Tesis Proses Pengadaan: Alur Proses Pengadaan Obat Kemoterapi di Rumah Sakit

Judul Tesis : Analisis Alur Proses Pengadaan Obat Kemoterapi di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center dengan Aplikasi Prinsip Lean Thinking

A. Latar Belakang

Pelayanan kesehatan secara kontinu dituntut untuk terus meningkatkan kualitasnya. Fokus pelayanan pun saat ini bertumpu pada pemenuhan patient safety dengan juga memprioritaskan kepuasan pelanggan atau patient satisfaction. Untuk mencapai hal ini, telah banyak metode atau prinsip manajemen umum yang diadaptasikan aplikasinya ke rumah sakit atau pusat pelayanan kesehatan. Beberapa di antaranya adalah Total Quality Management (TQM), Six Sigma, dan yang terbaru adalah Lean Thinking dari Toyota Production System (TPS) (Graban, 2009).

Prinsip Lean Thinking telah membawa keberhasilan di berbagai industri, dari mulai penerbangan, pelayanan finansial, hingga asuransi (Radnor, 2011). Melihat keberhasilannya, filosofi dari Lean Thinking ini pun dengan cepat diikuti oleh para pemimpin di bidang pelayanan kesehatan. Bukan tidak mungkin bahwa tak lama lagi aplikasi dari prinsip dan metode Lean ini akan memberikan perubahan signifikan terhadap bagaimana pelayanan kesehatan dijalankan, dengan potensi peningkatan yang dramatis pada kualitas, safety, efisiensi, dan kesesuaian pelayanan.

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana penggambaran alur proses pengadaan obat kemoterapi RS MMC saat ini dengan aplikasi prinsip Lean Thinking?
  2. Apa saja waste yang dapat diidentifikasi dengan Lean Tools pada alur proses pengadaan obat kemoterapi RS MMC?
  3. Bagaimana visualisasi alur proses pengadaan obat kemoterapi RS MMC yang lebih efisien disusun setelah mengaplikasikan metode Lean Thinking?

C. Tinjauan Pustaka

Prinsip Lean Thinking

Lean merupakan kumpulan alat, sistem manajemen, sekaligus suatu filosofi yang menggunakan pendekatan „merampingkan‟ ruang fisik, tenaga kerja, investasi, serta persediaan untuk mewujudkan produk akhir yang dituju dengan mengurangi defek ataupun kekeliruan. Konsep ini berasal dari Toyota Production System (TPS), yang terbukti selalu sukses menempati ranking teratas dalam industri automobil di dunia. Keberhasilan ini membuat banyak orang tergerak untuk mempelajari sistem manajemen yang dijalankan di perusahaan ini hingga akhirnya istilah Lean diberikan untuk menyebut prinsip ini, dimulai dari tim riset yang mempelajari industri mobil di Jepang, yaitu James P. Womack, Daniel T. Jones, dan Daniel Roos dari MIT, Amerika Serikat (Graban, 2009).

Meningkatkan Mutu dan Memperbaiki Alur Proses

Salah satu tiang dari Toyota house adalah mutu. Hal ini dapat diwujudkan dengan analisis akar masalah (root cause analysis) dan menghindari terjadinya kesalahan (error proofing). Dengan menganalisis suatu masalah, dapat diketahui mengapa suatu masalah terjadi, dan bagaimana agar kesalahan tersebut tidak terjadi lagi di masa depan. Konsep sederhana adalah mulai menanamkan cara berpikir “Kenapa” dan bukan “Siapa”. Dengan begitu, pegawai akan lebih terbuka untuk mencari solusi dari suatu masalah dan bukan menyalahkan pihak lain dalam terjadinya suatu hambatan pada suatu proses usaha.

Value pada rumah sakit

Istilah value sendiri bila diterapkan pada bidang pelayanan kesehatan berarti berpusat pada pelanggan, yaitu pasien. Seluruh aktivitas dan prioritas haruslah berfokus di sekitar pasien. Adapun pelanggan yang lain adalah keluarga pasien, dokter, pegawai rumah sakit, serta pihak rekan lainnya.

D. Metodelogi Penelitian Tesis

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.

Penelitian ini dilakukan selama bulan Desember 2012 hingga Future State VSM dari alur proses pengadaan obat kemoterapi di rumah sakit ini dapat didesain.

Pada penelitian ini, dilakukan observasi langsung terhadap proses pengadaan obat kemoterapi di RS MMC. Unit yang terkait meliputi unit Farmasi Rawat Inap (FRI), Gudang Farmasi, dan Pembelian.

E. Kesimpulan

1. Pada penelitian ini dilakukan analisis alur proses pengadaan obat kemoterapi di RS MMC dengan aplikasi prinsip Lean Thinking menggunakan metode observasi langsung, wawancara mendalam, dan telaah dokumen terkait. Total order obat kemoterapi yang didapatkan pada studi ini adalah sebanyak 18 order dari 10 pasien yang berbeda.

2. Alur proses pengadaan obat kemoterapi di RS MMC sebagian besar berjalan secara cito, dengan pola yang cenderung tidak jelas. Dua masalah utama yang ditemukan adalah seringnya obat kosong di distributor utama serta proses koordinasi yang rumit dan panjang.

3. Current State Value Stream Map (CS VSM) menunjukkan bahwa total terjadi 48 kegiatan untuk pengadaan cito obat kemoterapi di RS MMC, dan sebagian besar waktu yang dihabiskan bersifat non-value-added (82%). Kriteria POP Fillable dipenuhi sebesar 77,7%, Communicated 88,9%, Delivered 94,4%, dan Documented 61,1%.

Contoh Tesis Proses Pengadaan

  1. Analisis Alur Proses Pengadaan Obat Kemoterapi di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center dengan Aplikasi Prinsip Lean Thinking

Incoming search terms: