Tesis Proses Organisasi : Identifikasi Masalah dlm Pengembangan Organisasi Divisi EPC

Judul Tesis : Identifikasi Masalah dalam Pengembangan Organisasi Divisi EPC di PT “X” (Studi Kasus dalam Proses Diversifikasi Usaha di PT “X”)

 

A. Latar Belakang

Berdasar data pengalaman pelaksanaan Proyek di PT “ X “ dari tahun 1995 ~ 2005 dari total 189 proyek yang dilakukan sebanyak 16 proyek ( 8.5 % ) adalah EPC dan sebagian besar proyek tersebut dilaksanakan sebelum tahun 2000, selebihnya adalah Proyek konstruksi ( C ) 138 buah dan Maintenance ( M ) 35 buah. Dari total EPC Proyek 6 proyek EPC yang dilaksanakan diatas tahun 2000 serta 2 proyek yang mengalami kerugian dengan nilai financial yang cukup berarti.

Mengingat core bisnis dari PT ”X ” adalah C sehingga pola pengelolaan proyek EPC diperlakukan sama dengan dengan proyek C, hal ini tercermin dalam struktur organisasi yang terbentuk bahwa pengelolaan proyek EPC struktur organisasinya masih bersifat project bases dan secara corporate organisasi ini menjadi satu dengan divisi konstruksi sehingga dalam pelaksanaannya masih berparadigma konstruksi dan banyak sekali kejadian yang tidak di antisipasi muncul dan berdampak pada biaya yang besar.

B. Rumusan Masalah

Apa kebutuhan permodalan yang harus dipenuhi dalam pengembangan Divisi EPC? Apa yang sudah dilakukan oleh di PT ”X” dalam mengembangkan bisnis unit ini? Dan bagaimana cara mengatasi terhadap Gap yang ada? Pertanyaan ini yang menjadi bahasan dalam penelitian ini.

 

C. Kajian Pustaka Tesis

Perbedaan Proses Bisnis Unit C dan EPC

Dalam pembahasan ini perlu disampaikan bahwa yang dimaksud dengan Bisnis Unit Construction ( C ) adalan bisnis unit yang melakukan pekerjaan hanya pada ruang lingkup pemasangan ( erector / installer / builder ) saja yaitu tugas dari pada kontraktor hanya memasang saja, sedang dalam Bisnis Unit Engineering Procurement Construction ( EPC ) adalah kontraktor berkewajiban untuk melaksanakan kegiatan dari proses perancangan, pengadaan material, pembangunan dan memberi garansi terhadap performa yang dihasilkan sesuai dengan tingkat / level yang telah disetujui dalam waktu yang tertentu dari suatu plant / industri yang dibangun.

Pemetaan dalam Bisnis EPC

Pemetaan dalam suatu bisnis sangat tergantung pada strategi bisnis dari perusahaan dimana visi menetapkan pergerakan dari organisasi, dengan didukung misi yang jelas dan core value yang ada dalam suatu organisasi akan terbentuk strategi perusahaan kedepan, dimana strategi tersebut harus selalu berkembang dan mengikuti perubahan kondisi pasar serta kemampuan dari perusahaan. Strategy map merupakan penerapan dari strategi perusahaan dalam setiap bisnis unitnya yang menyangkut perspektif keuangan ( financial perspective ), perspektif pelanggan ( customer perspective ), perspektif proses kedalam perusahaan ( internal process perspective ), serta perspektif belajar dan berkembang ( learning and growth perspective )

Ketersediaan Modal Informasi ( Information Capital Readiness )

Modal informasi merupakan bahan dasar yang dapat memberikan nilai ekonomi, modal informasi berisi sistem, data base, data pustaka, dan jaringan yang membentuk suatu informasi dan pengetahuan yang dapat digunakan dalam organisasi. Dalam hal ini modal informasi harus dikelola untuk sejalan dengan strategi organisasi, untuk mencapai hal tersebut maka di gunakan framework yang menggambarkan modal informasi, menselaraskan modal informasi terhadap strategi, dan mengukur ketersediaan modal informasi.

 

D. Metodelogi Penelitian

Untuk menjawab pertanyaan penelitian diatas maka sebelumnya harus diambil pendekatan metode penelitian yang akan diambil. Ada tiga kondisi yang perlu diperhatikan dalam penggunaan metode atau strategi penelitian yaitu tipe pertanyaan yang diajukan, kendali terhadap peristiwa yang akan diteliti, dan fokus terhadap peristiwa yang dijadikan penelitian.

Langkah awal penelitian adalah melakukan inventarisasi terhadap ketersediaan modal PT ”X” yang ditinjau dari ketersediaan modal sumber daya manusia, informasi dan teknologi, serta organisasi dalam melaksanakan proyek EPC dan C.

Data – data yang diperoleh dilakukan validasi kepada manajer divisi yang terkait dengan permasalahan permodalan yang diteliti ( yaitu divisi Enjineering, Pengadaan, Informasi dan Sistem Teknologi, Human Resources Managemen, Plan dan Production Control ) dengan jalan wawancara, hal ini untuk memastikan bahwa data yang diperoleh adalah benar.

 

E. Kesimpulan

1. PT ”X” mempunyai kekuatan pada bidang Construction terutama dari sisi sumber daya manusia , hal ini berbalik dengan konsep tahapan dalam bisnis EPC dimana Engineering memegang peranan yang sangat kuat, sehingga untuk bisa masuk ke bisnis EPC harus dilakukan perubahan paradigma secara menyeluruh dari sumber daya manusia yang ada, hal ini agar ketertinggalan yang terjadi bisa di kejar dalam waktu yang relatif cepat.

2. Kebutuhan tenaga konsep engineer di divisi engineering merupakan keharusan untuk segera direalisasikan mengingat peran dari person ini sangat berpengaruh dalam melakukan pengelolaan proyek EPC secara lebih baik disaat ini dan dimasa mendatang.

3. Peningkatan kemampuan dan pengetahuan ( peningkatan kompetensi ) dalam bidang manajemen proyek di semua staf inti akan sangat membantu dalam mengantisipasi terhadap perkembangan bisnis C maupun EPC di masa mendatang.

4. Investasi di bidang informasi dan teknologi termasuk dalam software sangat mempercepat proses pengembangan bisnis unit EPC serta mempermudah proses kontrolling dan monitoringnya.

5. Pengelolaan bisnis unit EPC secara terpisah akan sangat membantu dalam pengukuran performa dari bisnis unit tersebut serta dapat ditentukan arah pekembangannya, jika masih terjadi penggabungan seperti saat ini arah dan target sasaran organisasi menjadi bias karena adanya kecenderungan untuk mengikuti karakter organisasi yang lama sehingga proses perubahan paradigma akan sulit untuk terjadi.

 

Contoh Tesis Proses Organisasi

  1. Identifikasi Masalah dalam Pengemngan Organisasi Divisi EPC di PT X (Studi Kasus dalam Proses Diversifikasi Usaha di PT X)
  2. Analisis Proses Pembelajaran Organisasi Sebagai Pembentukan Kompetensi Inti PT Garuda Indonesia
  3. Analisis Proses Pengembangan Struktur Organisasi Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung
  4. Evaluasi Penerapan Iso 9001 Terhadap Kinerja Organisasi dan Usulan Prosedur Proses Produksi (Studi Kasus PT. PPI)
  5. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dinamika Proses Internal Organisasi (Studi Kasus Rumah Sakit Islam Jakarta)
  6. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Transformasi Organisasi Publik dalam Pelaksanaan Desentralisasi Pembangunan Perkotaan
  7. Organisasi dan Proses Perancangan dalam Biro Arsitektur