Tesis Depresi : Pengaruh Terapi Kelompok Suportif Ekspresif trhdp Depresi pd Pasien Kanker

Judul Tesis : Pengaruh Terapi Kelompok Suportif Ekspresif terhadap Depresi dan Kemampuan Mengatasi Depresi pada Pasien Kanker

 

A. Latar Belakang

Rumah Singgah Kanker juga menjadi salah satu tempat berkumpulnya pasien kanker yang menjalani terapi di Rumah Sakit. Rumah Singgah kanker merupakan rumah tinggal yang didirikan oleh yayasan CISC. Cancer Information and Support Centre (CISC) merupakan yayasan kanker yang didirikan oleh survivor penderita kanker yang bertujuan untuk memberikan dukungan informasi dan rumah tinggal bagi penderita kanker. Sebanyak 15 hingga 20 pasien menempati Rumah Singgah Kanker. Tidak banyak kegiatan yang dilakukan di Rumah Singgah Kanker selain pertemuan atau Support Group yang dilakukan satu kali dalam satu bulan untuk memberikan informasi terkait jenis kanker tertentu.

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti, keseluruhan pasien kanker yang menjalani perawatan di Rumah Sakit dan Rumah Singgah Kanker, didentifikasi pengetahuannya terhadap terapi yang diberikan. Diketahui bahwa 100% pasien belum pernah mendengar atau bahkan menjalani terapi kelompok suportif ekspresif. Dari hasil screening diketahui bahwa 98.1% pasien kanker mengalami depresi.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah terapi kelompok suportif ekspresif berpengaruh terhadap kondisi depresi dan kemampuan mengatasi depresi pada pasien kanker di di RSPAD Gatot Subroto, RS.Raden Said Sukanto POLRI dan Rumah Singgah Kanker.
  2. Apakah terdapat hubungan antara kemampuan mengatasi depresi dengan kejadian depresi pada pasien kanker di di RSPAD Gatot Subroto, RS.Raden Said Sukanto POLRI dan Rumah Singgah Kanker.
  3. Apakah faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, status perkawinan jenis kanker yang diderita, lama perawatan, jenis terapi medis yang dijalani, stasium kanker dan lama mengalami sakit berpengaruh terhadap depresi dan kemampuan untuk mengatasi depresi pada pasien kanker.

 

C. Tinjauan Teoritis

Pengertian Kanker

Kanker merupakan penyakit neoplastik karena sebab alamiah bersifat fatal (Dorland,1998). Disisi lain Dorlan juga mendefinisikan karsinoma sebagai pertumbuhan baru yang ganas, terdiri dari sel epitel yang cenderung menginfiltrasi jaringan sekitarnya dan menimbulkan metastasis. Dalam literatur kedokteran, ada kalanya digunakan istilah “neoplasma” yang pada dasarnya memiliki makna sama dengan “tumor” (Desen, 2008), mendefinisikan tumor sebagai jaringan baru (neoplasma) yang timbul dalam tubuh akibat pengaruh berbagai faktor penyebab yang menyebabkan jaringan setempat pada tingkat gen kehilangan kendali normal atas pertumbuhannya.

Pengertian Depresi

Depresi merupakan salah satu dari sekian banyak gangguan mental, American Psychiatric Association (2011) memberi batasan gangguan mental sebagai gejala atau pola dari tingkah laku psikologi yang tampak secara klinis terjadi pada seseorang yang berhubungan dengan keadaan distres atau gejala yang menyakitkan. Sementara itu, depresi sebagai salah satu bagian dari gangguan jiwa diberi batasan sebagai rasa sakit yang mendalam atas terjadinya sesuatu yang tidak menyenangkan sehingga memunculkan perasaan putus asa, tidak ada harapan, sedih, kecewa, yang ditandai dengan adanya perlambatan gerak tubuh dan fungsi tubuh.

Pengertian Terapi Kelompok Suportif Ekspresif

Terapi kelompok suportif ekspresif digambarkan sebagai terapi yang dimaknai keterbukaan dan memaknai ekpresi, pikiran dan emosi (Fobair et al, 2002). Terapi kelompok suportif ekspresif merupakan pengembangan dari terapi supportive yang dilakukan dalam kelompok. Pada dasarnya terapi kelompok suportif ekspresif merupakan kombinasi dari terapi suportif, existensial, cognitive-behavoural, interpersonal dan psikoedukasional yang disatukan sehingga dianggap sebagai terapi terbaik untuk pasien dengan penyakit terminal dan kronik (Kissane, 2004).

 

D. Metode Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain yang digunakan adalah “Quasi Ekperimental Pre-Post test with Contol Group”. Perlakuan yang diberikan adalah terapi kelompok suportif ekspresif.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien kanker di RSPAD dan Rumah Singgah Kanker Jakarta serta RS.Raden Said Sukanto POLRI. Jumlah pasien kanker kedua tempat tersebut bervariasi tergantung pada jumlah pasien yang menjalani perawatan. Jumlah rata-rata pasien kanker yang menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto adalah 53 pasien sedangkan di RS Raden Said Sukanto POLRI, rata-rata jumlah pasien yang menjalani perawatan adalah 51 pasien.

Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel pada penelitian ini merupakan pasien kanker di RSPAD dan Rumah Singgah Kanker serta RS. Raden Said Sukanto POLRI.

Penelitian ini dilakukan di RSPAD. Tempat ini dipilih karena merupakan Rumah Sakit rujukan Angkatan Darat dalam pemberian pelayanan pengobatan dan perawatan penyakit seluruh Indonesia. Rumah Singgah Kanker juga menjadi salah satu tempat berkumpulnya pasien kanker yang menjalani terapi di Rumah Sakit. RSPAD tidak memiliki ruangan khusus perawatan pasien kanker melainkan tersebar di beberapa ruangan tergantung jenis kanker yang diderita antara lain Gedung Bedah Lantai 4,5 dan 6, Ruang Perawatan Umum lantai 4,5 dan 6, ruang Ginekology dan ruang perawatan Jantung dan Paru lantai 1 dan 4.

Penelitian pengaruh terapi kelompok suportif ekspresif terhadap depresi pada pasien kanker dilakukan selama enam minggu, mulai dari bulan 22 Mei hingga 20 Juni 2012. Waktu pelaksanaan kegiatan ini dapat dilihat pada jadwal kegiatan pada lampiran. Terapi diberikan sebanyak 6 kali pertemuan dalam seminggu, sedangkan pelaksanaan kegiatan menyesuaikan dengan waktu yang telah disepakati oleh seluruh responden.

 

E. Kesimpulan

Rumah Sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan mampu menjadi wadah pemberian asuhan keperawatan secara holistik dan komprehensif bagi pasien kanker. Terdapat banyak kasus depresi yang tidak teridentifikasi karena depresi pada pasien kanker dianggap sebagai proses yang normal terjadi. Depresi pada pasien kanker masih belum banyak mendapatkan perhatian oleh tenaga kesehatan di Rumah Sakit, sehingga penanganannya hanya berpusat pada pemenuhan kebutuhan secara fisik.

Terapi kelompok suportif ekspresif yang telah terbukti memiliki dampak positif terhadap depresi pada pasien kanker dan dianggap sebagai terapi unggulan untuk mengatasi depresi. Terapi ini meningkatkan jumlah penerima terapi dengan biaya terjangkau. Keuntungan lain dari terapi ini adalah pasien dapat bersosialisasi dan berbagi perasaan kepada anggota kelompok sehingga menurunkan perasaan terisolasi, ketidakberdayaan, keputusasaan dan perasaan sendiri.

 

Contoh Tesis Depresi

  1. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Depresi pada Pasien Kanker Payudara di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta
  2. Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis dan Mengalami Depresi
  3. Pengaruh Terapi Kelompok Suportif Ekspresif Terhadap Depresi dan Kemampuan Mengatasi Depresi pada Pasien Kanker
  4. Tidur Pada Pasien Depresi Suatu Penelitian Pada Pasien Depresi Mengenai Tidur, Rem dan Phasic-Rem, dengan Pendekatan Psikiatri Biologik
  5. Uji Klinik Pemakaian Amineptine pada Pasien Depresi Endogen dan Depresi Reaktif Yang Berobat Jalan Ke Poliklinik Salah Satu Rumah Sakit di Jakarta

 

Tesis Depresi : Faktor-Faktor yg Mempengaruhi Depresi pada Pasien Kanker Payudara

Judul Tesis : Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Depresi pada Pasien Kanker Payudara di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta

 

A. Latar Belakang

Sebuah penelitian lain di Korea Selatan dari 1.933 wanita yang menggunakan Beck Depression Inventory (BDI), melaporkan hasil kejadian depresi pada wanita dengan kanker payudara pada stadium 0 – III sebanyak 24,9% mengalami depresi sedang sampai parah, pada rerata waktu 4,6 tahun setelah operasi. Faktor lain yang dapat mempengaruhi kejadian depresi pada pasien kanker payudara, yaitu faktor kelelahan sebanyak 22,3% yang mengalami depresi sedang, sedangkan untuk faktor cemas dan stress sebanyak 27,9% yang mengalami depresi sedang (Kim, Son, Hwang, Han, Yang, Lee, et al, 2008).

Berdasarkan hasil studi pendahuluan di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, pada dua tahun terakhir ini tahun 2011-2012 terdapat 11.792 pasien dengan kanker payudara (Rekam Medik RSCM, 2012). Berdasarkan hasil wawancara dengan lima pasien kanker payudara di Poli rawat jalan bedah onkologi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, sebanyak tiga orang yang mengalami depresi dan dua orang tidak mengalami depresi, dan selama ini belum ada yang meneliti tentang faktor prediktor yang dapat mempengaruhi kejadian depresi pada pasien kanker payudara, untuk itu peneliti ingin mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kejadian depresi pada pasien kanker payudara di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian depresi pada pasien kanker payudara?
  2. Serta dari faktor – faktor tersebut,  faktor manakah yang paling mempengaruhi kejadian depresi pada pasien kanker payudara di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta?

 

C. Tinjauan Pustaka

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah keganasan pada jaringan payudara yang dapat berasal dari duktus maupun lobulusnya. Kanker payudara terjadi karena adanya kerusakan pada gen yang mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sehingga sel itu tumbuh dan berkembang biak tanpa dapat dikendalikan, penyebaran kanker payudara terjadi melalui pembuluh getah bening dan tumbuh di kelenjar getah bening, sehingga kelenjar getah bening aksila ataupun supraklavikula membesar, kemudian melalui pembuluh darah kanker menyebar ke organ lain seperti paruparu, hati dan otak (Perhimpunan Onkologi Indonesia, 2010).

Pengertian Depresi

Menurut Beck (1976) dalam Durrand dan Barrow (2006) Depresi dapat timbul dari kecenderungan untuk menginterpretasikan kejadian-kejadian sehari-hari secara negatif tentang dirinya sendiri, dunianya, dan masa depannya. Model kognitif Beck berfokus pada peran berpikir yang negatif atau terdistorsi dalam depresi.Depresi merupakan terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, kelelahan, rasa putus asa dan tidak berdaya, serta bunuh diri (Somerset, Stout, & Miller, 2004).

 

Penyebab Depresi

Menurut Casso & Buist (2004), ketakutan akan kematian tidak bisa meneruskan rencana-rencana hidupnya, perubahan citra diri dan percaya diri, perubahan peran sosial dan life style, serta masalah –masalah terkait financial, merupakan hal –hal yang mempengaruhi kehidupan penderita kanker sehingga bisa menyebabkan depresi.

 

D. Metodelogi Penelitian

Jenis desain penelitian ini yang digunakan adalah penelitian kuantitatif non eksperimental dengan menggunakan pendekatan cross sectional.

Populasi dari penelitian ini adalah seluruh perempuan yang menderita kanker payudara di poli rawat jalan bedah onkologi dan rawat inap gedung A Zona A lantai 2 di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta pada tanggal 1 – 15 Desember 2012.

Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non Probability sampling jenis convenient sampling.

Penelitian ini dilakukan di Poliklinik dan Rawat inap RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 102 responden, Adapun Rumah Sakit ini dipilih peneliti karena Rumah Sakit ini termasuk rumah sakit tipe A yang merupakan rumah sakit pusat rujukan nasional.

 

E. Kesimpulan

Kejadian depresi pada pasien kanker payudara dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kejadian depresi pada pasien kanker payudara adalah faktor usia, tingkat pendidikan, kepemilikan pasangan, pekerjaan, harga diri, kecemasan, stres, dan dukungan keluarga. Pada penelitian ini mayoritas responden adalah pada kelompok usia dewasa (20-59 th), pendidikan rendah, berstatus memiliki pasangan, tidak bekerja / ibu rumah tangga, memiliki harga diri negatif, mengalami kecemasan, tidak mengalami stres, dan mendapatkan dukungan keluarga baik. Secara statistik tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara usia, pendidikan, status pernikahan, pekerjaan, penghasilan, harga diri, dan stres terhadap kejadian depresi, sedangkan kecemasan dan dukungan keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian depresi pada pasien kanker payudara. Faktor dominan yg paling berpengaruh terhadap kejadian depresi pada pasien kanker payudara adalah hanya faktor dukungan keluarga, sehingga dukungan keluarga merupakan faktor penting yang dapat menurunkan kejadian depresi pada pasien kanker payudara.

 

Contoh Tesis Depresi

  1. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Depresi pada Pasien Kanker Payudara di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta
  2. Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis dan Mengalami Depresi
  3. Pengaruh Terapi Kelompok Suportif Ekspresif Terhadap Depresi dan Kemampuan Mengatasi Depresi pada Pasien Kanker
  4. Tidur Pada Pasien Depresi Suatu Penelitian Pada Pasien Depresi Mengenai Tidur, Rem dan Phasic-Rem, dengan Pendekatan Psikiatri Biologik
  5. Uji Klinik Pemakaian Amineptine pada Pasien Depresi Endogen dan Depresi Reaktif Yang Berobat Jalan Ke Poliklinik Salah Satu Rumah Sakit di Jakarta