Skripsi Manajemen: Faktor-Faktor yg Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Otomotif

Judul: Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta

A. Latar Belakang

Semakin berkembangnya pembangunan industri otomotif saat ini, maka perusahaan otomotif dituntut untuk lebih profesional dalam kinerjanya serta mempunyai wawasan yang luas agar dapat menghasilkan atau menciptakan produk otomotif yang berkualitas baik sehingga konsumen akan tertarik dan sanggup mengeluarkan berapapun dananya untuk sebuah produk otomotif tersebut.

Berdasarkan latar belakang tersebut, terlihat bahwa keputusan struktur modal merupakan keputusan yang sangat penting dalam kelangsungan hidup perusahaan, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta”

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana pengaruh profitabilitas, struktur aktiva, pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan, dan pajak terhadap struktur modal pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Struktur Modal

Struktur modal merupakan perbandingan atau imbangan pendanaan jangka panjang perusahaan yang ditunjukkan oleh perbandingan hutang jangka panjang terhadap modal sendiri (Martono dan Agus, 2007).

Pendekatan Struktur Modal

Ada beberapa pendekatan dalam teori struktur modal, yaitu:

1. Pendekatan Laba Operasi Bersih (Net Operating Income Approach)

Pendekatan laba operasi bersih dikemukakan oleh David Durand pada tahun 1952. Pendekatan ini menggunakan asumsi bahwa investor memiliki reaksi yang berbeda terhadap penggunaan hutang perusahaan.

2. Pendekatan Tradisional (Tradisional Approach)

Pada pendekatan tradisional diasumsikan terjadi perubahan struktur modal yang optimal dan peningkatan nilai total perusahaan melalui penggunaan financial leverage (hutang dibagi modal sendiri).

3. Pendekatan Modigliani dan Miller (MM Approach)

Franco Modigliani dan MH. Miller (MM) berpendapat bahwa risiko total bagi seluruh pemegang saham tidak berubah walaupun struktur modal perusahaan mengalami perubahan

 

Teori Struktur Modal

1. Agency Theory

Teori ini dikemukakan oleh Michael C. Jensen dan William H. Mecking pada tahun 1976 (Horne dan Makhowich, 2007 ; 243). Pihak manajemen dapat dianggap sebagai agen dari para pemilik perusahaan, yaitu para pemegang saham.

2. Signaling Theory

Signaling Theory (Teori Persinyalan) menurut Brigham dan Houston (2006 ; 39) merupakan suatu tindakan yang diambil manajemen perusahaan yang memberi petunjuk bagi investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan.

3. Asymmetric Information Theory

Asymmetric Information (Informasi Asimetris) menurut Brigham dan Houston (2006 ; 38) adalah situasi dimana manajer memiliki informasi yang berbeda (yang lebih baik) daripada yang dimiliki investor.

4. Pecking Order Theory

Teori ini diperkenalkan pertama kali oleh Donalson pada tahun 1961 sedangkan penanaman Pecking Order Theory dilakukan oleh Myers pada tahun 1984 (Husnan, 1998 ; 324). Secara singkat teori ini menyatakan bahwa perusahaan menyukai internal financing (pendanaan dari hasil operasi perusahaan yang berwujud laba ditahan), apabila pendanaan dari luar (external financing) diperlukan, maka perusahaan akan menerbitkan sekuritas yang paling aman terlebih dahulu yaitu dimulai dengan penerbitan obligasi, kemudian diikuti oleh sekuritas yang berkarateristik opsi, baru akhirnya apabila belum mencukupi saham baru diterbitkan.

 

Faktor-faktor Struktur Modal

Menurut Brigham dan Houston (2006 ; 42), perusahaan umumnya mempertimbangkan faktor-faktor berikut ketika membuat keputusan-keputusan struktur modal :

1. Stabilitas penjualan

Sebuah perusahaan yang penjualannya relatif stabil dapat dengan aman mengambil lebih banyak hutang dan menanggung beban tetap yang lebih tinggi daripada perusahaan dengan penjualan yang tidak stabil.

2. Struktur aktiva

Perusahaan yang aktivanya cocok sebagai jaminan atas pinjaman cenderung lebih banyak menggunakan hutang. Aktiva untuk tujuan umum yang dapat digunakan oleh banyak bisnis dapat menjadi jaminan yang baik, sebaliknya pada aktiva untuk tujuan khusus.

3. Leverage operasi

Leverage operasi adalah sejauh mana biaya-biaya tetap digunakan dalam operasi sebuah perusahaan. Jika hal-hal yang lain dianggap sama, perusahaan dengan leverage operasi yang lebih sedikit memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menerapkan leverage keuangan karena perusahaan tersebut akan memiliki risiko bisnis yang lebih kecil.

 

D. Metode Penelitian

Objek penelitian ini adalah Perusahaan-Perusahaan Otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) periode 2001-2005.

Data penelitian ini bersumber pada data laporan keuangan suatu perusahaan. Jenis data yang digunakan adalah jenis data sekunder.

Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan dokumentasi.

Untuk menguji hipotesis penelitian, digunakan pengujian secara statistik.

 

E. Kesimpulan

  1. Secara bersama – sama Struktur Profitabilitas (X1), Struktur Aktiva (X2), Pertumbuhan Penjualan (X3), Ukuran perusahaan (X4), dan Pajak (X5) berpengaruh secara signifikan terhadap Struktur modal pada perusahaan Otomotif di Bursa Efek Jakarta. Sedangkan besarnya pengaruh kelima variabel bebas tersebut adalah sebesar 13,7%, sedangkan sisanya 86,3% dipengaruhi oleh variabel bebas lainnya.
  2. Secara parsial variabel ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap stuktur modal perusahaan. Artinya semakin besar ukuran perusahaan maka semakin besar perusahaan dalam menggunakan leveragenya.
  3. Secara parsial variabel profitabilitas, struktur aktiva , pertumbuhan penjualan dan pajak tidak terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap struktur modal.

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Analisis Dampak Jangka Panjang Merger dan Akuisisi terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakusisi dan Perusahaan Diakuisisi di Bursa Efek Jakarta (BEJ)
  2. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta
  3. Analisis Perpindahan Konsumen pada Penyedia Jasa Telepon Selular dari Provider Lain Menuju Exelcomindo
  4. Analisis Sikap Konsumen terhadap Produk Distribution Outlet di Kota Yogyakarta
  5. Daya Tarik Iklan Produk Rokok Gudang Garam Merah di Media Televisi

 

Skripsi Manajemen: Faktor yg Mempengaruhi Struktur Modal Perusahaan Manufaktur di BEI

Judul Skripsi : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia

 

A. Latar Belakang

Struktur modal merupakan implikasi dari kebijakan perusahaan dalam menentukan jenis sekuritas yang dikeluarkan, karena masalah struktur modal adalah erat hubungannya dengan masalah kapitalisasi, dimana disusun dari jenis-jenis funds yang membentuk kapitalisasi adalah struktur modalnya (Riyanto, 2000:297).

Dengan mengetahui apa dan bagaimana faktor-faktor yang akan mempengaruhi struktur modal perusahaan di Bursa Efek Indonesia, dapat membantu khususnya pihak manajemen perusahaan yang ada dalam perusahaan tersebut dalam menentukan bagaimana seharusnya pemenuhan kebutuhan dana untuk mencapai struktur modal yang optimal dan bagi para investor di pasar modal pada umumnya. Dengan demikian tujuan pihak manajemen perusahaan untuk memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat tercapai.

 

B. Rumusan Masalah

Apakah tangible asset, firm size, degree of operating leverage, sales growth, profitabilitas dan likuiditas secara simultan berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia tahun 2004-2008?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Modal

Pengertian modal telah banyak mengalami perubahan. Pengertian modal secara klasik atau oriented adalah hasil produksi yang digunakan untuk memproduksi lebih lanjut. Dalam perkembanganya ternyata pengertian modal mengalami perubahan yaitu ditekankan pada nilai, daya beli dan kekuasaan memakai atau menggunakan yang terkandung dalam barang-barang modal (Riyanto, 2000:17).

Jenis-Jenis Modal

  1. Modal Asing atau Utang
  2. Modal Sendiri
  3. Saham preferen (preferred stock)

 

Leverage

Leverage didefinisikan sebagai penggunaan aktiva atau dana yang dalam penggunaan dana tersebut perusahaan harus mampu menutup biaya tetap (Riyanto, 2000:375). Leverage merupakan hasil dari penggunaan biaya asset tetap atau dana untuk menambah pengembalian pada kepemilikan perusahaan.

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2004-2008. Metode pengumpulan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang diperoleh yaitu 41 perusahaan. Alat analisis yang digunakan yaitu regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan SPSS for Windows version.16.0

 

E. Kesimpulan

  1. Secara simultan tangible asset (TA), firm size (SIZE), degree of operating leverage (DOL), sales growth (SG), profitabilitas (NPM) dan likuiditas (CR) berpengaruh secara signifikan terhadap struktur modal (DTA).
  2. Variabel tangible asset (TA) berpengaruh secara signifikan terhadap struktur modal (DTA).
  3. Variabel firm size (SIZE) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap struktur modal (DTA).

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia
  2. Analisis Network Produk Kursi Jati pada PT ART FURNITURE di Boyolali
  3. Prosedur Surat – Menyurat pada Bagian Sekretariat di Rumah Sakit Kasih Ibu Surakarta
  4. Penerapan Saluran Distribusi Orangin pada Perusahaan Jamu PT Air Mancur Karanganyar
  5. Penentuan Strategi Bauran Pemasaran yang diterapkan pada PT. Kharisma Rotan Mandiri