Skripsi Manajemen: Analisis Brand Perceived Quality (Persepsi Kualitas Merek) pada Pelayanan

Judul: Analisis Brand Perceived Quality (Persepsi Kualitas Merek) pada Pelayanan BPPA (Bengkel Perawatan dan Perbaikan Astra Daihatsu Cabang Solo)

A. Latar Belakang

PT Astra International Daihatsu Cabang Solo merupakan salah satu perusahaan besar yang bergerak dibidang jasa otomotif yang melayani selling/penjualan mobil keluaran Daihatsu, bengkel yang melayani service dan perbaikan, dan spare-parts (suku cadang). PT Astra International Daihatsu Cabang Solo saat ini juga tengah dihadapkan pada permasalahan yang sama, yaitu ingin mengetahui persepsi kualitas merek dari pelayanan service BPPA (Bengkel Perawatan dan Perbaikan Astra Daihatsu Cabang Solo ) yang diberikan selama ini pada pelanggan setia Daihatsu. Karena pasar kini semakin kompetitif, kelangsungan suatu bisnis mutlak tergantung dari ada tidaknya perhatian yang besar terhadap kebutuhan pelanggan. Dengan melakukan analisis brand perceived quality perusahaan akan dapat mengetahui harapan dan persepsi pelanggan pada kualitas pelayanan di BPPA (Bengkel Perawatan dan Perbaikan Astra Daihatsu Cabang Solo). Sehingga dapat digunakan sebagai masukan perusahaan untuk mempertahankan maupun meningkatkan sistem pelayanan pada pelanggan.

Berdasarkan latar belakang tersebut, untuk mengetahui persepsi kualitas pelayanan pada BPPA (Bengkel Perawatan dan Perbaikan Astra Daihatsu Cabang Solo) maka mencoba menganalisis kegiatan perusahaan dengan judul ”Analisis Brand Perceived Quality pada Pelayanan BPPA (Bengkel Perawatan dan Perbaikan Astra Daihatsu Cabang Solo)”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana Brand Perceived Quality (Persepsi Kualitas Merek) pelanggan Daihatsu pada pelayanan BPPA (Bengkel Perawatan dan Perbaikan Astra Daihatsu Cabang Solo )?
  2. Setelah mengetahui Brand Perceived Quality (Persepsi Kualitas Merek) pelanggan Daihatsu pada pelayanan BPPA (Bengkel Perawatan dan Perbaikan Astra Daihatsu Cabang Solo), dimensi apakah yang harus dipertahankan dan perlu ditingkatkan?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Brand Perceived Quality

Brand Perceived Quality (Persepsi Kualitas Merek) Bagaimana benak konsumen memandang sebuah merek. Bagaimana keunggulan merek atau kelebihan merek secara keseluruhan yang didasarkan pada evaluasi subyektif konsumen (Ferrinadewi : 2008).

 

Dimensi Perceived Quality

Dimensi Perceived Quality pada produk Mengacu pada pendapat David A. Garvin, dimensi perceived quality dibagi menjadi tujuh, yaitu:

1. Kinerja

Melibatkan berbagai karakteristik operasional utama.

2. Pelayanan

Mencerminkan kemampuan memberikan pelayanan pada produk tersebut.

3. Ketahanan

Mencerminkan umur ekonomis dari produk tersebut.

4. Keandalan

Konsistensi dari kinerja yang dihasilan suatu produk dari satu pembelian ke pembelian berikutnya.

5. Karakteristik produk.

Bagian-bagian tambahan dari produk (feature).

6. Kesesuaian dengan spesifikasi.

merupakan pandangan mengenai kualitas proses manufuktur (tidak ada cacat produk) sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan dan teruji.

7. Hasil

Mengarah kepada kualitas yang dirasakan yang melibatkan enam dimensi sebelumnya. (Durianto, Sugiarto, Sitinjak : 2001).

 

Peranan Brand Perceived Quality

Perceived quality mempunyai peranan yang penting dalam membangun suatu merek. Peranan Brand perceived quality adalah:

1. Alasan untuk membeli

Kesan kualitas sebuah merek, memberikan alasan yang penting untuk membeli. Hal ini mempengaruhi konsumen merekmerek mana yang harus dipertimbangkan dan selanjutnya mempengaruhi merek mana yang akan dibeli.

2. Diferensiasi atau posisi dan harga premium

Kesan yang diciptakan adalah pelanggan memperoleh komoditi sesuai dengan apa yang dibayar. Maksudnya sebagai kompensasi dari premium price adalah keunggulan-keunggulan dari produk dan merek. Sehingga memberikan perbedaan dengan merek lain dan mempromosikan produk.

3. Perluasan saluran distribusi

Para pengecer dan distributor akan termotivasi untuk menjadi penyalur produk atau merek dengan perceived quality yang tinggi, yang berarti dapat semakin memperluas distribusi merek tersebut.

4. Perluasan merek

Merek dengan perceived quality kuat dapat digunakan untuk memperkenalkan kategori produk baru yang beraneka macam. Sehingga dapat dieksploitasi kearah perluasan

 

D. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini populasi yang diambil adalah pelanggan Astra International Daihatsu Cabang Solo dengan sampel sebanyak 100 responden.

Metode pepengumpulan data yang digunakan dengan menyebar kuesioner yang dibagikan pada pengunjung Astra International Daihatsu Cabang Solo pada tanggal 30 Maret 2009 sampai 8 April 2009.

Sedangkan metode pembahasan yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan mengubah data mentah menjadi bentuk atau gambaran yang mudah dipahami.

 

E. Kesimpulan

  1. Berdasarkan karakteristik demografi, maka dapat disimpulkan bahwa pelanggan BPPA mayoritas berjenis kelamin laki-laki, berusia 32 – 40 tahun, dengan latar belakang pendidikan tamat S1 (sarjana), pekerjaan sebagai karyawan, dengan penghasilan tiap bulan > 2 juta (lebih dari 2 juta), kemudian pengeluaran tiap bulan didominasi oleh 2 tingkat yaitu sebesar Rp. 500.000,00 – Rp. 1.000.000 dan > 2 juta yang memiliki persentase sama yaitu 29%, dengan tujuan responden ke bengkel terbanyak yaitu untuk perawatan berkala, dan jenis kendaraan yang terbanyak adalah Xenia.
  2. Setelah melihat analisis hasil nilai rata-rata performance (kinerja) dan importance (harapan) yang diukur dengan rentang skala, sebenarnya secara keseluruhan menunjukkan bahwa performance (kinerja) yang dihasilkan PT. Astra International Daihatsu khususnya pelayanan BPPA (Bengkel Perawatan dan Perbaikan Astra Daihatsu Cabang Solo) sudah bagus karena nilai rata-rata responden untuk semua pertanyaan masuk dalam kategori baik dan sangat baik. Tetapi nilai rata-rata responden pada importance (harapan) untuk setiap pertanyaan ternyata juga lebih tinggi dari kinerja, maka dapat disimpulkan bahwa masih perlu adanya usaha perbaikan dari perusahaan untuk dapat mengimbangi harapan pelanggan yang tinggi.

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Analisis Kepuasan Pelanggan terhadap Kualitas Pelayanan pada Grapari Telkomsel Solo
  2. Pengaruh Komitmen Organisasi pada Kinerja Karyawan dengan Etika Kerja Islami sebagai Variabel Moderator (Studi pada Karyawan CV. Arafah Group, Sukoharjo)
  3. Analisis Brand Perceived Quality (Persepsi Kualitas Merek) pada Pelayanan BPPA (Bengkel Perawatan dan Perbaikan Astra Daihatsu Cabang Solo)
  4. Pengaruh Implementasi Kebijakan SDM pada Komitmen Afektif terhadap Perubahan dan Perceived Implementation Success (Studi pada Karyawan PT. Tiga Pilar Sejahtera Tbk.)
  5. Pengaruh Profitability, Leverage, Market Value dan Firm Size terhadap Abnormal Return Saham (Studi Empiris pada Perusahaan LQ45 Tahun 2004 -2006)

 

Incoming search terms: