Tesis Akutansi: Pengaruh Efisiensi Pengendalian Biaya & Tingkat Perputaran Modal Kerja

Judul Tesis : Pengaruh Efisiensi Pengendalian Biaya dan Tingkat Perputaran Modal Kerja terhadap Rentabilitas Ekonomi Pada KPRI Kota Semarang Tahun 2005

 

A. Latar Belakang

Perbandingan antara laba / SHU yang diperoleh terhadap modal yang berputar menghasilkan prosentase tingkat rentabilitas. Standar tingkat rentabilitas yang telah ditetapkan oleh Dep. Kop. PK&M 2002 bahwa rentabilitas dapat dikatakan efisien jika sebesar 10-14%. Selain menggunakan standar tersebut, untuk menilai efisiensi yang telah dicapai lazimnya juga diperbandingkan dengan tingkat bunga pinjaman atau utang yang berlaku. Suatu badan usaha seperti koperasi dapat dikatakan efisien apabila rate of returnnya lebih tinggi daripada tingkat suku bunga pinjaman atau utang. Dengan demikian faktor tingkat bunga pinjaman yang berlaku dapat digunakan sebagai alat ukur efisiensi yang dicapai oleh KPRI di Kota Semarang.

Dari observasi pendahuluan yang telah dilakukan di PKP-RI dan Dinas Koperasi yang terdapat di Kota Semarang, penulis menemukan permasalahan sebagian dari sampel yang diambil tidak semua memiliki tingkat rentabilitas yang baik, sebagian dari KPRI yang ada memiliki tingkat rentabilitas dibawah standar yang telah ditetapkan oleh Departemen Koperasi dan dapat disimpulkan bahwa terdapat masalah pada KPRI yang ada di Kota Semarang yang harus diteliti lebih lanjut.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh antara efisiensi pengendalian biaya dan tingkat perputaran modal kerja terhadap rentabilitas ekonomi pada KPRI Kota Semarang tahun 2005 secara simultan?
  2. Apakah ada pengaruh antara efisiensi pengendalian biaya dan tingkat perputaran modal kerja terhadap rentabilitas ekonomi pada KPRI Kota Semarang tahun 2005 secara parsial?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Pengendalian Biaya

Pengendalian biaya adalah produk ikutan manajemen yang efektif, karena jika manajemen suatu perusahaan diselenggarakan dengan efektif, biasanya terjadi efisiensi tinggi sebagai gejala nyata dari pengendalian biaya Sutrisno dan Kusriyanto, (1994:2).

Pengertian Modal Kerja

Menurut Gitosudarmo (2000 :35) Modal kerja adalah kekayaan atau aktiva yang diperlukan oleh perusahan untuk menyelenggarakan kegiatan sehari-hari yang selalu berputar dalam periode tertentu.

 

Pengertian Rentabilitas

Menurut Riyanto (2001:35) yang dimaksud dengan rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Menurut Munawir (2001:33) rentabilitas adalah kemampuan perusahaan atau badan usaha dalam menggunakan dana yang dimiliki untuk memperoleh laba.

 

D. Metode Penelitian

Populasi penelitian ini adalah 104 KPRI di Kota Semarang.

Sampel yang diambil adalah 30 KPRI, dan pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode random sampling.

Variabel dalam penelitian ini adalah variael bebas yang berupa efisiensi pengendalian biaya (X1), dan tingkat perputaran modal kerja (X2) serta variabel terikat yang berupa rentabilitas ekonomi (Y) pada KPRI di Kota Semarang tahun 2005.

Metode pengumpulan data penelitian ini adalah metode dokumentasi dan wawancara.

Adapun metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis rasio dan analisis regresi berganda.

 

E. Kesimpulan

  1. Efisiensi Pengendalian Biaya pada KPRI Kota Semarang tahun 2005 dapat dikatakan efisien dan secara umum dapat dikatakan cukup tinggi, sedangkan rata-rata tingkat perputaran modal kerja dan rentabilitas ekonomi dapat dikatakan cukup efisien meskipun masih dibawah standar.
  2. Berdasarkan analisis regresi berganda dapat diketahui bahwa secara simultan efisiensi pengendalian biaya dan tingkat perputaran modal kerja berpengaruh terhadap rentabilitas ekonomi. Besarnya pengaruh tersebut yaitu sebesar 21,7%, dan sisanya 78,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
  3. Efisiensi pengendalian biaya dan tingkat perputaran modal kerja juga berpengaruh secara parsial terhadap rentabilitas ekonomi. Efisiensi pengendalian biaya berpengaruh terhadap rentabilitas ekonomi sebesar 16,9% dan besarnya pengaruh tingkat perputaran modal kerja terhadap rentabilitas ekonomi 14,5 %.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Pengaruh Efisiensi Modal Kerja terhadap Rentabilitas pada Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia
  2. Pengaruh Efisiensi Pengendalian Biaya dan Tingkat Perputaran Modal Kerja terhadap Rentabilitas Ekonomi
  3. Pengaruh Modal Sendiri dan Modal Pinjaman Terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi
  4. Pengaruh Motivasi Belajar dan Metode Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar Akuntansi
  5. Pengaruh Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan, Minat dan Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar

 

Incoming search terms:

Tesis Akutansi: Pengaruh Efisiensi Modal Kerja trhdp Rentabilitas pd Pusat Koperasi

Judul Tesis : Pengaruh Efisiensi Modal Kerja terhadap Rentabilitas pada Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKP-RI) Kabupaten Wonogiri Tahun 1996-2005

 

A. Latar Belakang

Sebagai organisasi ekonomi koperasi dalam menjalankan usahanya memerlukan modal usaha. Peranan modal didalam operasional koperasi mempunyai kontribusi yang sangat penting karena tanpa modal yang cukup koperasi tidak akan berjalan lancar. Schwiedland memberikan pengertian modal dalam arti luas dimana modal itu meliputi baik modal dalam bentuk uang maupun dalam bentuk barang, misalnya mesin, barang-barang dagangan dan lain sebagainya (Riyanto,1999 : 18). Dengan demikian modal dapat berupa uang maupun harta lainnya yang mempunyai nilai uang yang digunakan untuk menjalankan usaha.

Modal kerja merupakan faktor yang tidak kalah penting jika dibandingkan dengan faktor yang lain misalnya : tenaga kerja, mesin atau alat produksi dan bangunan. Modal kerja mempunyai hubungan yang erat dengan kegiatan operasi sehari-hari, karena selalu dibutuhkan untuk membelanjakan operasi secara terus menerus. Modal kerja yang cukup, memungkinkan bagi perusahaan untuk beroperasi seekonomis mungkin dan perusahaan tidak mengalami kesulitan atau menghadapi bahaya-bahaya yang mungkin timbul karena ada krisis atau kekacauan keuangan ( S. Munawir, :1995 : 114).

 

B. Rumusan Masalah

Adakah pengaruh Efisiensi Modal Kerja terhadap Rentabilitas pada PKP-RI Kabupaten Wonogiri tahun 1996 sampai dengan tahun 2005. ?

 

C. Landasan Teori

Gambaran Umum Koperasi

Koperasi diartikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan (UU No. 25 Tahun 1992). Karena koperasi juga sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan maka kegiatan operasional koperasi lebih mementingkan gotong royong dan kerjasama antar anggotanya.

Pengertian Modal Kerja

Modal kerja adalah sejumlah dana yang digunakan untuk membiayai operasional perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa. Dengan menggunakan modal kerja secara efisien, memungkinkan perusahaan dapat beroperasi seoptimal mungkin. Menurut Riyanto, (1995: 58-59) terdapat tiga konsep tentang modal kerja yaitu :

Konsep kuantitatif, pengertian modal kerja menurut konsep ini adalah keseluruhan aktiva lancar yang sering disebut modal kerja bruto (Gross Working Capital).

Pengertian Efisiensi

Efisiensi adalah ketepatan cara (usaha, kerja) dalam menjalankan sesuatu dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga dan biaya. Efisiensi juga berarti rasio antara input dan output atau biaya dan keuntungan ( Mulyadi, 1989 : 63). Efisiensi dalam pekerjaan adalah perbandingan terbalik antara kerja dengan hasil yang dicapai oleh kerja itu.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi kasus yaitu kasus tentang Efisiensi Modal Kerja dan Rentabilitas pada PKP-RI Kabupaten Wonogiri.

Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan informasi keuangan yang terdapat di PKP-RI Kabupaten Wonogiri pada tahun 1996 sampai dengan tahun 2005.

Penelitian ini menggunakan metode wawancara, metode dokumentasi dan kepustakaan.

Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif.

 

E. Kesimpulan

Setelah dibahas berbagai permasalahan mengenai pengaruh efisiensi modal kerja terhadap rentabilitas maka dapat dikemukakan simpulan sebagai berikut : Hasil perhitungan rasio likuiditas, rasio aktivitas dan rasio rentabilitas pada PKP-RI Kabupaten Wonogiri pada tahun 1996-2005 yaitu current ratio rata-rata 399.77% dan cash ratio rata-rata sebesar 13.98%. Rasio aktivitas terdiri dari perputaran kas rata-rata mencapai 267.64 kali, perputaran piutang mencapai rata-rata 0.24 kali, dan perputaran modal kerja sebanyak 0.46 kali. Sedangkan rasio rentabilitas rata-rata sebesar 4.4%. Selain itu dari analisis regresi sederhana diperoleh hasil bahwa F hitung > F tabel, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya ada pengaruh signifikan efisiensi modal kerja terhadap rentabilitas.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Pengaruh Efisiensi Modal Kerja terhadap Rentabilitas pada Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia
  2. Pengaruh Efisiensi Pengendalian Biaya dan Tingkat Perputaran Modal Kerja terhadap Rentabilitas Ekonomi
  3. Pengaruh Modal Sendiri dan Modal Pinjaman Terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi
  4. Pengaruh Motivasi Belajar dan Metode Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar Akuntansi
  5. Pengaruh Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan, Minat dan Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar