Tesis Pendidikan: Pengaruh Keharmonisan Keluarga terhadap Prestasi Belajar PKN pada Siswa

Judul: Pengaruh Keharmonisan Keluarga terhadap Prestasi Belajar PKN pada Siswa Kelas VII SLTP Negeri 3 Polokarto Kabupaten Sukoharjo Tahun Ajaran 2007/2008

A. Latar Belakang

Kehidupan berkeluarga dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor ekonomi. Faktor ekonomi ini sangat berpengaruh terhadap semangat belajar siswa. Dalam kenyataan yang ada kita ketahui bahwa dalam kehidupan ekonomi yang kurang mencukupi, maka akan menimbulkan percekcokan antara anggota keluarga. Dalam hal pembelajaran karena kurang terpenuhinya fasilitas-fasilita belajar bagi anak-anak akan menimbulkan percekcokan antara anggota keluarga. Hal ini akan sangat mempengaruhi semangat anak-anak untuk belajar, sehingga akan mengakibatkan menurunnya prestasi belajar mereka.

Dari uraian di atas, maka dapat di tarik suatu pengertian bahwa untuk mencapai suatu prestasi belajar yang baik kemungkinan akan di pengaruhi oleh banyak faktor. Dalam hal ini faktor tersebut meliputi keharmonisan keluarga. Untuk membuktikan apakah faktor itu benar-benar memiliki pengaruh dengan prestasi belajar siswa, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai “Pengaruh Keharmonisan Keluarga terhadap Prestasi Belajar PKn pada Siswa Kelas VII SLTP Negeri 3 Polokarto Kabupaten Sukoharjo Tahun Ajaran 2007/2008.”

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas,maka dapat di rumuskan suatu permasalahan sebagai berikut: Adakah pengaruh yang signifikan antara keharmonisan keluarga terhadap prestasi belajar PKn pada Siswa kelas VII SLTP Negeri 3 Polokarto Kabupaten Sukoharjo tahun ajaran 2007/2008?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Keharmonisan Keluarga

Keharmonisan adalah perasaan senang, tentram hidup lahir dan batin” (WJS Porwodarminto, 1985:119) . Sedangkan Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (1988:299) memberi arti bahwa,”Keharmonisan adalah hal (keadaan) selaras atau serasi; keselarasan dirumah tangga perlu dijaga”. Sejalan dengan itu, Departemen Kesehatan RI (1987:1) memberi pengertian bahwa, ’’Keluarga adalah Kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang ada terikatan darah, perkawinan atau adopsi yang tinggal dalam suatu rumah tangga, menciptakan dan mempertahankan kebudayaan dan mendapatkan interaksi antara satu dengan yang lain melalui peranannya masing-masing’’. Keluarga inti dapat kita definisikan dengan keluarga atau kelompok yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak yang belum dewasa atau belum kawin. Sedangkan keluarga luas adalah satuan keluarga yang meliputi lebih dari satu generasi dari satu lingkungan kaum keluarga yang lebih luas dari pada hanya ayah, ibudan anak-anaknya (Khairuddin H 1985:27). Setelah mengkaji beberapa pendapat para ahli tersebut diatas dapat ditarik pengertian bahwa keluarga yang harmonis adalah suatu kelompok terkecil dari masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak dalam satu kesatuan ikatan darah, perkawinan atau adopsi yang hidup selaras dan serasi.

 

Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi belajar terdiri dari dua kata yaitu kata prestasi dan belajar. Menurut W.J.S. Poerwodarminto (1985:768) ‘’Prestasi adalah hasil maksimal dari suatu pekerjaan atau kecakapan’’. Sedangkan belajar pada hekekatnya adalah’’berusaha agar mendapat suatu kepandaian’’. Dengan demikian pada intinya prestasi belajar adalah hasil maksimal dari suatu pekerjaan untuk menambah atau mengumpulkan sejumlah pengetahuan.

Fungsi Prestasi Belajar

Menurut Zainal Arifin (1990:3), beberapa fungsi utama prestasi belajar adalah sebagai berikut:

  1. Prestasi belajar sebagai penentu kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai anak didik,
  2. Prestasi belajar sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu,
  3. Prestasi belajar sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan. Dalam arti prestasi belajar dapat dijadikan pendorong bagi anak didik dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan sebagai umpan balik dalam meningkatkan mutu pendidikan,
  4. Prestasi belajar sebagai indikator intern dan ekstern dari suatu institusi pendidikan. Indikator intern dalam arti prestasi belajar dapat dijadikan indikator tingkat produktivitas institusi pendidikan, asumsinya kurikulum yang digunakan relevan dengan kebutuhan anak didik dan masyarakat. Sedangkan indikator ekstern dalm arti tinggi rendahnya prestasi belajar dapat dijadikan indikator tingkat kesuksesan anak didik dalam bermasyarakat, asumsinya bahwa kurikulum yang digunakan relevan dengan pembangunan masyarakat.
  5. Prestasi belajar dijadikan indikator terhadap daya serap (kecerdasan) anak didik.

 

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan

Sumarsono et al. (2002:31) mengemukakan bahwa “Pendidikan Kewarganegaraan dimaksudkan agar kita memiliki wawasan kesadaran bernegara untuk bela Negara dan memiliki pola pikir, pola sikap dan perilaku sebagai pola tindak cinta tanah airberdasarkan pancasila. Semua itu di perlukan demi tetap utuh dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Pendidikan Kewarganegaraan akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dan partisipasi dalam bermasyarakat dari peserta didik. Sikap ini disertai dengan perilaku yang:

  • Beriman dan bertawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghayati nilai-nilai falsafah bangsa
  • Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  • Rasional, dinamis, dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga Negara
  • Bersifat prifesional yang di jiwai oleh kesadaran bela Negara
  • Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan Negara (S.Sumarsono et al, 2002:6)

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Deskriptif kuantitatif.

Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SLTP Negeri 3 Polokarto Kabupaten Sukoharjo Tahun Ajaran 2007/2008 yang berjumlah 160 siswa. Sampel sejumlah 100 siswa.

Teknik pengumpulan data untuk variabel keharmonisan keluarga menggunakan angket, prestasi belajar PKn menggunakan tes.

Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi satu prediktor.

 

E. Kesimpulan

Berdasarkan pengajuan hipotesis dan hasil analisis data maka dalam Bab ini akan disampaikan kesimpulan hasil penelitian. Adapun kesimpulannya adalah: “Ada pengaruh signifikan antara keharmonisan keluarga terhadap prestasi belajar PKn pada siswa kelas VII SLTP Negeri 3 Polokarto Kabupaten Sukoharjo Tahun Ajaran 2007/2008”.

Hal ini didasarkan atas hasil analisis data yaitu hasil Fhitung = 6.30 dan telah dikonsultasikan dengan Ftabel pada taraf signifikansi 5% ternyata Fhitung lebih besar dari Ftabel atau 6.30 > 3.96. Dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan itu diterima.

 

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Pelaksanaan Penjurusan Mahasiswa di Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010
  2. Kontribusi Pemberian Asi, Usia Pernikahan, Jenjang Pendidikan Ibu, terhadap Nilai Gizi Balita Usia 0 Sampai 24 Bulan di Desa Tangkil, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen (Kasus Sosial di Kecamatan Sragen)
  3. Keefektifan Penggunaan Media “Kartu Kerja” terhadap Kemampuan Menulis Puisi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tulung Klaten Tahun Ajaran 2008/2009 (Studi Eksperimen)
  4. Kajian Persebaran Permukiman Kumuh Liar (Squatter) di Sepanjang Bantaran Bengawan Solo Kota Surakarta
  5. Pengaruh Keharmonisan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Pkn pada Siswa Kelas VII SLTP Negeri 3 Polokarto Kabupaten Sukoharjo Tahun Ajaran 2007/2008

 

Incoming search terms: