Tesis Pendidikan: Keefektifan Penggunaan Media “Kartu Kerja” trhdp Kemampuan Menulis Puisi

Judul: Keefektifan Penggunaan Media “Kartu Kerja” terhadap Kemampuan Menulis Puisi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tulung Klaten Tahun Ajaran 2008/2009 (Studi Eksperimen)

A. Latar Belakang

Hadirnya media “kartu kerja” mampu mengalihkan cara berpikir siswa terhadap anggapan bahwa pelajaran Matematika yang sulit menjadi sesuatu hal yang menarik. Dengan anggapan tersebut, penulis berasumsi bahwa media “kartu kerja” layak digunakan untuk mengubah asumsi siswa terhadap pembelajaran puisi yang membosankan menjadi pembelajaran yang menarik. Di samping itu, media “kartu kerja” merupakan media yang mudah digunakan dan murah dalam pembuatannya. Konsep instruksi media “kartu kerja” yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengenalkan puisi secara langsung kepada siswa dengan karya-karya yang tidak terlalu rumit dan berada dekat dengan siswa. Konsep media “kartu kerja” juga tidak melulu berada pada instruksi-instruksi yang berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus segera diselesaikan siswa. Akan tetapi, diselipkan pula permainan yang dapat menghilangkan kejenuhan dalam proses pembelajaran. Namun demikian, permainan yang diterapkan dalam kartu kerja adalah permainan yang sifatnya berkaitan dengan pembelajaran menulis puisi.

Adanya inovasi dalam aspek media pembelajaran tersebut maka peneliti berinisiatif untuk mengujicobakan media tersebut dalam pembelajaran menulis puisi. Sebagai upaya tindak lanjut, peneliti memilih objek penelitian di SMP Negeri 2 Tulung Klaten. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk meneliti proses pembelajaran di sekolah tersebut, dengan judul “KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA ‘KARTU KERJA’ TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 TULUNG KLATEN TAHUN AJARAN 2008/2009”

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan permasalahan penelitian ini adalah apakah penggunaan media ‘kartu kerja’ dalam pembelajaran menulis puisi lebih efektif daripada pembelajaran menulis puisi secara konvensional pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tulung Klaten tahun ajaran 2008/2009?

 

C. Landasan Teori

Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran Kehadiran media dalam proses pembelajaran mempunyai arti yang cukup penting karena dalam kegiatan pembelajaran ketidakjelasan materi yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai alat perantara. Kerumitan bahan yang disampaikan kepada siswa dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media dapat mewakili guru pada saat mengalami kesulitan dalam menjelaskan sesuatu dengan kata-kata/kalimat.

 

Media “Kartu Kerja”

Menurut Muhammad Iqbal (2004: 142), secara umum kartu kerja terdiri dari tiga tingkatan, yaitu tingkatan pertama, terdiri dari soal-soal yang bersifat pengembangan dari materi esensial (kartu berwarna kuning); tingkatan kedua, terdiri dari soal-soal latihan yang bersifat pemantapan dan penerapan (kartu berwarna hijau); tingkatan ketiga, terdiri dari soal-soal yang bersifat pengayaan dalam bentuk investigasi, problem solving, teka-teki atau permainan (kartu berwarna merah).

 

Pengertian Model Pembelajaran Menulis Puisi

Menurut Gordon (dalam Sri Hartomo, 2004: 48) pembelajaran menulis puisi memiliki dua langkah dasar. Langkah dasar yang pertama terdiri dari tiga tahapan. Tahap pertama berupa masukan informasi tentang karya sastra, pemberian masukan informasi tentang karya sastra dilakukan oleh guru dalam bentuk penjelasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan karya sastra yang tengah dibahas, misalnya latar belakang belakang sosial budaya penyair yang dimungkinkan mempengaruhi hasil karyanya. Pemberian masukan informasi bertujuan untuk memberikan stimulus siswa. Tahap kedua berupa penggunaan analogi (personal, langsung, dan konflik kempaan). Penggunaan analogi yang diperlukan bertujuan agar siswa mampu memahami dan menghayati karya sastra yang sedang dipelajari. Dalam analogi personal, siswa diajak untuk memposisikan diri sebagai penyair ketika sedang

menghadapi sebuah karya sastra, dengan kata lain ketika menghadapi sebuah karya sastra siswa mengibaratkan dirinya berada pada sudut pandang penyair bukan dari sudut pandang siswa itu sendiri. Analogi langsung merupakan bentuk analogi yang mengibaratkan siswa melihat secara langsung peristiwa yang sedang terjadi, hal ini berarti siswa berada pada sudut pandangnya sendiri. Analogi yang terakhir yaitu analogi konflik kempaan. Pada jenis analogi ini, guru berperan untuk mendorong siswanya agar mempertentangkan dua sudut pandang yaitu sudut pandang siswa dan penyair. Teknik utama model pembelajaran ini ditekankan pada tahap analogi tersebut.

 

Pengertian Menulis Puisi

Menurut Suminto A. Sayuti (1985: 12), puisi merupakan hasil kreativitas manusia yang diwujudkan lewat susunan kata yang mempunyai makna. Batasan puisi tersebut masih sangat sederhana dan terlalu umum sehingga sulit untu mendefinisikan manakah susunan kata-kata yang termasuk p isi dan mana yang bukan.

 

D. Metode penelitian

Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik cluster random sampling. Sebagai kelompok eksperimen adalah kelas VIIIB, terdiri dari 31 siswa, sedangkan kelompok kontrol adalah kelas VIIIC, terdiri dari 31 siswa.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan tes awal dan tes akhir dengan kelompok banding (pretest-posttest control group design).

Pengumpulan data menggunakan metode tes unjuk kerja kemampuan menulis puisi. Uji prasyarat analisis yang digunakan adalah uji normalitas dengan metode Liliefors, sedangkan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett.

Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t pihak kanan yang diperoleh dari selisih tes awal dan tes akhir masing-masing kelompok (nilai perolehan) kemampuan menulis puisi.

 

E. Kesimpulan

Penelitian eksperimen ini dilaksanakan di kelas VIII SMP Negeri 2 Tulung Klaten.

Dalam penelitian ini, digunakan teknik cluster random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak melalui pemilihan kelompok-kelompok (kelas) yang ada dalam suatu populasi. Dari teknik tersebut, diperoleh dua kelas sebagai sampel penelitian yaitu masing-masing kelas sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Semua siswa yang ada di dalam kelompok tersebut dijadikan sampel. Untuk mengukur perbedaan kemampuan menulis puisi di  kedua kelompok, dilaksanakan tes awal dan tes akhir.

Instrumen tes yang digunakan untuk tes awal dan tes akhir terlebih dahulu diuji menggunakan uji reliabilitas rating dan uji validitas koseptual yang mengacu pada validitas isi. Dari nilai perolehan masingmasing kelompok, data dianalisis dengan menggunakan analisis uji-t pihak kanan.

Berdasarkan hasil uji-t pihak kanan pada taraf kepercayaan 5% yang menunjukkan harga uji-t dari nilai perolehan bahwa t hitung = 2,172 lebih besar t tabel = 2,000.

Dari hasil perhitungan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan media “kartu kerja” lebih efektif daripada pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tulung tahun ajaran 2008/2009.

 

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Pelaksanaan Penjurusan Mahasiswa di Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010
  2. Kontribusi Pemberian Asi, Usia Pernikahan, Jenjang Pendidikan Ibu, terhadap Nilai Gizi Balita Usia 0 Sampai 24 Bulan di Desa Tangkil, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen (Kasus Sosial di Kecamatan Sragen)
  3. Keefektifan Penggunaan Media “Kartu Kerja” terhadap Kemampuan Menulis Puisi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tulung Klaten Tahun Ajaran 2008/2009 (Studi Eksperimen)
  4. Kajian Persebaran Permukiman Kumuh Liar (Squatter) di Sepanjang Bantaran Bengawan Solo Kota Surakarta
  5. Pengaruh Keharmonisan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Pkn pada Siswa Kelas VII SLTP Negeri 3 Polokarto Kabupaten Sukoharjo Tahun Ajaran 2007/2008