Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Bentuk Rupa dan Makna Simbolis Ragam Hias di Pura Mangkunegaran Surakarta

Judul Skripsi : Bentuk Rupa dan Makna Simbolis Ragam Hias di Pura Mangkunegaran Surakarta

 

A. Latar Belakang Masalah 

Dalam perkembangan kebudayaan Jawa, khususnya kebudayaan Jawa di Surakarta dan sekitarnya. Peran Keraton Kasunanan dan Istana Mangkunegaran Surakarta sebagai pusat kebudayaan sangat penting. Kebudayaan yang berkembang di wilayah keraton dan puro pada awalnya hanya milik raja dan bangsawan. Namun kini telah mengalami pergeseran nilai menjadi milik masyarakat umum.

Beberapa hal yang terkait dengan kedudukan Pendhapa Ageng dalam kerangka budaya, melatarbelakangi ketertarikan untuk memahami lebih jauh keberadaan Pendhapa Ageng Mangkunegaran Surakarta, terutama bentuk rupa, ragam hias dan maknanya. Berdasarkan pada perspektif budaya, bentuk dan corak ungkapan kesenian tidak semata hanya untuk pemenuhan keindahannya saja, melainkan juga terkait secara menyeluruh dengan pemenuhan lainnya. Dengan kata lain, hiasan pada Pendhapa Mangkunegaran dipandang sebagai salah satu cara pemuasan akan keindahan yang keberadaannya dipenuhi beragam simbolik elemen hias. Oleh karena itu penciptaaan suatu ragam hias tidak dapat dilepaskan dari unsur-unsur yang melatarbelakangi penciptaannya. Peciptaan itu biasanya berkaitan erat dengan pandangan hidup penciptanya.

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimana latar belakang penempatan hiasan yang terdapat pada Istana Mangkunegaran sebagai benda budaya bagi masyarakat Surakarta ?
  2. Bagaimana ciri-ciri bentuk ragam hias pada Pura Pendapa Ageng sebagai sebuah sistem simbol masyarakat Surakarta ?
  3. Bagaimana makna filosofis dalam simbolis ragam hias pada Pura Pendapa Ageng dalam kehidupan budaya masyarakat Surakarta?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Menggambarkan latar belakang penempatan hiasan singup Kumudawati yang terdapat di bagian atas Pendhapa Mangkunegaran sebagai benda budaya bagi masyarakat Surakarta.
  2. Untuk mendiskripsikan ciri-ciri dan jenis bentuk ragam hias sebagai sebuah sistem simbol masayarakat Surakarta.
  3. Menjelaskan tentang makna filosofis dan simbolis ragam hias dalam kehidupan budaya masyarakat Surakarta.

 

D. Simpulan

Ragam hias Surakarta diilhami tumbuhan dan ornamen-ornamen atau relief yang ada di candi-candi, sehingga bentuk motif ukirnya menyerupai motif Yogyakarta. Secara umum ragam hias Surakarta memiliki ciri – ciri kubahan daun pokok diulir dan ditata dengan bebas secara khusus motif ukiran Surakarta terdapat kuncup bunga dan bunga yang sedang mekar. Corak motif Surakarta seolah-olah menggambarkan watak dan kepribadian si penciptanya, di samping pengaruh yang ada di sekitarnya. Hal ini terlihat pada keindahan dan keharmonisan tata cara Surakarta yang terkenal halus dan lemah gemulai, sehingga ukiran daun pada motif ini pun kelihatan indah harmonis beserta simbol-simbol budaya yang menyertainya. Salah satu di antara berbagai macam unsur ragam hias yang terdapat pada bangunan Pura Mangkunegaran adalah motif flora yang serba distilisasikan, selain itu sejak jaman prasejarah penggambaran flora sebagai benda hidup yang tumbuh dan berkembang biak, telah banyak ditemukan pada salah satu motif flora pada tiang Pringgitan, yaitu corak motif yang berasal dari masjid Demak. Ragam hias flora berbentuk naturalis memiliki makna suci, bermakna indah (estetis). Pada jaman serba canggih seperti saat ini tidak sedikit masyarakat yang masih percaya pada hal-hal yang terkandung dalam motif hias tersebut. Tetapi banyak juga yang sudah tidak percaya pada hal-hal tersebut karena dianggap tidak rasional. Dalam motif hias tersebut terdapat suatu arti simbolis yang mengandung nasehat, pesan dan arti filsafati bagi orang Jawa, sehingga dapat dijadikan pedoman dan pegangan hidup.