Ante Natal Care (Anc) Meningkatkan Risiko Persalinan Patologis

Latar Belakang Masalah Terjadinya Persalinan Patologis

Sebagai upaya untuk mengurangi komplikasi yang terjadi pada kehamilan dan persalinan, maka WHO menetapkan metode ANC dengan jumlah kunjungan hanya 4 kali. Diharapkan dengan jumlah kunjungan yang lebih sedikit, maka waktu dan biaya yang harus dikeluarkan oleh ibu hamil akan menjadi lebih sedikit sehingga ibu hamil dapat tetap memeriksakan kehamilannya dengan lengkap (Husin M, et all, 1997).

Persalinan Patologis
Persalinan Patologis

 

Tujuan ANC yaitu : memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi, meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial ibu dan bayi, mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan, mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin, sekaligus mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal (Saifuddin, et all, 2000).

Selain itu usaha preventif dapat dilakukan pada janin dengan kelainan letak seperti knee chest position, dan versi luar. Asuhan antenatal penting untuk menjamin bahwa proses alamiah dari kehamilan sekaligus persalinan berjalan normal. Sekarang ini sudah dapat diterima bahwa setiap kehamilan membawa risiko bagi ibu.

Secara nasional cakupan K1 (kunjungan pertama kali) ke fasilitas kesehatan adalah 84,54% sedang cakupan K4 adalah 64,06% ini berarti masih terdapat 15,46% ibu hamil yang tidak melakukan kunjungan ulang ke fasilitas kesehatan (Depkes, 1997). Cakupan pelayanan ANC dapat dipantau melalui kunjungan baru ibu hamil (K1) atau disebut juga akses dan pelayanan ibu hamil sesuai standar paling sedikit empat kali dengan distribusi sekali pada triwulan pertama, sekali pada triwulan dua dan dua kali pada triwulan ketiga (K4) untuk melihat kualitas.

Pelayanan K1 adalah pelayanan/pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil sesuai standar pada masa kehamilan oleh tenaga kesehatan terampil (Dokter, Bidan, dan Perawat). Akan tetapi terdapat laporan dari WHO bahwa di China dengan adanya ANC terdapat peningkatan persalinan patologis dari 7,3% menjadi 12,5% dari tahun 1999 ke 2001. Hal ini kemungkinan dicurigai oleh karena cakupan ANC yang tidak memenuhi dan tempat fasilitas pemeriksaan ANC. (WHO,2002) Berdasarkan alasan ini penulis ingin mempelajari apakah ANC kurang dari 4 kali meningkatkan risiko terjadinya persalinan patologis.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan maka yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ANC kurang dari 4 kali meningkatkan risiko terjadinya persalinan patologis ?

Tujuan Penelitian

  1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui apakah ANC kurang dari 4 kali meningkatkan risiko terjadinya persalinan patologis.

  1. Tujuan Khusus
  • Mengetahui data tentang frekuensi ANC ibu hamil.
  • Mengetahui data tindakan persalinan.
  • Membuktikan ANC kurang dari 4 kali meningkatkan risiko terjadinya persalinan patologis.

Kesimpulan Persalinan Patologis

  1. Pada ibu yang melakukan ANC kurang dari 4 kali mempunyai risiko persalinan patologis sebesar 111 kasus (67,3%), sedangkan ibu yang melakukan ANC 4 kali mempunyai risiko sebesar 37 kasus (22,8%).
  2. ANC kurang dari 4 kali meningkatkan risiko terjadinya persalinan patologis sebesar 5 kali yang secara statistik signifikan . (RR : 5,2 ; (P: 0,0))