Tesis Akurasi: Akurasi Tripel Diagnostik pd Pasien dgn Nodul Tiroid

Judul Tesis : Akurasi Tripel Diagnostik pada Pasien dengan Nodul Tiroid di Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo

 

A. Latar Belakang Tesis

Pada tindakan pembedahan tiroid umumnya dilakukan pemeriksaan potong beku intra operatif untuk menentukan keganasan pada lesi tiroid serta menentukan tindakan definitif dan jenis operasi yang dikerjakan. Pemeriksaan potong beku itu sendiri memiliki beberapa kelemahan antara lain biaya yang lebih mahal, waktu pembiusan yang lebih lama dengan segala risikonya, serta ketidaksediaan pemeriksaan ini di setiap rumah sakit.

Telah banyak dilakukan penelitian diagnostik preoperatif dalam penatalaksanan nodul tiroid seperti klinis, ultrasonografi, scan tiroid, MRI, biopsi aspirasi jarum halus sebagai pemeriksaan tunggal, sedangkan pemeriksaan secara kombinasi masih sedikit dilakukan dan dipublikasikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai akurasi pemeriksaan tripel diagnostik pada nodul tiroid yang terdiri dari klinis, ultrasonografi, dan aspirasi jarum halus (BAJAH), yang dibandingkan dengan standar baku emas pemeriksaan histopatologi sehingga nantinya diharapkan tripel diagnostik ini saja sudah cukup untuk dapat dipakai dalam merencanakan terapi definitif.

 

B. Rumusan Masalah

Apakah tripel diagnostik dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan terapi definitif menggantikan pemeriksaan potong beku pada pasien dengan nodul tiroid.

 

C. Tinjauan Pustaka

Nodul Tiroid

Nodul tiroid secara klinis dikenal dengan ditemukannya pembesaran kelenjar tiroid, ditandai dengan adanya pertumbuhan yang berlebihan dan perubahan struktural dan atau fungsional pada satu atau beberapa bagian di dalam jaringan tiroid normal. Struma noduler maupun difus nontoksik sangat umum didapatkan. Kelainan dari tiroid umumnya berupa nodul ataupun pembesaran kelenjar tiroid. Insidens nodul tiroid bervariasi 4-6% tapi ada yang mengatakan prevalensinya 5-50% tergantung dari populasi yang diteliti. Prevalensi karsinoma tiroid terbesar 10-30% dari nodul tiroid secara keseluruhan, baik nodul soliter ataupun multinoduler. Pada studi ultrasonografi ditemukan nodul tiroid pada wanita normal sebanyak 20-45%. Prevalensi ini meningkat secara linier dengan bertambahnya usia, pajanan terhadap sinar pengion dan adanya defisiensi jodium.

Stadium Klinik

Stadium klinik tergantung hasil pemeriksaan inspeksi dan palpasi kelenjar tiroid dan kelenjar limfe regional. Pencitraan digunakan sebagai alat pemeriksaan tambahan dalam metastasis jauh. Sedangkan usia kurang atau lebih dari 45 tahun sangat menentukan stadium klinik khususnya jenis papiler dan folikuler.

Etiologi

Ada 3 faktor setidaknya yang dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid baik secara diffusa (merata ataupun noduler):

  • Kekurangan intake jodium
  • Diskarsinogenesis yang merupakan kelainan oleh faktor genetik
  • Autoimun disease
  • Penyinaran sinar pengion

Secara klinis dapat ditemukan berbagai bentuk kelainan seperti endemik goiter, tiroiditis, grave disease dan neoplasma jinak dan ganas. Khusus untuk karsinoma tiroid berbagai hipotesis muncul tentang etiologi karsinoma tiroid ini, yang menggambarkan bahwa sebenarnya etiologi yang pasti belum diketahui, tidak ubahnya seperti berbagai keganasan yang lain juga belum diketahui penyebabnya.

 

D. Metodelogi

Penelitian ini merupakan suatu uji diagnostik dengan mengambil sampel dari rekam medis untuk menentukan validitas dan akurasi tripel diagnostik pada pasien dengan nodul tiroid yang dibuktikan dengan hasil pemeriksaan histopatologi sebagai standar baku emas.

Penelitian akan dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Waktu penelitian akan dilakukan antara periode Juni-Juli 2012.

Pada penelitian ini akan digunakan program komputer SPSS 20.0 untuk membantu perhitungan statistik.

 

E. Kesimpulan

  1. Sebagian besar kejadian pembesaran kelenjar tiroid terjadi pada pasien wanita (141 kasus; 87,5%) dengan persentase hasil histopatologi ganas sebesar 83,2 %
  2. Jenis histopatologi terbanyak adalah karsinoma papiler (90,3 %), diikuti karsinoma anaplastik (6%), karsinoma folikuler (3 %), dan karsinoma meduler (0,7%)
  3. Pemeriksaan kombinasi klinis, USG dan bajah memiliki sensitivitas 77%, spesifitas 94%, nilai prediksi positif 98%, nilai prediksi negatif 51,6%, akurasi 80,9%
  4. Pemeriksaan kombinasi klinis, USG dan bajah memberikan ketepatan diagnosis yang lebih tinggi daripada kombinasi model diagnostik lainnya. Kombinasi pemeriksaan tersebut dengan hasil ketiganya positif (konkordan ganas) memberikan probabilitas ganas sebesar 92 %.
  5. Tripel diagnostik belum dapat digunakan sebagai pemeriksaan yang ideal dalam tatalaksana kasus nodul tiroid, tetapi pada kasus dengan unsur-unsur tripel diagnostik yang konkordan ganas memiliki nilai prediksi positif (98%) dan probabilitas ganas (92 %) yang tinggi.

 

Contoh Tesis Akurasi

  1. Analisa Relvansi Akurasi Peramalan terhadap Efisiensi Biaya Persediaan di Divisi Pertambangan PT Trakindo Utama
  2. Akurasi Arah Penempatan Sekrup Pedikel pada Vertebra Thorakolumbal Kadaver Manusia dengan Alat Subrotosalimscoliometri Device (S3D) sebagai Penuntun
  3. Akurasi Metode Radiokolloid dan Blue Dye dalam Mendeteksi Limfonodi Sentinel pada Kanker Payudara Stadium Dini
  4. Akurasi Model Kerja Hasil Percetakan Ganda dengan Bahan Silikon dan Alginat untuk Pembuatan Mahkota Tiruan Penuh
  5. Akurasi MRI 0,5t Terhadap Artroskopi dalam Mendeteksi Ruptur Meniskus (Penelitian Pendahuluan)
  6. Akurasi Pemeriksaan Sitologi dan Histopatologi pada Pasien Kanker Paru di Beberapa Rumah Sakit Jakarta Tahun 2000-2005
  7. Akurasi Price-Earning-Growth Ratio (PEG Ratio) dalam Mencari Saham yang Menghasilkan Return di Atas IHSG
  8. Akurasi Tripel Diagnostik pada Pasien dengan Nodul Tiroid di Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM)
  9. Akurasi Ultrasonografi Doppler Berwarna untuk Membedakan Kelenjar Getah Bening Aksila Pada Level I dengan dan Tanpa Anak Sebar pada Karsinoma Payudara