Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Campuran Aspal Beton Menggunakan Filler Semen Portland, Limbah Karbit dan Limbah Batubara

Judul Skripsi : Durabilitas Campuran Aspal Beton Menggunakan Filler Semen Portland, Limbah Karbit dan Limbah Batubara

A. Latar belakang

Pada penelitian ini penulis mencoba mengadakan analisis tentang penggunaan filler, masing-masing adalah Portland Cement, Limbah Karbit, dan Limbah Batubara pada Campuran Aspal Beton, kemudian ditinjau Marshall Propertiesnya, Durabilitasnya serta Permeabilitasnya. Dalam penelitian ini juga ditinjau Unconfined Compressive Strength (UCS) dan Indirect Tensile Strength (ITS). Dalam penelitian ini penulis menggunakan kadar aspal optimum hasil penelitian terdahulu ( Hanafi, 2004) sebagai data sekunder.

Disini penulis mencoba memakai filler dari limbah batubara atau yang biasa disebut dengan Fly Ash, karena batubara banyak terdapat di negara kita, terutama di pulau Sumatera dan Kalimantan. Selama ini batubara hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar atau sumber energi saja, sedang limbahnya belum termanfaatkan secara maksimal. Limbah batubara atau Fly Ash justru banyak dihasilkan dari pulau Jawa, karena di Jawa banyak Industri yang menggunakan batubara sebagai sumber energinya. Harapan penulis mudah-mudahan limbah batubara sebagai filler Campuran Aspal Beton memenuhi persyaratan sebagi perkerasan jalan raya, walaupun secara minimal. Hal ini paling tidak bisa mendukung pelaksanaan konsep Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development), yang merupakan kesadaran negaranegara di dunia saat ini. Pembangunan Berkelanjutan merupakan pola pengelolaan sumber daya alam yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia sekaligus melestarikan lingkungan alami sehingga kebutuhan manusia tersebut tidak hanya dapat terpenuhi saat ini saja namun juga di masa yang akan datang. (Hermanto Dardak, Dirjen Bina Marga)

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

  1. Berapa besar perbedaan nilai Marshall Properties antara Campuran Aspal Beton yang menggunakan semen (Portland Cement) dengan yang menggunakan limbah karbit dan limbah batubara sebagai filler
  2. Berapa besar perbedaan nilai durabilitas antara Campuran Aspal Beton yangmenggunakan semen (Portland Cement) dengan yang menggunakan limbah karbit dan limbah batubara sebagai filler

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui perbedaan penggunaan filler Semen Portland dan Limbah Karbit serta Limbah Batubara terhadap Karakteristik Marshall pada Campuran Aspal Beton.
  2. Untuk mengetahui berapa besar perbedaan nilai Durabilitas yang terjadi pada Campuran Aspal Beton bila masing-masing menggunakan ketiga filler tersebut.

 

D. Kesimpulan

Hasil penelitian untuk nilai-nilai uji Marshall dengan waktu perendaman 14 hari dan kadar Filler Maksimum (FM = 7,91 %) dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Nilai stabilitas (stability) campuran dengan filler semen (1115,232 kg) lebih besar dari campuran dengan filler limbah karbit (1080,934 kg), sedangkan campuran dengan filler limbah batubara (484,580 kg) nilai stabilitasnya paling kecil.

2. Nilai kelelehan (flow) campuran dengan filler limbah karbit (3,8 mm) terlihat sedikit lebih besar dari campuran dengan filler semen (3,7 mm) sedangkan nilai kelelehan campuran dengan filler limbah batubara (3,7 mm) terlihat sama besardengan campuran yang memakai filler semen (3,7 mm).

3. Hasil penelitian untuk nilai-nilai durabilitas dengan waktu perendaman, 30 menit (0 hari), 1 hari, 7 hari dan 14 hari dan kadar Filler Maksimum (FM = 7,91 %) dapat disimpulkan sebagai berikut : Indek penurunan stabilitas dan nilai penurunan stabilitas campuran dengan filler limbah karbit lebih besar dari campuran dengan filler semen, hanya pada kadar filler 7% Ips limbah karbit terlihat lebih kecil dibanding filler semen.