawa Tengah Periode Tahun 1985– 2005”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah Tenaga kerja berpengaruh terhadap Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN) di Propinsi Jawa Tengah ?
  2. Apakah Ekspor berpengaruh terhadap Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN) di Propinsi Jawa Tengah ?
  3. Apakah Inflasi berpengaruh terhadap Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN) di Propinsi Jawa Tengah ?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Investasi

Menurut Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus, investasi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh para penanam modal yang menyangkut penggunaan sumber-sumber seperti peralatan, gedung, peralatan produksi dan mesin-mesin baru lainnya atau persediaan yang diharapkan akan memberikan keuntungan dari investasi tersebut.

Teori Tentang Tenaga Kerja

Di Indonesia, pengertian tenaga kerja atau man power adalah mencakup penduduk yang sudah bekerja, sedang mencari pekerjaan, dan yang sedang melakukan kegiatan lain seperti bersekolah dan mengurus rumah tangga. Tiga golongan terakhir, yakni pencari kerja, bersekolah, dan mengurus rumah tangga, walaapun sedang tidak bekerja, mereka dianggap secara fisik mampu bekerja dan dapat sewaktu-waktu bekerja (Simanjuntak, 1985)

Ekspor

Kegiatan ekspor adalah sistem perdagangan dengan cara mengeluarkan barang-barang dari dalam negeri keluar wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku. Ekspor merupakan total barang dan jasa yang dijual oleh sebuah negara ke negara lain, termasuk diantara barang-barang, asuransi, dan jasa-jasa pada suatu tahun tertentu (Sasandara, 2005).

 

D. Metode Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.

Analisis data yang dilakukan dengan Metode Regresi Kuadrat Terkecil/OLS (ordinary least square).

 

E. Kesimpulan

  1. Tenaga kerja berpengaruh positif terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Propinsi Jawa Tengah. Artinya setiap kenaikan tenaga kerja akan meningkatkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Propinsi Jawa Tengah
  2. Ekspor berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Propinsi Jawa Tengah. Artinya setiap kenaikan ekspor akan meningkatkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Propinsi Jawa Tengah
  3. Inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Propinsi Jawa Tengah. Artinya setiap kenaikan inflasi akan meningkatkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Propinsi Jawa Tengah.

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Pengaruh Penanaman Modal Asing dan Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Negara
  2. Pengaruh Tenaga Kerja, Ekspor dan Inflasi terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Propinsi
  3. Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Bagi Hasil terhadap Deposito Mudharabah ( Bank Syariah Mandiri )
  4. Analisis Biaya – Volume – Laba Sebagai Alat Bantu Perencanaan Laba
  5. Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Dividen Kas di Bursa Efek Jakarta

 

Skripsi Ekonomi: Penanaman Modal Asing dn Ekspor trhdp Pertumbuhan Ekonomi

Judul Skripsi : Pengaruh Penanaman Modal Asing dan Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Negara – Negara Muslim : 2004-2005

 

A. Latar Belakang

Pengaruh investasi asing mempunyai arti penting terhadap pertumbuhan ekonomi dan ekspor di negara-negara muslim. Sampai saat ini konsep pembangunan dengan menggunakan modal asing masih sering menimbulkan pendapat. Foreign Direct Investment (FDI) dipandang sebagai cara yang lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan perekonomian. Dengan melalui FDI, modal asing dapat memberikan kontribusi yang lebih baik kedalam proses pembangunan. Mengingat pentingnya investasi asing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, maka negara-negara muslim harus terus berupaya untuk membuat investasi yang kondusif dengan cara deregulasi dan debirokrasi, dengan penyederhanaan mekanisme perijinan sehingga dapat menarik minat para investor asing untuk menanamkan modalnya ke negara-negara muslim.

Bagi negara muslim yang perekonomiannya masih sangat bergantung pada pinjaman/bantuan negara lain, ekspor untuk produk-produk dengan nilai tambah yang tinggi sangatlah penting. Akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan, ekspor diharapkan dapat menjadi motor penggerak proses pemulihan ekonomi nasional. Berdasarkan uraian diatas maka penulis mengambil judul “Pengaruh Penanaman Modal Asing dan Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Negara-Negara Muslim : 2004-2005”.

 

B. Rumusan Masalah

Pokok Permasalahan dalam penelitian ini yaitu Bagaimana pengaruh penanaman modal asing dan ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi di negara – negara muslim pada tahun 2004 dan tahun 2005.

 

C. Landasan Teori

Arti Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi adalah proses terjadi kenaikan produk nasional bruto riel atau pendapatan nasional riel. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan output riel. Output total riel suatu perekonomian bisa juga tetap konstan atau mengalami penurunan sepanjang waktu. Ini berarti perekonomian statis atau mengalami penurunan (stagnasi). Perubahan ekonomi meliputi baik pertumbuhan, statis ataupun stagnasi pendapatan nasional riel. Penurunan merupakan perubahan negatif, sedangkan pertumbuhan merupakan perubahan positif (Faried Wijaya, 1990 : 262).

Penanaman Modal Asing (PMA)

Penanaman modal asing (PMA) merupakan aliran arus modal yang berasal dari luar negri yang mengalir ke sektor swasta baik yang melalui investasi langsung (Direct Investment) maupun investasi tidak langsung (Portofolio). (Suyatno, 2003;72)

 

Ekspor

Kegiatan ekspor adalah sistem perdagangan dengan cara mengeluarkan barang-barang dari dalam negeri keluar negeri dengan memenuhi ketentuan yang berlaku. Ekspor merupakan total barang dan jasa yang dijual oleh sebuah negara ke negara lain, termasuk diantara barang-barang, asuransi, dan jasa-jasa pada suatu tahun tertentu (Bambang Triyoso, 1984).

 

D. Metode Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder.

Tingkat pertumbuhan ekonomi yang digunakan dalam perhitungan menggunakan GDP riil pada tahun 2004 dan tahun 2005 yang dinyatakan dalam persen.

Pengujian statistik ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah model regresi non linier merupakan model yang tepat untuk menggambarkan hubungan antar variabel dan apakah ada hubungan yang signifikan diantara variabel-variabel dependen dengan variabel-variabel penjelas.

Pengujian ini dilakukan atau dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya autokorelasi, heteroskedastisitas, dan multikoliniaritas.

 

E. Kesimpulan

  1. Dari hasil estimasi yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa Penanaman Modal Asing (PMA) dan Ekspor berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap Pertumbuhan Ekonomi di negara-negara muslim pada tahun 2004-2005.
  2. Hasil pengujian yang sudah dilakukan, variabel Penanaman Modal Asing (PMA) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di negara-negara muslim.
  3. Hasil pengujian yang sudah dilakukan, variabel Ekspor pengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di negara-negara muslim pada tahun 2004-2005.

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Pengaruh Penanaman Modal Asing dan Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Negara
  2. Pengaruh Tenaga Kerja, Ekspor dan Inflasi terhadap Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Propinsi
  3. Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Bagi Hasil terhadap Deposito Mudharabah ( Bank Syariah Mandiri )
  4. Analisis Biaya – Volume – Laba Sebagai Alat Bantu Perencanaan Laba
  5. Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Dividen Kas di Bursa Efek Jakarta

Skripsi Ekonomi: Pengaruh Asset Growth trhdp Beta Saham pd Perusahaan Manufaktur

Judul Skripsi : Pengaruh Asset Growth, Debt To Equity Ratio, Return On Equity dan Earning Per Share terhadap Beta Saham pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta Periode 2002-2004

 

A. Latar Belakang

Semua investasi mengandung unsur ketidakpastian atau risiko. Pemodal atau investor tidak tahu dengan pasti hasil yang akan diperoleh dari investasi yang dilakukan. Dalam keadaan semacam itu dikatakan bahwa pemodal tersebut menghadapi resiko dalam investasi yang dilakukannya. Pada situasi ketidakpastian pemodal hanya bisa mengharapkan tingkat resiko yang akan muncul. Mereka tidak dapat mengetahui dengan pasti tingkat keuntungan yang akan diperoleh. Ketidak pastian atau resiko investasi tersebut diukur dengan penyebaran nilai tingkat keuntungan di sekitar nilai tingkat keuntungan yang diharapkan. Ukuran penyebaran ini adalah deviasi standar atau Variace. Karena itu resiko mempunyai dua dimensi, yaitu menyimpang lebih besar atau lebih kecil dari yang diharapkan.

Para pemodal akan melakukan diversifikasi investasi agar dapat mengurangi resiko yang akan mereka tanggung. Mereka mengkombinasikan berbagai sekuritas dalam investasi mereka. Dengan kata lain, mereka membentuk porofolio. Jadi portofolio tidak lain adalah sekumpulan kesempatan investasi dengan tujuan untuk menurunkan tingkat resiko.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah asset growth berpengaruh terhadap Beta saham sesudah koreksi?
  2. Berapa besar tingkat pengaruh asset growth terhadap Beta saham sesudah koreksi?
  3. Apakah debt to equity ratio berpengaruh terhadap Beta saham sesudah koreksi?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Beta Saham

Resiko dalam hal ini ditunjukkan dengan Beta (adalah merupakan koefisien regresi antara dua variabel, yaitu kelebihan tingkat keuntungan portofolio pasar (excess return of market portifolio), dan kelebihan keuntungan suatu saham (excess return of stock).

 

Perdagangan Tidak Sinkron

Perdagangan tidak sinkron juga sering terjadi dalam satu hari perdagangan. Perdagangan sinkron terjadi jika beberapa sekuritas hanya diperdagangkan pada pagi hari saja yang harganya kemudian dibawa sampai pasar ditutup yang kemudian harga tersebut digunakan untuk menghitung indeks pasar pada pagi hari itu. Bias ini terjadi karena anggapannya indeks pasar dihitung dari harga-harga sekuritas yang diperdagangkan sampai detik terakhir pasar ditutup pada hari itu. Karena masalah perdagangan tidak sinkron disebabkan oleh masalah periode waktu, maka masalah ini juga disebut dengan periodicity problem dan intervalling problem.

 

Beta untuk Pasar Modal Berkembang

Beta untuk pasar modal yang berkembang perlu disesuaikan. Alasannya adalah Beta yang belum disesuaikan masih merupakan Beta yang bias disebabkan oleh perdagangan yang tidak sinkron (non-synchronous trading). Perdagangan tidak sinkron ini terjadi di pasar yang transaksi perdagangannya jarang terjadi atau disebut dengan pasar yang tipis (thin market).

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Pengaruh Asset Growth, Debt To Equity Ratio, Return On Equity dan Earning Per Share
  2. Pengaruh Penanaman Modal Asing dan Ekspor terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Negara – Negara Muslim : 2004-2005
  3. Pengaruh Tenaga Kerja, Ekspor dan Inflasi terhadap Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN) di Propinsi
  4. Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Bagi Hasil terhadap Deposito Mudharabah ( Bank Syariah Mandiri )
  5. Analisis Biaya – Volume – Laba Sebagai Alat Bantu Perencanaan Laba

Skripsi Manajemen: Pengaruh Struktur Modal pd Perusahaan Otomotif

Judul Skripsi : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta

 

A. Latar Belakang

Semakin berkembangnya pembangunan industri otomotif saat ini, maka perusahaan otomotif dituntut untuk lebih profesional dalam kinerjanya serta mempunyai wawasan yang luas agar dapat menghasilkan atau menciptakan produk otomotif yang berkualitas baik sehingga konsumen akan tertarik dan sanggup mengeluarkan berapapun dananya untuk sebuah produk otomotif tersebut.

Berdasarkan latar belakang tersebut, terlihat bahwa keputusan struktur modal merupakan keputusan yang sangat penting dalam kelangsungan hidup perusahaan, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal pada Perusahaan Otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta”

 

B. Rumusan Masalah

Bagaimana pengaruh profitabilitas, struktur aktiva, pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan, dan pajak terhadap struktur modal pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta?

 

C. Kajian Pustaka

Struktur Modal

Struktur modal merupakan perbandingan atau imbangan pendanaan jangka panjang perusahaan yang ditunjukkan oleh perbandingan hutang jangka panjang terhadap modal sendiri (Martono dan Agus, 2007). Sutrisno (2001) mendefinisikan struktur modal merupakan pembelanjaan permanen dimana mencerminkan perimbangan antara modal asing dengan unsur-unsur modal sendiri.

Agency Theory

Menurut Jensen dan Meckling (Horne dan Makowitz, 2007; 244), salah satu pendapat dari teori agensi adalah siapapun yang mengeluarkan biaya pengawasan, biaya tersebut pada akhirnya ditanggung oleh pemegang saham. Contohnya, para pemilik utang, karena mengantisipasi biaya pengawasan, akan membebankan bunga yang lebih tinggi. Semakin besar kemungkinan biaya pengawasan, semakin tinggi biaya bunga dan semakin rendah nilai perusahaan bagi para pemegang saham. Jumlah pengawasan yang diisyaratkan oleh pemilik utang akan naik sejalan dengan jumlah utang yang belum dilunasi. Jika hanya ada sedikit atau tidak ada utang, para pemberi pinjaman hanya dapat melakukan pengawasan terbatas, sementara jika terdapat banyak utang, mereka mungkin dapat mendesak pengawasan yang ekstensif.

Faktor-Faktor yang mempengaruhi Struktur Modal

Oleh karena itu, manajer keuangan di dalam operasinya perlu berusaha untuk memenuhi suatu sasaran tertentu mengenai perimbangan antara besarnya hutang dan jumlah modal sendiri. Untuk menentukan perimbangan antara total hutang dengan modal sendiri yang tercermin dalam struktur modal perusahaan perlu diperhitungkan berbagai faktor yang mempengaruhi struktur modal. Menurut Brigham dan Houston (2006 ; 42), perusahaan umumnya mempertimbangkan faktor-faktor berikut ketika membuat keputusan-keputusan struktur modal :

  1. Stabilitas penjualan
  2. Struktur aktiva
  3. Leverage operasi
  4. Tingkat pertumbuhan
  5. Profitabilitas
  6. Pajak
  7. Pengendalian
  8. Sikap manajemen
  9. Ukuran perusahaan
  10. Fleksibilitas Keuangan

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh profitabilitas, struktur aktiva, pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan, dan pajak terhadap struktur modal dengan menggunakan regresi linier berganda melalui program SPSS.

Data yang digunakan yaitu berupa laporan keuangan dari Perusahaan Otomotif yang listing di Bursa Efek Jakarta periode tahun 2001 sampai dengan tahun 2005.

 

E. Kesimpulan

  1. Secara bersama – sama Struktur Profitabilitas (X1), Struktur Aktiva (X2), Pertumbuhan Penjualan (X3), Ukuran perusahaan (X4), dan Pajak (X5) berpengaruh secara signifikan terhadap Struktur modal pada perusahaan Otomotif di Bursa Efek Jakarta. Sedangkan besarnya pengaruh kelima variabel bebas tersebut adalah sebesar 13,7%, sedangkan sisanya 86,3% dipengaruhi oleh variabel bebas lainnya.
  2. Secara parsial variabel ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap stuktur modal perusahaan. Artinya semakin besar ukuran perusahaan maka semakin besar perusahaan dalam menggunakan leveragenya.
  3. Secara parsial variabel profitabilitas, struktur aktiva , pertumbuhan penjualan dan pajak tidak terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap struktur modal.

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Analisis Dampak Jangka Panjang Merger dan Akuisisi Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan
  2. Analisis Hubungan Display dengan Minat Beli Konsumen di Mini Market ‘X’ Tahun 1997
  3. Analisis Hubungan Sistem Penilaian Prestasi Kerja dengan Motivasi Kerja Karyawan Non Manajer
  4. Peranan Saluran Pemasaran dalam Meningkatkan Penjualan pada PT. Asuransi Bintang, Kantor Cabang Bandung
  5. Analisis Perpindahan Konsumen Pada Penyedia Jasa Telepon Selular dari Provider Lain Menuju Exelcomindo

 

Skripsi Manajemen: Sistem Perawatan Arsip Tekstual di Badan Arsip

Judul Skripsi : Sistem Perawatan Arsip Tekstual di Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah

 

A. Latar Belakang

Berhubung dengan nilai informasi tinggi yang terkandung dalam arsip, maka Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah memerlukan suatu kegiatan atau usaha untuk merawat serta menyelamatkan fisik arsip tersebut sehingga informasinya dapat terselamatkan juga. Perawatan adalah aktivitas untuk menyimpan dan melindungi fisik arsip dari kerusakan serta mempertahankan kondisi arsip agar tetap baik dan mengadakan perbaikan terhadap arsip yang rusak agar informasinya tetap terpelihara. (Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 110 Tahun 2003, Tentang Pedoman Perawatan Arsip di lingkungan Pemerintah Propinsi jawa Tengah: Badan Arsip Daerah Provinsi. Jawa Tengah; 2003, hal ii).

Dengan adanya proses perawatan arsip yang baik, maka akan menunjang kegiatan layanan jasa kearsipan kepada pengguna arsip (user) khususnya, serta masyarakat pada umumnya. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengangkat sebagai topik, dengan judul “Sistem Perawatan Arsip Tekstual di Badan Arsip Daerah Propinsi Jawa Tengah”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana sistem perawatan arsip tekstual di Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah?
  2. Kendala apa saja yang terjadi sistem perawatan arsip tekstual di Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah?
  3. Bagaimana cara mengatasi kendala-kendala pada sistem perawatan arsip tekstual di Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah?

 

C. Landasan Teori Skripsi

Pengertian Sistem

Sistem merupakan suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh, untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan (Baridwan 1991:3).

Sistem perawatan arsip

Sistem perawatan arsip berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Tengah nomor 110 tahun 2003 tentang pedoman perawatan arsip di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meliputi kamperisasi, fumigasi dan perawatan fisik arsip. Kegiatan perawatan arsip perlu memperhatikan sarana dan prasarana perawatan arsip serta faktor-faktor dari luar dan dalam perlu diperhatikan demi menjaga keutuhan arsip.

Arsip

Arsip adalah segala kertas, naskah, buku, foto, film, micro film, rekaman suara, gambar peta, bagan atau dokumen-dokumen lain dalam segala macam bentuk dan sifatnya, aslinya atau salinan, serta segala cara penciptaannya, dan yang dihasilkan atau yang diterima suatu badan, sebagai bukti dari tujuan, organisasi fungsi-fungsi, prosedur-prosedur, pekerjaanpekerjaan atau kegiatan lainya dari pemerintah atau karena pentingnya informasi yang terkandung didalamnya (Pariata Westra, 1980 : T.24).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini mengambil tempat di Kantor Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah yang berada di Jalan Setia Budi Srondol Semarang.

Dalam pengumpulannya menggunakan bahan buku, literatur, dan media lainnya yang berkaitan dengan obyek yang diteliti tentang sistem perawatan arsip tekstual, sumber data diperoleh dari kantor Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah jalan Setia Budi Srondol, Semarang.

Jenis Data pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan Dokumentasi. Untuk menganalisis data yang telah terkumpul, maka jika dilihat dari jenis data yang dipakai, penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif.

E. Kesimpulan

  1. Sistem perawatan arsip tekstual di Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah meliputi kamperisasi, fumigasi, dan perbaikan fisik arsip atau
  2. Kendala-kendala muncul pada sistem perawatan arsip tekstual di Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah adalah kurangnya segi pendanaan guna menunjang kelengkapan sarana dan prasarana dalam perawatan arsip tekstual di Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah yang belum berjalan dengan baik sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh Gubernur. Karena untuk perbaikan (restorasi) arsip tekstual khususnya laminasi belum dapat dilaksanakan karena biaya operasional yang sangat tinggi dan peralatan yang masih minim atau belum bisa di jangkau, sehingga untuk arsip tekstual atau kertas yang sudah mulai rapuh belum cepat teratasi dengan baik. Kendala yang lain dalam proses perawatan arsip tekstual di Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah adalah dari sumber daya manusia dalam kegiatan perawatan arsip itu sendiri.
  3. Cara mengatasi kendala-kendala yang muncul dalam sistem perawatan arsip tekstual di Badan arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah, dimana kendala-kendala dalam sistem perawatan arsip tekstual disebabkan oleh kurangnya dana untuk melengkapi sarana dan prasarana perawatan arsip Maka Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah untuk mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana dalam sistem perawatan arsip tekstual melakukan kerjasama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta. Guna mengatasi kendala sumber daya manusia yang kurang memadai pada sistem perawatan arsip tekstual di Badan Arsip Daerah provinsi Jawa tengah mengikut sertakan arsiparis-arsiparis yang ada di Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah dalam diklat-diklat tentang ilmu kearsipan terutama pada bidang perawatan yang memang membutuhkan arsiparis-arsiparis yang bermutu.

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Analisis Tingkat Kebangkrutan Model Altman dan Foster
  2. Hubungan Kredit Usaha Baitul Maal Wattamwil (BMT) dengan Pendapatan Usaha Mikro di Kabupaten Tegal
  3. Prosedur Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar pada Kantor Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa
  4. Sistem Perawatan Arsip Tekstual di Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah
  5. Analisis Hubungan Display dengan Minat Beli Konsumen di Mini Market ‘X’ Tahun 1997

 

Skripsi Manajemen: Prosedur Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar pd Kantor Dinas

Judul Skripsi : Prosedur Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar pada Kantor Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah

 

A. Latar Belakang

Kesulitan manusia dalam menyelesaikan masalah pada intinya bersumber pada dua sebab yaitu karena mereka tidak tahu cara memecahkan masalah atau karena kekurangan fakta yang mendukung berhubungan dengan masalah tersebut (Hadi, 2000 : 1). Perkembangan teknologi dewasa ini tidak terlepas dari upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan manusia yang senantiasa bertambah dan kelangkaan sumber daya pemuas kebutuhan telah mendorong manusia untuk dapat menciptakan suatu cara yang efektif dan efisien dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada.

Perkembangan kehidupan manusia yang terjadi dewasa ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi yang ada. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi maka perpindahan informasi dari satu tempat ke tempat lain tidak lagi membutuhkan waktu yang lama. Perpindahan informasi dapat terjadi apabila terdapat interaksi antara dua pihak atau lebih. Interaksi ini diwujudkan dengan aktifitas komunikasi yang dapat terjadi baik secara lisan maupun secara tertulis. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi maka interaksi lisan maupun tertulis ini dapat terjadi tanpa harus bertemunya dua pihak atau lebih secara langsung (tatap muka) untuk melaksanakan aktifitas komunikasi tersebut.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana prosedur pengelolaan surat masuk dan surat keluar pada kantor Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah?
  2. Kendala-kendala apa yang dihadapi oleh kantor Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluarnya?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Surat

Surat menurut Hidajat dalam Moekijat (1982 : 50) adalah kertas sehelai atau lebih dimana dituliskan suatu pernyataan atau berita atau sesuatu yang hendak orang nyatakan, beritakan atau ditanyakan kepada orang lain. Menurut Atmosudirdjo dalam Moekijat (1982 : 50) surat adalah helai kertas yang ditulis (pada waktu ini umumnya diketik) atas nama pribadi penulis, atau atas nama kedudukanya dalam organisasi, yang ditujukan pada suatu alamat tertentu dan memuat sesuatu “ bahan komunikasi “.

Kualifikasi Surat

Setiap surat pada umumnya ditentukan sifat/kualifikasinya. Kualifikasi Surat adalah penentuan atau penegasan tentang tingkat pentingnya suatu surat, dilihat dari segi siapa yang berhak menerimanya/ membacanya, pertanggungan jawab atasnya, bagaimana cara mengolah dan menanganinya. (Wirladihardjo, H. Moftie, 1991 : 70).

Prosedur Surat masuk

Surat masuk merupakan sarana komunikasi tertulis yang diterima dari dari instansi lain atau perorangan, atau bisa dikatakan surat masuk adalah semua jenis surat yang diterima dari instansi lain maupun perorangan, baik yang diterima melalui pos (kantor pos) maupun yang diterima dari kurir (pengirim surat) dengan mempergunakan buku pengiriman (ekspedisi). (Wursanto, 1991 : 108). Pengelolaan surat dalam suatu instansi dapat digolongkan menurut penggolongan jenis surat, yaitu surat penting, surat biasa, surat rahasia, surat surat pribadi.

 

D. Metode Penelitian

Lokasi penelitian ini adalah pada Sub Bagian Umum Kantor Dipenda Prov. Jateng, adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.

Data yang terkumpul dievaluasi dengan metode analisis deskriptif.

Jenis Data pada penelitian ini yaitu data primer dan sekunder.

 

E. Kesimpulan

  1. Pada Kantor Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah Prosedur pengelolaan suratnya menggunakan asas sentralisasi dan pengelolaan suratnya dilaksanakan berdasarkan dengan berpedoman pada Petunjuk Teknis Pengelolaan Surat Masuk/ Surat Keluar dan Tata Naskah pada Dipenda Provinsi Jateng.
  2. Pada Kantor Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah Prosedur Pengelolaan surat masuknya meliputi : penerimaan surat, Pengecekan surat, penandatanganan ekspedisi, pensortiran surat, membuka sampul/ amplop, pengarahan surat, pengirim surat, Penyimpan berkas kartu kendali surat masuk, sedangkan untuk surat keluar meliputi ; pembuatan net konsep, pengetikan konsep, penggandaan surat, pengesahan surat keluar, pemberian nomor dan cap dinas, pengecekan kelengkapn surat, pencatatan dalam buku agenda, pemberian sampul surat dan Pengiriman surat. Sedangkan untuk penyimpanan suratnya Dinas Pendapatan Daerah menggunakan asas desentralisasi.
  3. Pada Kantor Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah dalam pengelolaan surat masuknya masih terdapat kendala yaitu terjadinya penumpukan surat selain itu masih minimnya pemahaman pegawai mengenai bagaimana pengelolaan surat yang efektif dan efisien sehingga didalam pelaksanaannya terdapat ketidak sesuaian dalam pengelolaan surat keluar dengan petunjuk pedoman yang ada yaitu dengan ketidak pemakaian Kartu Kendali Surat Keluar (KKSK) sehingga dapat menyebabkan kendala pada proses pengecekan surat keluar.

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Analisis Tingkat Kebangkrutan Model Altman dan Foster
  2. Hubungan Kredit Usaha Baitul Maal Wattamwil (BMT) dengan Pendapatan Usaha Mikro di Kabupaten Tegal
  3. Prosedur Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar pada Kantor Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa
  4. Sistem Perawatan Arsip Tekstual di Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah
  5. Analisis Hubungan Display dengan Minat Beli Konsumen di Mini Market ‘X’ Tahun 1997

 

Skripsi Manajemen: Kredit Usaha BMT dgn Pendapatan Usaha Mikro

Judul Skripsi : Hubungan Kredit Usaha Baitul Maal Wattamwil (BMT) dengan Pendapatan Usaha Mikro di Kabupaten Tegal

 

A. Latar Belakang Skripsi

Kredit usaha BMT atau Kopsyah merupakan aktivitas usaha BMT dalam memberikan pinjaman modal kepada usaha ekonomi lemah sebagai tambahan modal yang dapat digunakan untuk membiayai usaha produktif atau memperkuat usaha yang telah ada untuk membentuk usaha baru atau untuk memperoleh sarana produksi secara terus menerus dalam rangka meningkatkan pendapatan yang diperoleh sebagai akibat tambahan modal dalam usaha produktifnya (Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia tahun 2005:1-2).

Data statistik perbankan Indonesia November 2005 menunjukkan 14,9% disalurkan ke koperasi, 39,6% ditujukan untuk kredit modal kerja dan kredit UMKM menurut lokasi proyek per daerah tingkat I di Jawa Tengah diperoleh sebesar 9.3% dari seluruh propinsi yang ada di Indonesia. Data Biro Pusat Statistik yang ditunjukkan pada tabel 1 juga memperlihatkan jumlah prosentase kredit perbankan yang tersalurkan pada usaha mikro hanya 35.32%. ini menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil usaha mikro dan rumah tangga yang memanfaatkan bank untuk menutupi kekurangan modal usahanya.

 

B. Rumusan Masalah

Adakah hubungan kredit usaha Baitul Maal Wattamwil (BMT) dengan pendapatan usaha mikro di Kabupaten Tegal?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Pendapatan

Pendapatan merupakan kenaikan kotor dalam asset atau penurunan dalam liabilitas atau gabungan dari keduanya selama periode yang dipilih oleh pernyataan pendapatan yang berakibat dari investasi, perdagangan, memberikan jasa atau aktivitas lain yang bertujuan meraih keuntungan (Syafi’i, 2001:204).

 

Pengertian Kredit Usaha BMT

Kredit berasal dari bahasa Romawi “credere” yang berarti percaya. Dasar dari kredit adalah adanya kepercayaan. Pihak yang memberikan kredit (kreditur) percaya bahwa penerima kredit (debitur) akan sanggup memenuhi segala sesuatu yang telah diperjanjikan, baik menyangkut jangka waktunya, maupun prestasi dan kontraprestasinya. Kondisi dasar seperti ini diperlukan oleh bank, karena dana yang ada di bank sebagian besar milik pihak ketiga, untuk itu diperlukan kebijaksanaan oleh bank dalam penggunaan dana tersebut didalamnya untuk menentukan pemberian kredit (Djumhana, 1996:229).

Pengertian BMT

Baitul Maal Wattamwil (BMT) adalah kelompok swadaya masyarakat sebagai lembaga ekonomi rakyat yang berupaya mengembangkan usaha-usaha produktif dan investasi dengan sistem bagi hasil untuk meningkatkan kualitas ekonomi pengusaha kecil bawah dan kecil dalam upaya pengentasan kemiskinan (www.Republikaonline. 14/12/01. 12.15 WIB.).

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Populasi penelitian ini adalah nasabah yang meminjam uang pada Baitul Maal Wattamwil di Kabupaten Tegal. Baitul Maal Wattamwil dalam penelitian ini berjumlah 12 Baitul Maal Wattamwil yang ikut dalam wadah Asosiasi BMT Syirkah Muawanah (SM) se-Kabupaten Tegal.

Populasi jumlah nasabah yang meminjam di 12 BMT sebanyak 2982 orang. Penentuan sampel penelitian sebanyak 97 orang dengan teknik Cluster Proportional Random Sampling.

Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu kredit usaha Baitul Maal Wattamwil (BMT) sebagai variabel bebas dan pendapatan usaha mikro sebagai variable terikat.

Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan angket, metode dokumentasi dan metode wawancara. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasi dalam menginterprestasikan hasil penelitian.

 

E. Kesimpulan

  1. Kredit usaha Baitul Maal Wattamwil di Kabupaten Tegal rata-rata termasuk dalam klasifikasi baik.
  2. Pendapatan Usaha Mikro di Kabupaten Tegal rata-rata termasuk dalam klasifikasi baik.
  3. Ada hubungan kredit usaha Baitul Maal Wattamwil (BMT) dengan pendapatan usaha mikro di Kabupaten Tegal. Besarnya hubungan kredit usaha Baitul Maal Wattamwil (BMT) dengan pendapatan usaha mikro di Kabupaten Tegal dikategorikan cukup kuat.

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Analisis Tingkat Kebangkrutan Model Altman dan Foster
  2. Hubungan Kredit Usaha Baitul Maal Wattamwil (BMT) dengan Pendapatan Usaha Mikro di Kabupaten Tegal
  3. Prosedur Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar pada Kantor Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa
  4. Sistem Perawatan Arsip Tekstual di Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah
  5. Analisis Hubungan Display dengan Minat Beli Konsumen di Mini Market ‘X’ Tahun 1997

Skripsi Ekonomi: Faktor Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi DIY

Judul Skripsi : Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi DIY Tahun 1990-2004

 

A. Latar Belakang

Penerimaan investasi dalam negeri maupun investasi asing merupakan salah satu pos penerimaan negara yang memberikan kontribusi cukup potensial dalam hal pembiayaan anggaran dan belanja negara. Laju pertumbuhan perekonomian yang didasarkan pada alur investasi positif menggambarkan gerak pacu positif dengan dukungan beberapa faktor penunjang lainnya. Pertumbuhan ekonomi dan hubungannya dengan keberlanjutan pembangunan diketahui bahwa peningkatan output sektor-sektor ekonomi riil dapat dibentuk melalui mekanisme pertambahan kapasitas produksi.

Dalam suatu pembangunan sudah pasti diharapkan terjadinya pertumbuhan. Untuk mencapai sasaran tersebut, diperlukan sarana dan prasarana, terutama dukungan dana yang memadai. Disinilah peran serta investasi mempunyai cakupan yang cukup penting karena sesuai dengan fungsinya sebagai penyokong pembangunan dan pertumbuhan nasional melalui pos penerimaan negara sedangkan tujuannya adalah untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah penanaman modal dalam negeri (PMDN) DIY berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi DIY ?
  2. Apakah Ekspor berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi DIY ?
  3. Apakah Pariwisata berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi DIY ?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Prof. Simon Kuznets, mendefinisikan pertumbuhan ekonomi sebagai ”kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak jenis barang-barang ekonomi kepada penduduknya. Kemampuan ini tumbuh sesuai dengan kemajuan teknologi, dan penyesuaian kelembagaan dan idiologis yang diperlukannya. Definisi ini mempunyai 3 (tiga) komponen: pertama, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat dari meningkatnya secara terus-menerus persediaan barang; kedua, teknologi maju merupakan faktor dalam pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajat pertumbuhan kemampuan dalam penyediaan aneka macam barang kepada penduduk; ketiga, penggunaan teknologi secara luas dan efisien memerlukan adanya penyesuaian di bidang kelembagaan dan idiologi sehingga inovasi yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan umat manusia dapat dimanfaatkan secara tepat (Jhingan, 2000:57).

Teori Investasi

Investasi adalah penambahan barang modal secara netto yang positif. Investasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu investasi riil dan investasi finansial. Yang dimaksud dengan investasi riil adalah investasi terhadap barang-barang tahan lama (barang-barang modal) yang akan digunakan dalam proses produksi. Sedangkan investasi finansial adalah investasi terhadap surat-surat berharga, misalnya pembelian saham, obligasi, dan surat bukti hutang lainnya.

 

Ekspor

Kegiatan ekspor adalah sistem perdagangan dengan cara mengeluarkan barang-barang dari dalam negeri keluar wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku. Ekspor merupakan total barang dan jasa yang dijual oleh sebuah negara ke negara lain, termasuk diantara barang-barang, asuransi, dan jasa-jasa pada suatu tahun tertentu (Sasandara, 2005).

 

D. Metode Penelitian

Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari satu variabel terikat yaitu Pertumbuhan Ekonomi dan empat variabel bebas yaitu Penanaman Modal Dalam Negeri, Ekspor, Pariwisata dan Jumlah Perusahaan Disektor Industri. Data sekunder ini bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Dinas Pariwisata DIY.

Analisis data yang dilakukan dengan Metode Regresi Kuadrat Terkecil/OLS (ordinary least square), dengan fungsi Produk Domestik Regional Bruto = f (PMDN, Ekspor, Pariwisata dan Jumlah Perusahaan Disektor Industri).

Pemilihan model regresi ini menggunakan uji Mackinnon, White and Davidson (MWD) yang bertujuan untuk menentukan apakah model yang akan di gunakan berbentuk linier atau log linier.

E. Kesimpulan

  1. Hasil pengujian secara individual menunjukkan bahwa variabel pariwisata berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta.
  2. Hasil pengujian secara individual menunjukkan bahwa variabel jumlah perusahaan disektor industri berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta.
  3. Hasil pengujian secara bersama-sama menunjukkan bahwa variabel Penanaman Modal Dalam Negeri, Ekspor, Pariwisata dan Jumlah Perusahaan Disektor Industri signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Konsumen Terhadap Listrik Pad
  2. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Uang Di Indonesia Sebelum Dan Setelah Krisis Moneter (1990 : 1 – 2005 : 4)
  3. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Diy Tahun 1990-2004
  4. Analisis Hubungan Antara Profesionalisme Auditor dengan Pertimbangan Tingkat Materialitas dalam Proses Pengauditan Laporan Keuangan di Jogjakarta
  5. Analisis Hubungan Set Kesempatan Investasi dengan Pendanaan Perusahaan dan Kebijakan Deviden pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ

 

Skripsi Ekonomi: Faktor Pengaruh Permintaan Uang Sebelum dan Setelah Krisis Moneter

Judul Skripsi : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Uang di Indonesia Sebelum dan Setelah Krisis Moneter (1990 : 1 – 2005 : 4)

 

A. Latar Belakang

Pada saat krisis terjadinya peningkatan jumlah uang yang cukup pesat, peningkatan keinginan masyarakat untuk memegang uang tunai disebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap system perbankan yang ada dengan terjadinya rush (pengambilan uang besar-besaran secara serentak oleh masyarakat) diberbagai bank diseluruh Indonesia, sedangkan kenaikan M2 terjadi karena peningkatan uang kuasi yang terdiri dari simpanan rupiah dan simpanan valuta asing (Darmansyah : 2005).

Seperti yang dikatakan oleh Keynes (Nopirin : 1992; 117) dimana permintaan uang kas untuk tujuan transaksi ini tergantung dari pendapatan. Makin tinggi pendapatan, makin besar keinginan akan uang kas untuk transaksi. Seseorang atau masyarakat yang tingkat pendapatannya tinggi, biasanya melakukan transaksi yang lebih banyak dibandingkan seseorang atau masyarakat yang pendapatannya lebih rendah. Penduduk yang tinggal di kota besar cenderung melakukan transaksi lebih besar dibanding penduduk yang tinggal di kota kecil (atau pedesaan).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah PDB berpengaruh terhadap permintaan uang M1 dan M2 di Indonesia sebelum dan setelah krisis?
  2. Apakah tingkat suku bunga berpengaruh terhadap permintaan uang M1 dan M2 di Indonesia sebelum dan setelah krisis?
  3. Apakah inflasi berpengaruh terhadap permintaan uang M1 dan M2 di Indonesia sebelum dan setelah krisis?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Uang

Uang adalah sesuatu yang secara umum diterima di dalam pembayaran untuk pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta untuk pembayaran utang-utang. Dan juga sering dipandang sebagai kekayaan yang dimilikinya yang dapat digunakan untuk membayar sejumlah tertentu utang dengan kepastian dan tanpa penundaan. Apa yang menjadikan sesuatu menjadi uang adalah tergantung pada pemilihan masyarakat, hukum dan sejarahnya. Meskipun pemilihan tentang apa yang bertindak sebagai uang adalah tergantung kepada faktor-faktor tersebut, namun ada beberapa kriteria yang digunakan sebagai pedoman (Iswardono, 1994 : 4).

Teori Klasik

Teori ini sebenarnya adalah teori mengenai permintaan dan penawaran akan uang, beserta interaksi antara keduanya. Fokus dari teori ini adalah pada hubungan antara penawaran uang atau jumlah uang beredar dengan nilai uang atau tingkat harga. Hubungan dua variable dijabarkan lewat konsepsi teori mereka mengenai permintaan akan uang. Perubahan akan jumlah uang beredar atau penawaran uang berinteraksi dengan permintaan akan uang dan selanjutnya menentukan nilai uang.

 

Pengaruh PDB Terhadap Permintaan Uang

Pendapatan Nasional menggambarkan tingkat produksi negara yang dicapai dalam satu tahun tertentu dan perubahannya dari tahun ke tahun. Maka ia mempunyai peranan penting dalam menggambarkan (i) tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai, dan (ii) perubahan pertumbuhannya dari tahun ke tahun. Produk nasional atau pendapatan nasional adalah istilah yang menerapkan tentang nilai barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksikan sesuatu negara dalam suatu tahun tertentu (Sukirno, 2004 : 17)

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode destkriptif dan kuantitatif, yaitu mendiskripsikan suatu permasalahan dengan menganalisis data dan hal-hal yang berhubungan dengan angka-angka atau rumus-rumus perhitungan yang digunakan untuk menganalisis masalah yang sedang diteliti.

Adapun metode analisis yang digunakan peneliti yaitu dengan metode OLS (Ordinary Least Squares).

 

E. Kesimpulan

  1. Hasil pengujian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa variabel Produk Domestik Bruto, suku bunga, inflasi dan kurs Dollar mengindikasikan bahwa variabel-variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap Permintaan uang M1 dan M2. Variabel dummy menunjukkan bukti bahwa krisis berpengaruh terhadap permintaan uang M1 dan M2
  2. Besarnya pengaruh variabel Pruduk Domestik Bruto (PDB), suku bunga, inflasi dan kurs Dollar terhadap permintaan uang M1 yaitu 98.5714% ditunjukkan dari variasi variabel independent mampu pengaruhi variabel dependent sebesar 0.985714 sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model regresi yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pada permintaan uang M2 variasi variabel independent mampu pengaruhi variasi dependent sebesar 0.996958 menunjukan bahwa variabel independent lebih mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 99.6958% dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar model yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini.
  3. Variabel Produk Domestik Bruto (PDB) secara statistik positif dan signifikan dan sesuai dengan hipotesis, produk domestik bruto berpengaruh terhadap permintaan uang M1 dan M2 di Indonesia periode 1990-2005. Kenaikan produk domestik bruto mengakibatkan meningkatnya permintaan uang M1 dan M2. Seperti kita ketahui bahwa produk domestik bruto berpengaruh positif terhadap permintaan uang M1 dan M2.

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Konsumen Terhadap Listrik Pad
  2. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Uang Di Indonesia Sebelum Dan Setelah Krisis Moneter (1990 : 1 – 2005 : 4)
  3. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Diy Tahun 1990-2004
  4. Analisis Hubungan Antara Profesionalisme Auditor dengan Pertimbangan Tingkat Materialitas dalam Proses Pengauditan Laporan Keuangan di Jogjakarta
  5. Analisis Hubungan Set Kesempatan Investasi dengan Pendanaan Perusahaan dan Kebijakan Deviden pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ