Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Biodiversitas Plankton dan Bentos di Waduk Cengklik Hubungannya dgn Lingkungan Abiotik

Judul Skripsi : Biodiversitas Plankton dan Bentos Waduk Cengklik Hubungannya dengan Lingkungan Abiotik

 

A. Latar Belakang

Keragaman biodiversitas yang dimiliki oleh Indonesia meliputi keragaman di lingkungan teresterial dan akuatik. Di dalam perairan terdapat jasad-jasad hidup, dan salah satunya adanya plankton yang merupakan organisme mikro yang melayang dalam air laut atau tawar. Pergerakan secara pasif tergantung pada angin dan arus. Plankton terutama terdiri dari tumbuhan mikroskopis yang disebut fitoplankton dan hewan mikroskopis yang disebut zooplankton (Herawati, 1989) Waduk cengklik merupakan sumber limbah utama bahan organik dan nutrien ke lingkungan perairan. Menurut Barg (1992) limbah tersebut dapat menyebabkan hipernutrifikasi yang diikuti oleh peningkatan sedimentasi, siltasi, hipoksia, perubahan produktifitas dan struktur komunitas bentos.Bentos merupakan kelompok organisme yang hidup dipermukaan sedimen dasar perairan. Peran organisme tersebut dalam ekosistem akuatik adalah melakukan proses mineralisasi, daur bahan organik dan sebagai bioindikator perubahan lingkungan. Bentos memiliki sifat kepekaan terhadap beberapa bahan tercemar, mobilitas rendah mudah di tangkap dan memiliki kelangsungan hidup yang panjang. Oleh karena itu peran bentos dalam keseimbangan suatu ekosistem perairan dapat menjadi indikator kondisi ekologi terkini pada kawasan tertentu (Petrus dan Andi, 2006).

Komponen biotik dan abiotik di kawasan perairan memiliki peran spesifik, namun saling berkaitan satu dengan yang lainnya untuk mempertahankan kemantapan dan kesuburan kawasan tersebut (Petrus dan Andi, 2006). Waduk Cengklik merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki potensi biodiversitas akuatik yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat di sekitarnya, sesuai dengan Pasal 2 UU No. 11 Tahun 1976 tentang Pengairan. Potensi biodiversitas tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal (Indrowuryatno, 2001: 1-2). Atas dasar latar belakang masalah,maka dilakukan penelitian dengan judul “Biodiversitas Plankton dan Bentos Waduk Cengklik Hubungannya dengan Lingkungan Abiotik”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah terdapat hubungan diversitas fitoplankton di waduk Cengklik dengan lingkungan abiotik ?
  2. Apakah terdapat hubungan diversitas zooplankton di waduk Cengklik dengan lingkungan abiotik ?
  3. Apakah terdapat hubungan diversitas bentos di waduk Cengklik dengan lingkungan abiotik ?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Adanya hubungan antara tingkat diversitas fitoplankton di waduk cengklik dengan lingkungan abiotik.
  2. Adanya hubungan tingkat diversitas zooplankton di waduk cengklik dengan lingkungan abiotik.
  3. Adanya hubungan tingkat diversitas bentos di waduk cengklik dengan lingkungan abiotik.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian dan pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Terdapat hubungan diversitas fitoplankton dalam kategori sedang terhadap DO dan penetrasi cahaya, namun terhadap pH dan suhu dalam kategori rendah.

2. Terdapat hubungan diversitas zooplankton dalam kategori sangat rendah terhadap DO, pH ,namun terhadap penetrasi cahaya termasuk kategori sedang, dan terhadap suhu termasuk dalam kategori kuat.

3. Terdapat hubungan diversitas bentos dalam kategori rendah terhadap DO, namun terhadap pH, suhu termasuk kategori kuat dan sangat rendah terhadap penetrasi cahaya.

 

E. Saran

Untuk pelestarian lingkungan, meningkatkan peran ekonomi dan dunia pendidikan di Waduk Cengklik perlu diperhatikan hal-hal berikut:

1. Dijaga kelestarian flora dan fauna, dengan menjaga segala aktivitas yang dapat menyebabkan pencemaran perairan waduk.

2. Selalu diadakan monitoring kualitas perairan agar sesuai dengan peruntukkannya.

3. Perlu dilakukan penelitian berkelanjutan, kaitannya dengan plankton dan bentos supaya terjadi keseimbangan perairan waduk.