Asesmen Kekuatan Struktur Bangunan Gedung RDUD Banyudono, Kabupaten Boyolali

Judul Skripsi : Asesmen Kekuatan Struktur Bangunan Gedung RDUD Banyudono, Kabupaten Boyolali

 

A. Latar Belakang Skripsi

Saat ini kondisi bangunan Unit Gawat Darurat (UGD) dan administrasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyudono Kabupaten Boyolali sudah mengalami keretakankeretakan struktur yang sudah menyebar ke keseluruhan struktur bangunan dan secara visual terlihat adanya lendutan pada balok strukturnya, sehingga dikhawatirkan bangunan sudah tidak aman lagi sesuai fungsinya sebagai bangunan pelayanan masyarakat. Untuk mengetahui apakah bangunan tersebut laik fungsi, maka diperlukan evaluasi kelaikan/keamanan strukturnya. Jika tidak laik/aman harus dilakukan tindakan rehabilitasi terhadap struktur bangunan agar bangunan tersebut masih bisa diteruskan penggunaannya. Berbagai tingkat kerusakan struktur pada bangunan gedung UGD dan administrasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyudono ini, terutama pada kondisi balok strukturnya.

Dalam rangka menjamin kekuatan struktur bangunan gedung UGD dan administrasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyudono ini, perlu dilakukan asesmen untuk mengetahui sejauh mana kondisi kekuatan elemen struktur tersebut. Selanjutnya, pada bagian-bagian elemen struktur yang mengalami kerusakan, harus dilakukan segera rehabilitasi struktur yang ada dengan perbaikan/perkuatan yang sesuai dengan tingkat kerusakan yang terjadi di lapangan.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Berapa kekuatan sisa, nilai defleksi (lendutan), dan interstory drift pada komponen struktur Bangunan Gedung UGD dan Administrasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyudono, Kabupaten Boyolali?
  2. Bagaimana tingkat keamanan struktur tersebut?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui kekuatan sisa, nilai defleksi (lendutan), dan interstory drift pada komponen struktur Bangunan Gedung UGD dan Administrasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyudono, Kabupaten Boyolali.
  2. Mengetahui tingkat keamanan struktur pada kondisi eksisting Bangunan Gedung UGD dan Administrasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyudono, Kabupaten Boyolali.

 

D. Kesimpulan

1. Berdasarkan hasil pengujian di lapangan dan laboratorium didapatkan data kualitas beton pada kolom lantai satu dan komponen struktur lantai dua cukup rendah (hanya sekitar 12,5– 15 MPa), sedangkan kualitas beton pada balok dan pelat lantai dua cukup baik (sekitar 20 MPa). Sedangkan kualitas baja tulangan memanjang sebesar 330 MPa dan tulangan geser sebesar 240 MPa. Sebagian besar balok yang ada (sekitar 82%) mengalami lendutan yang sudah melebihi nilai batas lendutan maksimum yang diijinkan sesuai ketentuan di dalam peraturan yang ada, yaitu SNI 03-2847-2002 tentang Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung pada sub bab 11.5. Nilai interstory drift terbesar senilai 39,97 mm pada lokasi pengukuran as A dari arah timur.

2. Berdasarkan hasil analisis struktur dalam rangka evaluasi kekuatan struktur utama bangunan dengan memperhatikan kualitas beton dan baja tulangan terpasang, didapatkan hasil: Perhitungan beban aksial dan beban geser pada tiap type kolom struktur pada kondisipembebanan eksisting masih dalam kondisi batas aman terhadap beban aksial dangeser.

 

E. Saran

1. Kondisi kekuatan struktur balok di beberapa portal dinyatakan tidak aman terhadap lentur, disarankan didalam proses rehabilitasi /perkuatan struktur perlu dianalisis struktur lebih teliti didalam memperhitungkan analisis kekuatan, dengan memperhitungkan beban maksimum setelah finishing bangunan secara keseluruhan pada lantai dua.

2. Kajian terhadap pemilihan bahan pada alternatif perkuatan struktur didalam penelitian ini masih terbatas pada aspek kekuatan, aspek kemudahan pelaksanaan, aspek waktu, dan aspek lingkungan selama proses pelaksanaan. dalam pelaksanaan rehabilitasi/perkuatan ini selanjutnya.