Tesis Akutansi: Analisis Faktor-faktor yg Mempengaruhi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan

Judul Tesis : Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

 

A. Latar Belakang

Laporan keuangan perusahaan yang go public di bursa efek merupakan media komunikasi antara perusahaan dengan stakeholder. Standar akuntansi keuangan menjelaskan bahwa laporan keuangan digunakan untuk pertanggungjawaban dan untuk pengambilan keputusan. Selain itu, laporan keuangan seharusnya juga memenuhi aspek usefulness. Analisis laporan keuangan mengidentifikasikan aspek–aspek laporan keuangan yang relevan dengan keputusan investor.

Penyampaian laporan keuangan perusahaan–perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek harus mematuhi ketentuan yang ada diantaranya adalah tepat waktu. Informasi akan bermanfaat jika disajikan secara akurat dan tepat waktu. Sebaliknya, informasi menjadi usang bila tidak dapat lagi memberi manfaat. Karena itu perusahaan di harapkan untuk tidak menunda laporan keuangannya yang dapat menyebabkan manfaat informasi yang disajikan menjadi berkurang. Ketepatan waktu juga merupakan salah satu syarat agar informasi dikatakan relevan. Dikatakan relevan jika informasi tersebut tersedia tepat waktu bagi pengambil keputusan sebelum mereka kehilangan kesempatan atau kemampuan untuk mempengaruhi keputusan yang diambil. Hal ini mencerminkan betapa pentingnya ketepatan waktu (timeliness) pelaporan laporan keuangan kepada publik.

 

B. Pokok Masalah

  1. Apakah profitabilitas berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan manufaktur?
  2. Apakah kualitas auditor secara signifikan berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan?
  3. Apakah opini audit secara signifikan berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan manufaktur?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Laporan Keuangan

Menurut Baridwan (1997 :17) “Laporan Keuangan merupakan ringkasan dari proses pencatatan yang merupakan ringkasan dari transaksi–transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan ini dibuat oleh pihak manajemen dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas– tugas yang dibebankan kepadanya oleh pemilik perusahaan“.

Pengertian Profitailitas

Santoso (1995) dalam Ukago (2005) menyatakan bahwa profitabilitas suatu perusahaan mencerminkan tingkat efektivitas yang dicapai oleh suatu operasional perusahaan dasar pemikiran bahwa tingkat keuntungan dipakai sebagai salah satu cara untuk menilai keberhasilan efektivitas perusahaan tentu saja berkaitan dengan hasil akhir berbagai kebijakan dan keputusan perusahaan yang telah dilaksanakan oleh perusahaan dalam periode berjalan.

Kualitas Auditor

Deangelo (1981) dalam Anissa (2004) mendefinisikan kualitas audit sebagai gabungan probabilitas pendeteksian dan pelaporan kesalahan laporan keuangan yang material dan menyimpulkan bahwa kantor akuntan publik yang lebih besar, kualitas audit yang dihasilkan juga lebih baik.

 

D. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini diidentifikasikan tiga, yaitu : Profitabilitas yang dihitung dengan ROA, Kualitas Auditor dan Opini Audit. Sampel terdiri dari 32 perusahaan manufaktur yang telah Go Public di Bursa Efek Indonesia selama 3 tahun, yaitu dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2006. Metode analisis data yang digunakan adalah Metode Analisis Regresi, berdasarkan analisis ini didapatkan hasil bahwa hipotesis pertama yaitu profitabilitas mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan. Sedangkan pada hipotesis kedua yaitu kualitas auditor dan hipotesis ketiga opini audit tidak mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan.

 

E. Kesimpulan Tesis

  1. Profitabilitas secara signifikan mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perusahaan yang memiliki profitabilitas tinggi cenderung cepat melakukan proses pengauditan dan melaporkan laporan keuangannya ke publik atau perusahaan yang menderita kerugian akan cenderung memperlambat proses pangauditan dan melaporkan laporan keuangannya ke publik. Profitabilitas yang tinggi menunjukan kinerja manajemen yang baik. Manajemen akan berupaya semaksimal mungkin menunjukan kinerjanya. Namun, apabila kinerjanya menunjukan kondisi yang kurang baik maka manajemen akan berupaya semaksimal mungkin menunda informasi tentang kinerjanya. Pelaporan keuangan tahunan yang terlambat mengindikasikan bahwa kinerja manajemen kurang baik. Bagi stockholder keterlambatan penyampaian laporan keuangan memberi sinyal bahwa kinerja manajemen kurang baik.
  2. Kualitas auditor secara signifikan tidak mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan. Hasil ini menunjukan bahwa besar atau kecilnya Kantor Akuntan Publik yang ditunjuk untuk melakukan audit terhadap perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap terlambat atau tidaknya penyampaian laporan keuangan ke publik karena KAP yang dipilih oleh perusahaan tidak seratus persen menjadi wewenang manajemen, manajemen mendapat intervensi dari rapat umum pemegang saham yang menugaskan komite audit untuk merekomendasikan KAP yang akan mengaudit perusahaan.
  3. Opini audit secara signifikan tidak mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan. Hasil ini menunjukan bahwa opini audit selain wajar tanpa persyaratan (WTP) yang dikeluarkan oleh Kantor Akuntan Publik tidak mempengaruhi terlambat atau tidaknya pihak manajemen melaporkan laporan keuangannya ke publik. Karena opini audit adalah wewenang dari Kantor Akuntan Publik sebagai lembaga yang independen dan bertanggung jawab ke publik untuk mengeluarkan opini berdasarkan laporan keuangan yang diauditnya, dalam hal ini manajemen tidak berhak mengintervensi opini audit yang telah dikeluarkan oleh Kantor Akuntan Publik meskipun Kantor Akuntan Publik tersebut mendapat fee dari perusahaan yang diauditnya.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Evaluasi Sistem Akuntansi Pembelian Barang Dagangan pada Supermarket Asia Makmur Boyolali
  2. Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas
  3. Evaluasi Ketepatan Penentuan Tarif Sewa Bed Per Hari Pada Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo
  4. Analisis Rasio Keuangan untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan pada Perusahaan
  5. Analisis Pengaruh Tingkat Inflasi, Nilai Kurs Rupiah, Suku Bunga SBI dan Cadangan Devisa

 

 

Skripsi Manajemen: Faktor yg Mempengaruhi Struktur Modal Perusahaan Manufaktur di BEI

Judul Skripsi : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia

 

A. Latar Belakang

Struktur modal merupakan implikasi dari kebijakan perusahaan dalam menentukan jenis sekuritas yang dikeluarkan, karena masalah struktur modal adalah erat hubungannya dengan masalah kapitalisasi, dimana disusun dari jenis-jenis funds yang membentuk kapitalisasi adalah struktur modalnya (Riyanto, 2000:297).

Dengan mengetahui apa dan bagaimana faktor-faktor yang akan mempengaruhi struktur modal perusahaan di Bursa Efek Indonesia, dapat membantu khususnya pihak manajemen perusahaan yang ada dalam perusahaan tersebut dalam menentukan bagaimana seharusnya pemenuhan kebutuhan dana untuk mencapai struktur modal yang optimal dan bagi para investor di pasar modal pada umumnya. Dengan demikian tujuan pihak manajemen perusahaan untuk memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat tercapai.

 

B. Rumusan Masalah

Apakah tangible asset, firm size, degree of operating leverage, sales growth, profitabilitas dan likuiditas secara simultan berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia tahun 2004-2008?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Modal

Pengertian modal telah banyak mengalami perubahan. Pengertian modal secara klasik atau oriented adalah hasil produksi yang digunakan untuk memproduksi lebih lanjut. Dalam perkembanganya ternyata pengertian modal mengalami perubahan yaitu ditekankan pada nilai, daya beli dan kekuasaan memakai atau menggunakan yang terkandung dalam barang-barang modal (Riyanto, 2000:17).

Jenis-Jenis Modal

  1. Modal Asing atau Utang
  2. Modal Sendiri
  3. Saham preferen (preferred stock)

 

Leverage

Leverage didefinisikan sebagai penggunaan aktiva atau dana yang dalam penggunaan dana tersebut perusahaan harus mampu menutup biaya tetap (Riyanto, 2000:375). Leverage merupakan hasil dari penggunaan biaya asset tetap atau dana untuk menambah pengembalian pada kepemilikan perusahaan.

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2004-2008. Metode pengumpulan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang diperoleh yaitu 41 perusahaan. Alat analisis yang digunakan yaitu regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan SPSS for Windows version.16.0

 

E. Kesimpulan

  1. Secara simultan tangible asset (TA), firm size (SIZE), degree of operating leverage (DOL), sales growth (SG), profitabilitas (NPM) dan likuiditas (CR) berpengaruh secara signifikan terhadap struktur modal (DTA).
  2. Variabel tangible asset (TA) berpengaruh secara signifikan terhadap struktur modal (DTA).
  3. Variabel firm size (SIZE) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap struktur modal (DTA).

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia
  2. Analisis Network Produk Kursi Jati pada PT ART FURNITURE di Boyolali
  3. Prosedur Surat – Menyurat pada Bagian Sekretariat di Rumah Sakit Kasih Ibu Surakarta
  4. Penerapan Saluran Distribusi Orangin pada Perusahaan Jamu PT Air Mancur Karanganyar
  5. Penentuan Strategi Bauran Pemasaran yang diterapkan pada PT. Kharisma Rotan Mandiri