Tesis Bahasa dan Sastra: Pemilihan Metode Ceramah, Drill, & Game dlm Bahasa China

Judul Tesis :  Pemilihan Metode Ceramah, Drill, dan Game dalam Pembelajaran Bahasa China di Kelas X SMA N 1 Karanganyar

 

A. Latar Belakang

Melihat dari kemampuan dasar dalam bahasa China yang harus dimiliki oleh para siswa SMA N I Karanganyar. Judul laporan ini yaitu: Pemilihan metode Ceramah, Drill, dan Game dalam pembelajaran bahasa China di SMA N I Karanganyar. Hal ini dimaksudkan untuk menjadi salah satu gambaran tentang sejauh mana tingkat keberhasilan dengan metode-metode tersebut sebagai acuan untuk diselenggarakannya pelajaran bahasa China di SMA N 1 Karanganyar ke depannya.

Dengan bekal materi-materi dan teori-teori yang didapat di bangku kuliah, saya melaksanakan program magang atau PKL tujuan dapat menerapkan ilmu yang telah didapat. Melalui pengalaman yang secara nyata diperoleh saat magang maka diharapkan dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja nyata, khususnya di dunia pendidikan, dengan tujuan menjadi pengajar bahasa yang profesional di bidangnya yakni pengajar bahasa China. Berangkat dari latar belakang di atas maka Peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut : Apakah pemilihan metode Ceramah, Drill, dan Game mampu meningkatkan pemahaman dan prestasi siswa dalam pembelajaran Bahasa China di SMA N I Karanganyar.

 

B. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan belajar dan mengajar bahasa China dengan menggunakan metode Ceramah, Drill, dan Game di kelas X SMA N I Karanganyar.
  2. Untuk menerapkan ilmu yang telah didapat pada saat kuliah ke dunia kerja nyata.

 

C. Landasan Teori

Pengertian Belajar

Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuannya, pemahamannya, sikap dan tingkah lakunya, daya penerimaannya dan lain-lain aspek yang ada pada individu (Nana Sudjana, 1987:28).

Metode Ceramah

Metode ceramah adalah suatu cara mengajar dengan menyajikan materi melalui penuturan dan penerangan lisan guru kepada siswa (Zainal Aqib, 2002:98).Menurut pengertian lain Metode Ceramah adalah Penuturan bahan pelajaran secara lisan.

 

Metode Latihan (Drill)

Metode latihan (drill) merupakan suatu metode yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih melakukan suatu keterampilan tertentu berdasarkan penjelasan atau petunjuk guru (Zainal Aqib, 2002:97). Dalam arti lain Metode Latihan (drill) adalah metode yang digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan atau ketrampilan dari apa yang telah dipelajari.

 

D. Kesimpulan

  1. Proses belajar – mengajar bahasa China dengan pemilihan metode ceramah, latihan (drill), dan permainan (game) dapat dijadikan contoh penggabungan metode pengajaran. Metode ceramah harus dipersiapkan sedetail mungkin serta dikemas semenarik mungkin dengan didukung oleh ilustrasi-ilustrasi tertentu. Supaya tidak membuat siswa cepat bosan. Metode ceramah dikemas sedemikian rupa agar siswa mengerti dan jelas pada materi-materi yang dipelajari. Pada metode latihan (drill) diusahakan semua siswa mendapat giliran untuk melakukan latihan apa yang telah dipelajari. Dan metode permainan (game) dilakukan supaya siswa senang belajar bahasa China dan untuk memahami bahan pelajaran yang digunakan.
  2. Pada proses belajar-mengajar bahasa China khususnya pada materi berbicara, harus menggunakan penggabungan metode belajar. Sebab metode ceramah saja tidak akan bisa berdiri sendiri, tanpa didukung oleh metode ceramah untuk mendapatkan hasil belajar mengajar yang optimal yaitu metode latihan (drill), dan metode permainan (game).

 

E. Saran

  1. Kegiatan belajar mengajar bahasa China supaya diselenggarakan tidak hanya di kelas X minimal sampai kelas XI supaya para siswa lebih pandai dalam berbahasa China
  2. Diadakan sarana buku-buku penunjang bahasa China misalkan kamus serta bahan bacaan yang mendukung pelajaran bahasa China.

 

Contoh Tesis Bahasa dan Sastra

  1. Sosok Tokoh Saridin dalam Seni Kethoprak terhadap Penanaman Budi Pekerti Siswa
  2. Struktur Cerita dan Nilai-Nilai Pendidikan yang Terdapat dalam Cerita Saridin Versi Kethoprak
  3. Tindak Tutur Perlokusi dalam Wacana Cerita Rakyat si Kabayan
  4. Variasi Tindak Tutur dalam Kursus Panatacara Permadani Semarang
  5. Akunin Shoki Model Penyelamatan Manusia Menurut Agama Budha Jepang Jodoshinshu
  6. Pemilihan Metode Ceramah, Drill, dan Game dalam Pembelajaran Bahasa China di Kelas X SMA N 1 Karanganyar
  7. Vebra Bervalensi Dua Dalam Kalimat Bahasa Jawa (Kajian Struktur Dan Makna)
  8. Peranan Penting Siaran Bahasa Mandarin di Radio Metta Fm Solo Sebagai Media Sosialisasi
  9. Cerita Rakyat Ki Kerta Bangsa di Dukuh Prampogan Desa Payungan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten
  10. Cerita Rakyat Kanjeng Raden Adipati Tumenggung Kolopaking di Desa Kalijirek Kecamatan Kebumen