Budidaya Rambutan di Kebun Benih Hortikultura Ranukitri Pendem Mojogedang Karanganyar

Judul Tesis : Budidaya Rambutan di Kebun Benih Hortikultura Ranukitri Pendem Mojogedang Karanganyar

A. Latar Belakang

Banyak manfaat yang didapat dari pohon rambutan. Akar tanaman dapat digunakan sebagai obat demam, kulit kayunya untuk obat sariawan, daunya bisa digunakan untuk menghitamkan rambut, dan daging buah yang telah matang dapat dikalengkan atau dimakan langsung. Kayu pohon rambutan cukup keras dan kering tetapi mudah pecah, sehingga kurang baik untuk bahan bangunann namun bagus untuk dibuat kayu bakar (Kalie, 1994).

Pohon rambutan tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi. Pohon ini tumbuh dengan baik pada ketinggian 1-700 meter diatas  permukaan laut dan kedalaman air tanah yang ideal untuk tanaman rambutan adalah antara 100-150 cm dari permukaan tanah. Di dataran tinggi sampai pada ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut, pohon rambutan masih tumbuh dan berbuah baik, walaupun pembungaan menjadi lama dan jumlahnya sedikit. Kendala yang sering dihadapi di dataran tinggi, pohon rambutan mudah terserang penyakit pada bagian daun dan batang, terutama bila suhunya lembap dan daerahnya sering terkena kabut pada pagi dan sore.

 

B. Tujuan

1. Tujuan Umum Magang

  • Meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai hubungan antara teori dengan penerapannya di dunia kerja (lapangan) serta faktor-faktor yang mempengaruhinya sehingga dapat merupakan bekal bagi mahasiswa setelah terjun di masyarakat.
  • Meningkatkan ketrampilan dan pengalaman kerja di bidang agribisnis.
  • Meningkatkan wawasan mahasiswa tentang berbagai kegiatan agribisnis.
  • Meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi dengan Instansi pemerintah,perusahaan swasta dan masyarakat, dalam rangka meningkatkan kualitas Tri Darma Perguruan Tinggi.

2.  Tujuan Khusus Magang

  • Mengerti bagaimana menyemaikan biji rambutan.
  • Mendapat gambaran bagaimana melakukan okulasi tanaman rambutan secara baik dan benar.
  • Memberikan bekal ketrampilan kepada penulis dan pembaca untuk memulai berbudidaya rambutan .
  • Mempelajari kondisi umum perusahaan meliputi sejarah perusahaan, lokasi dan struktur organisasi.

 

D. Kesimpulan

Dari hasil magang yang telah dilakukan, penulis dapat menyimpulkan bahwa :

1. Proses fermentasi dilakukan untuk mempermudah pengelupasan daging bauh dari bijinya.

2. Pemacuan pertumbuhan tunas okulasi dilakukan dengan cara memotong sebagian batang bawah 2 cm diatas mata okulasi kemudian dilengkungkan.

3. Tanaman rambutan harus diperhatikan jarak tanamnya karena jarak tanam akan mempengarui persaingan dalam mendapatkan nutrisi dan cahaya untuk proses fotosintesis.

4. Tanaman rambutan memperlukan pemangkasan, dimana cabang air harus dihilangkan dan cabang yang terkena penyakit juga dipangkas.

5. Setelah habis panen tanaman rambutan memperlukan perawatan yaitu dengan cara memupuk disekitar tanaman sebatas tajuk.

6. Pada pembibitan tanaman rambutan dengan okulasi R/C Ratio (Revenue Cost Ratio) menunjukkan angka 2,1 maka usaha ini layak untuk dijalankan. Sedangkan B/C ratio (Benefit Cost Ratio) menunjukkan angka 1,12 yang berarti usaha ini menghasilkan keuntungan.

 

E. Saran

Dari kesimpulan yang telah diperoleh maka saran yang dapat disampaikan yaitu diperlukan latihan secara intensif untuk menigkatkan ketrampilan dalam melakukan okulasi, sehingga tingkat keberhasilan dalam melakukan okulasi pun lebih tinggi.