Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Benda Cagar Budaya Kota Gorontalo Sebagai Sumber Belajar Sejarah Kebudayaan Indonesia

Judul Skripsi : Benda Cagar Budaya Kota Gorontalo Sebagai Sumber Belajar Sejarah Kebudayaan Indonesia ( Studi Kasus di Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Gorontalo )

 

A. Latar Belakang Masalah

Benda cagar budaya tempat terjadinya peristiwa penting/bersejarah dapat dipergunakan sebagai sumber penghubung dengan masa lalu dapat dijadikan sarana pembelajaran serta membuka kesadaran pentingnya menghayati proses nilai-nilai historis yang tersirat di dalamnya. Keberadaan benda cagar budaya Kota Gorontalo bisa mewakili proses pembangunan bangsa ini, karena beberapa bangunan benda cagar budaya tersebut mampu mencerminkan nilai-nilai luhur perjuangan bangsa Indonesia secara nasional.

Hasil kontinuitas pembelajaran tersebut dengan pasti dapat menumbuh kembangkan rekonstruksi dan pemahaman nilai sejarah untuk melestarikan nilai-nilai historis benda cagar budaya. Tujuannya agar mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah di Universitas Negeri Gorontalo dapat mengetahui akar sejarah dan budaya Kota Gorontalo dengan jelas. Kejelasan pemahaman nilai sejarah tersebut dapat menjadi filter terhadap perkembangan jaman dan tetap memperhatikan  pelestarian benda cagar budaya sebagai peninggalan sejarah yang masih tersisa di Kota Gorontalo.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah pemanfaatan benda cagar budaya Kota Gorontalo sebagai sumber belajar sejarah dalam menunjang pembelajaran Sejarah Kebudayaan Indonesia di Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Gorontalo?
  2. Bagaimankah pemahaman mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Gorontalo terhadap peninggalan benda cagar budaya di Kota Gorontalo?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan benda cagar budaya Kota Gorontalo sebagai sumber belajar sejarah dalam menunjang pembelajaran sejarah kebudayaan di Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Gorontalo.
  2. Untuk mengetahui bagaimana pemahaman mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Gorontalo terhadap peninggalan benda cagar budaya yang ada di Kota Gorontalo.

 

D. Simpulan

1. Benda cagar budaya di Kota Gorontalo memiliki dua jenis benda cagar budaya yaitu situs dan bangunan, akan tetapi nilai historis dari benda cagar budaya ini belum dapat mendukung pengetahuan dan pemahaman mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Gorontalo. Mahasiswa sebagai masyarakat belajar belum mampu mengidentifikasi jenis-jenis benda cagar budaya Kota Gorontalo yang sesuai dengan identitasnya aslinya. Jenis-jenis benda cagar budaya tersebut belum bisa mendorong mahasiswa membedakan jenis bangunan dan situs benda cagar budaya disetiap wilayah administrasi Kota Gorontalo. Keberadaan dan keragaman benda cagar budaya yang tersebar di sebagian besar wilayah Kota Gorontalo seharusnya diketahui dan dapat dimanfaatkan secara optimal olehh mahasiswa di Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Gorontalo sebagai sumber belajar sejarah.

2. Kurangnya pemahaman mahasiswa tersebut disebabkan oleh kaburnya deskripsi dari benda cagar budaya yang ada di Kota Gorontalo dan belum optimalnya pemanfaatan benda cagar budaya Kota Gorontalo pada mata kuliah Sejarah Kebudayaan Indonesia dan Sejarah Lokal sebagai sumber belajar sejarah.

 

E. Saran

1. Sumber belajar sejarah secara optimal melalui beberapa pengembangan metode dan model pembelajaran seperti studi observasi, pembelajaran berbasis CTL maupun pembelajaran kooperatif.

2. Benda cagar budaya sebagai sumber belajar sejarah khususnya penerapannya pada beberapa mata kuliah yang seharusnya dapat memanfaatkan benda cagar budaya Kota Gorontalo sebagai media dan sumber belajar sejarah sejarah.

Pengembangan dan pemanfaatan benda cagar budaya sebagai sumber belajar sejarah yang dapat digunakan untuk menyiapkan tenaga kerja kependidikan yang handal di bidang kependidikan dan non-kependidikan dengan memiliki kemampuan akademik dan profesional sehingga memiliki keunggulan kompetitif.