Tesis Pendidikan: Media Iklan untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Persuasi

Judul: Penggunaan Media Iklan untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Persuasi pada Siswa Kelas X Administrasi Perkantoran 1 SMK Murni 2 Surakarta Tahun Ajaran 2008/2009

A. Latar Belakang

Peneliti dan guru mencoba menggunakan media iklan untuk menunjang pelaksanan upaya peningkatan keterampilan menulis siswa. Iklan yang digunakan bisa dari media elektronik dan media cetak. Iklan yang diambil sebisa mungkin tidak hanya menonjolkan sisi komersialnya saja, tetapi iklan yang memiliki pesan moral yang baik dan edukatif. Iklan yang digunakan dalam pembelajaran menulis persuasi dapat berupa iklan layanan masyarakat, dari iklan tersebut dapat dijabarkan informasi yang disampaikan kepada pembaca melalui tulisan persuasi. Melalui penggunaan media iklan akan dapat memudahkan siswa menuangkan gagasan, ide dalam bentuk tulisan, selain itu dengan adanya media iklan akan menghadirkan suasana yang berbeda dalam kegiatan pembelajaran. Adanya penggunaan media iklan diharapkan akan ada perubahan dan peningkatan keterampilan menulis siswa.

Sejalan dengan hal tersebut di atas, peneliti berkolaborasi bersama guru bekerja sama untuk menggunakan media iklan sebagai sarana meningkatkan pembelajaran menulis siswa. Media iklan dipilih sebagai alternatif meningkatkan keterampilan menulis dan dirumuskan judul “Penggunaan Media Iklan untuk Meningkatkan kemampuan Menulis Persuasi pada Siswa Kelas X AP 1 SMK Murni 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2008/2009”.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimanakah menggunakan media iklan yang dapat meningkatkan keaktifan dan motivasi dalam mengikuti pembelajaran menulis persuasi pada siswa kelas X AP 1 SMK Murni 2 Surakarta tahun pelajaran 2008/2009?
  2. Bagaimanakah menggunakan media iklan yang dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran menulis persuasi pada siswa kelas X AP 1 SMK Murni 2 Surakarta tahun pelajaran 2008/2009?

 

C. Landasan Teori

Asas-asas Menulis

Nurudin (2007: 39-47) menjelaskan bahwa asas menulis yang harus dipenuhi seseorang dalam kegiatan menulis adalah:

Kejelasan (Clarity)

Tulisan harus dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca, artinya apa yang dimaksudkan penulis tidak disalahartikan atau salah tafsir oleh pembaca karena adanya penggunaan kalimat yang tidak jelas.

Ketepatan (Correctness)

Suatu penulisan harus dapat menyampaikan butir gagasan kepada pembaca dengan kecocokan seperti yang dimaksud penulisnya. Ini berarti apa yang diinginkan oleh penulis dipahami sama persis oleh pembacanya

Kesatupaduan (Unity)

Kesatupaduan memiliki arti adanya satu gagasan dalam satu alenia.

Pertautan

Antar bagian bertautan satu sama lain (antar alenia atau kalimat).

Penegasan

Adanya penonjolan atau mempunyai derajat perbedaan antar bagian sangat tergantung pada keahlian penulis. Orang yang sudah mahir menulis akan bisa menyebar penekanan pada setiap bagian, penulis pemula pun dapat melakukannya dengan cara membuat sub bahasan pada sebuah tulisan.

 

Pengertian Persuasi

Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motoric berupa motorik perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya (Masnur Muchlis, 2007). Unsur terpenting menulis persuasi adalah kepercayaan, karena pada dasarnya tujuan akhir dari persuasi adalah agar pembaca melakukan sesuatu dalam pengambilan keputusan. Keputusan yang diambil merupakan keputusan yang benar, bijaksana, dan dapat dilakukan tanpa paksaan.

Langkah menyusun persuasi

  1. Menentukan topik atau tema
  2. Merumuskan tujuan
  3. Mengumpulkan data dari berbagai sumber
  4. Menyusun kerangka karangan
  5. Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi

 

Pengertian Iklan

Rhenald Kasali dalam Enik Sulistyawati (2008) secara sederhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan oleh suatu masyarakat lewat suatu media. Dari definisi tersebut dapat diuraikan bahwa iklan memiliki karakteristik menawarkan produk lewat suatu media.

Jenis-Jenis Iklan

Jefkins (1996: 39) menggolongkan iklan menjadi tujuh katagori pokok, yaitu:

  1. Iklan konsumen
  2. Iklan bisnis ke bisnis atau iklan antarbisnis
  3. Iklan perdagangan
  4. Iklan eceran
  5. Iklan keuangan
  6. Iklan langsung
  7. Iklan lowongan kerja

 

Jenis Media Belajar

Ahkmat Sudrajat (2008) menyebutkan berbagai jenis media belajar, diantaranya:

  • Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
  • Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
  • Projected Still Media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
  • Projected Motion Media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya

D. Metode Penelitian

Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Administrasi Perkantoran SMK Murni 2 Surakarta yang berjumlah 25 siswa (putri semua) serta guru bahasa Indonesia kelas X Administrasi Perkantoran 1.

Pelaksanaan penelitian dimulai dari survei awal, siklus I, siklus II, sampai dengan siklus III yang masing-masing terdapat empat tahap di setiap siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, serta analisis dan refleksi.

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, pemberian tugas menulis, dan wawancara.

E. Kesimpulan

  1. Peningkatan Proses Pembelajaran Ditandai oleh Hal- hal Sebagai Berikut
    1. Jumlah siswa yang aktif dalam kegiatan apersepsi terus mengalami peningkatan dari siklus ke siklus, yaitu 46% pada siklus I, 54% pada siklus II, dan 67% pada siklus III.
    2. Jumlah siswa yang aktif dalam memperhatikan penjelasan materi oleh guru mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada siklus I sebesar 50%, siklus II sebesar 58%, dan siklus III sebesar 71%.
    3. Jumlah siswa yang aktif dalam memperhatikan iklan mengalami peningkatan di setiap siklus, yaitu 58% di siklus I, 75 di siklus II, dn 83% di siklus III.
    4. Jumlah siswa yang aktif dalam berdiskusi meningkat dari siklus ke siklus, yaitu 29% pada siklus 1, 46 % pada siklus II, dan 54% pada siklus III.
    5. Jumlah siswa yang aktif dalam membuat kerangka dan mengembangkannya menjadi karangan persuasi mengalami peningkatan dalam setiap siklus, yaitu 92% pada siklus I, 100% pada siklus II dan III.

Secara umum, peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran menulis persuasi dengan media iklan dapat disimpulkan sebagai berikut. Pada siklus I persentase keaktifan siswa mencapai 55% meningkat 17 poin dari survei awal. Pada siklus II, siswa yang aktif mencapai 67% sedangkan pada siklus III mencapai 75%.

  1. Peningkatan Hasil Pembelajaran

Pemakaian media iklan dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran menulis persuasi. Hal ini ditandai dengan nilai rata-rata menulis siswa yang mengalami peningkatan pada tiap siklusnya. Pada siklus I, nilai rata-rata siswa mencapai 58,04; siklus II mencapai 63; dan siklus III mencapai 70,04. Pengaruh penggunaan iklan baik visual, audio dan audiovisual terhadap peningkatan kualitas hasil pembelajaran terbukti dengan ditemukannya fakta bahwa di akhir tindakan (siklus III) keseluruhan siswa telah mampu mencapai nilai ketuntasan (60).

  1. Pemakaian Media Iklan yang Efektif

Prosedur penggunaan media iklan yang efektif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran adalah:

  1. siswa menentukan jenis tulisan dari beberapa contoh tulisan yang diberikan guru;
  2. guru memberikan contoh topik tulisan persuasi yang kemudian diperinci menjadi sub-sub topik;
  3. guru memberikan dua pilihan topik kemudian topik yang dipilih digunakan sebagai bahan menulis persuasi;
  4. guru mengulang pemutaran iklan agar siswa lebih memahami isi iklan yang disampaikan;
  5. guru membimbing siswa untuk berdiskusi tentang isi iklan;
  6. siswa menulis persuasi berdasarkan isi iklan yang telah didiskusikan sebelumnya.

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Pengaruh Kreatifitas dan Minat Pemilihan Program Studi Teknik Sipil/ Bangunan terhadap Jiwa Wirausaha pada Mahasiswa Pendidikan Teknik Sipil/ Bangunan Universitas Sebelas Maret Tahun Akademik 2006/2007
  2. Analisis Spasial Warung Internet (Warnet) Kecamatan Jebres Kota Surakarta Tahun 2008
  3. Peningkatan Motivasi Belajar IPA Melalui Pembelajaran Menggunakan Media Science Education Quality Improvement Project (SEQIP) Kelas VI SD Negeri Tegalmulyo No. 157 Kec. Banjarsari Surakarta
  4. Aktivitas Manusia di Pasar Tradisional Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Seni Lukis
  5. Penggunaan Media Iklan untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Persuasi pada Siswa Kelas X Administrasi Perkantoran 1 SMK Murni 2 Surakarta Tahun Ajaran 2008/2009