Tesis Bahasa dan Sastra: Sosok Saridin dlm Seni Kethoprak trhdp Penanaman Budi Pekerti

Judul Tesis : Sosok Tokoh Saridin dalam Seni Kethoprak terhadap Penanaman Budi Pekerti Siswa dan Implikasinya terhadap Pengajaran Bahasa Jawa

 

A. Latar Belakang

Dalam rangka menumbuhkan sikap, budaya para siswa yaitu sikap yang dapat menghargai, menghayati, dan mencintai seni atau karya seni sebagai hasil budaya bangsanya. Mencintai dan melestarikan serta mengembangkan seni budaya bangsa merupakan kewajiban setiap generasi. Mencintai seni budaya sendiri berarti pula menghayati nilai-nilainya yang menunjukkan keaslian dan kemurniannya. Seperti halnya dengan kesenian kethoprak yang kurang diperhatikan dan dilestarikan generasi muda. Kebudayaan Jawa seakan-akan tenggelam dalam serangan ombak modernisasi (Suseno, 1993:1).

Kesenian tradisional kethoprak bagi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat yang tinggal di pulau Jawa merupakan salah satu seni budaya tradisional. Sebagai kesenian Jawa, seni kethoprak tersebut telah hidup sejak dahulu dan mencapai kejayaan, dan sangat digemari oleh masyarakat pendukungnya. Hal ini membuktikan bahwa kethoprak mempunyai tempat tersendiri dihati masyarakat.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana struktur cerita Saridin dalam versi kethoprak ?
  2. Nilai-nilai pendidikan apa saja yang terdapat dalam cerita Saridin dengan versi kethoprak?

 

C. Landasan Teori

Penokohan

Penokohan atau perwatakan adalah pelukisan mengenai tokoh cerita, baik keadaan lahirnya maupun keadaan batinnya yang berupa pandangan hidupnya, sikapnya, keyakinanya, adat istiadatnya, dan sebagainya (Suharianto 1982:31)

Kesenian

Kata seni berasal dari bahasa sansekerta yaitu “sani” yang artinya persembahan, pelayanan, dan pemberian. Hal ini berkaitan dengan sesaji atau persembahan terhadap dewa-dewa. Seni adalah segenap kegiatan budi pikiran seseorang (seniman) yang secara mahir menciptakan sesuatu karya sebagai pengungkapan perasaan manusia. Hasil ciptaan dari kegiatan itu ialah suatu kebulatan organis dalam sesuatu bentuk tertentu dari unsur-unsur bersifat ekspresif yang termuat dalam suatu medium inderawi (Gie 1996:18).

Kethoprak

Kethoprak adalah salah satu bentuk seni tradisional Jawa yang sangat populer. Kesenian ini tidak hanya terdapat di Jawa, tetapi juga di wilayah lain di mana hidup dan bertempat tinggal orang-orang Jawa (Kayam 2000:341). Kethoprak terdapat di wilayah jawa Tengah, Jawa Timur, sedangkan di luar Jawa tersebut dapat dijumpai di daerah-daerah transmigrasi atau pemukiman orang Jawa seperti Lampung dan Medan. Selain itu, kethoprak juga terdapat di luar negeri, yaitu di Malaysia (Kayam 2000:342).

 

D. Metode Penelitian

Metode penelitian ini menggunakan metode struktural dengan pendekatan objektif, data berupa teks kethoprak dan sumber data berupa kaset CD penelitian ini dianalisis dengan pendekatan objektif teori strukturalisme

 

E. Kesimpulan Tesis

  1. Struktur cerita Saridin versi kethoprak meliputi alur, penokohan atau karakter perwatakan, setting atau latar, dan tema. Alur yang digunakan dalam cerita Saridin tersebut adalah alur maju. Tema cerita Saridin versi kethorak adalah untuk menempuh kemulyaan hidup harus banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi.
  2. Nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam cerita Saridin versi kethoprak adalah nilai pendidikan ketuhanan, nilai pendidikan budi pekerti atau kesusilaan, nilai pendidikan sosial kemasyarakatan, dan nilai moral.

 

Contoh Tesis Bahasa dan Sastra

  1. Sosok Tokoh Saridin dalam Seni Kethoprak terhadap Penanaman Budi Pekerti Siswa
  2. Struktur Cerita dan Nilai-Nilai Pendidikan yang Terdapat dalam Cerita Saridin Versi Kethoprak
  3. Tindak Tutur Perlokusi dalam Wacana Cerita Rakyat si Kabayan
  4. Variasi Tindak Tutur dalam Kursus Panatacara Permadani Semarang
  5. Akunin Shoki Model Penyelamatan Manusia Menurut Agama Budha Jepang Jodoshinshu
  6. Pemilihan Metode Ceramah, Drill, dan Game dalam Pembelajaran Bahasa China di Kelas X SMA N 1 Karanganyar
  7. Vebra Bervalensi Dua Dalam Kalimat Bahasa Jawa (Kajian Struktur Dan Makna)
  8. Peranan Penting Siaran Bahasa Mandarin di Radio Metta Fm Solo Sebagai Media Sosialisasi
  9. Cerita Rakyat Ki Kerta Bangsa di Dukuh Prampogan Desa Payungan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten
  10. Cerita Rakyat Kanjeng Raden Adipati Tumenggung Kolopaking di Desa Kalijirek Kecamatan Kebumen

 

Incoming search terms:

Tesis Bahasa dan Sastra: Sosok Tokoh Saridin dlm Seni Kethoprak trhdp Budi Pekerti Siswa

Judul Tesis : Sosok Tokoh Saridin dalam Seni Kethoprak terhadap Penanaman Budi Pekerti Siswa dan Implikasinya terhadap Pengajaran Bahasa Jawa

 

A. Latar Belakang

Tokoh dan peristiwa sangat berperan dalam membangun sebuah karya sastra. Peristiwa dalam karya fiksi seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari, selalu diemban oleh tokoh atau pelaku-pelaku tertentu. Peristiwa digunakan untuk memperkuat cerita. Cerita Saridin dalam versi kethoprak terdapat adanya penokohan dan urutan peristiwa, di dalam lakon Saridin dapat diketahui adanya alur, penokohan, tema dan setting atau latar. Sehingga dapat diketahui struktur cerita Saridin dalam versi kethoprak. Adanya struktur cerita Saridin dapat diketahui nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya, niai-nilai pendidikan tersebut yang nantinya bisa diimplikasikan ke dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Hampir seluruh tokoh dalam cerita Saridin menampilkan watak tokoh yang datar. Dalam arti bahwa watak itu sejak awal hingga akhir tetap, yang baik tetap menunjukkan kebaikannya dan yang buruk menunjukkan perangai yang buruk hingga akhir cerita.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana struktur cerita Saridin dalam versi kethoprak ?
  2. Nilai-nilai pendidikan apa saja yang terdapat dalam cerita Saridin dengan versi kethoprak?

 

C. Landasan Teori

Tokoh

Tokoh ialah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berkelakuan dalam berbagai peristiwa dalam cerita (Suharianto 1982:12). Tokoh pada umumnya berwujud manusia, tetapi dapat juga berwujud binatang atau benda yang diinsankan. Dalam cerita simbolis tokoh binatangbinatang itu melambangkan manusia.

 

Kesenian Tradisional

Sekarang ini orang ramai berbicara tentang kesenian tradisional, terutama di kalangan seniman dan budayawan. Problem yang menjadi bahan perbincangan adalah mengenai masalah eksistensi kesenian tradisional. Untuk saat ini kedudukan kesenian tradisional sangat mengkhawatirkan, bahkan ada kecenderungan satu demi satu akan luruh dari panggung budaya, walaupun berbagai usaha untuk melestarikannya telah dilakukan. Mengingat pentingnya arti kesenian tradisional di dalam kehidupan masyarakat, maka masalah yang berkenaan dengan kesenian tradisional tidak akan lepas dari tanggung jawab kita bersama.

 

Kethoprak

Kethoprak adalah salah satu bentuk seni tradisional Jawa yang sangat populer. Kesenian ini tidak hanya terdapat di Jawa, tetapi juga di wilayah lain di mana hidup dan bertempat tinggal orang-orang Jawa (Kayam 2000:341). Kethoprak terdapat di wilayah jawa Tengah, Jawa Timur, sedangkan di luar Jawa tersebut dapat dijumpai di daerah-daerah transmigrasi atau pemukiman orang Jawa seperti Lampung dan Medan. Selain itu, kethoprak juga terdapat di luar negeri, yaitu di Malaysia (Kayam 2000:342).

 

D. Metode Penelitian Tesis 

Metode penelitian ini menggunakan metode struktural dengan pendekatan objektif, data berupa teks kethoprak dan sumber data berupa kaset CD penelitian ini dianalisis dengan pendekatan objektif teori strukturalisme

 

E. Kesimpulan

  1. Struktur cerita Saridin versi kethoprak meliputi alur, penokohan atau karakter perwatakan, setting atau latar, dan tema. Alur yang digunakan dalam cerita Saridin tersebut adalah alur maju. Tema cerita Saridin versi kethorak adalah untuk menempuh kemulyaan hidup harus banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi.
  2. Nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam cerita Saridin versi kethoprak adalah nilai pendidikan ketuhanan, nilai pendidikan budi pekerti atau kesusilaan, nilai pendidikan sosial kemasyarakatan, dan nilai moral.

 

Contoh Tesis Bahasa dan Sastra

  1. Sosok Tokoh Saridin dalam Seni Kethoprak terhadap Penanaman Budi Pekerti Siswa
  2. Struktur Cerita dan Nilai-Nilai Pendidikan yang Terdapat dalam Cerita Saridin Versi Kethoprak
  3. Tindak Tutur Perlokusi dalam Wacana Cerita Rakyat si Kabayan
  4. Variasi Tindak Tutur dalam Kursus Panatacara Permadani Semarang
  5. Akunin Shoki Model Penyelamatan Manusia Menurut Agama Budha Jepang Jodoshinshu
  6. Pemilihan Metode Ceramah, Drill, dan Game dalam Pembelajaran Bahasa China di Kelas X SMA N 1 Karanganyar
  7. Vebra Bervalensi Dua Dalam Kalimat Bahasa Jawa (Kajian Struktur Dan Makna)
  8. Peranan Penting Siaran Bahasa Mandarin di Radio Metta Fm Solo Sebagai Media Sosialisasi
  9. Cerita Rakyat Ki Kerta Bangsa di Dukuh Prampogan Desa Payungan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten
  10. Cerita Rakyat Kanjeng Raden Adipati Tumenggung Kolopaking di Desa Kalijirek Kecamatan Kebumen