Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Analisis Terjemahan Puisi The Rubaiyat Of Omar Khayyam Explained

Judul Tesis : Analisis Terjemahan Puisi The Rubaiyat Of Omar Khayyam Explained : Based On The First Translation By Edward Fitzgerald ke dalam Bahasa Indonesia Rubaiyat Omar Khayyam; Syair dan Tafsir (Kajian Pergeseran Rima, Matra, dan Majas Serta Pengaruhnya Terhadap Kualitas Terjemahan)

 

A. Latar Belakang

Penulis memilih Rubaiyat karena puisi ini merupakan puisi abad pertengahan yang amat menarik untuk dikaji. Rubaiyat yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Gabriel Fajar Sasmita pada tahun 2005, diciptakan Omar Khayyam (Persia) pada abad ke-11 kemudian diterjemahkan Edward FitzGerald ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1859. Terjemahan Edward FitzGerald mengundang banyak kontroversi sekaligus pujian tak hanya dari Voltaire (1981) tetapi juga dari Bassnett-Mc Guire (1991) dan Baker (2001) karena mengingat panjangnya jumlah bait yang diterjemahkan, terdiri atas 75 bait, serta tingkat kesulitan penerjemahan puisi namun orisinalitas bentuk dan maknanya tetap terjaga. Rubaiyat, bahasa Persia, berarti ”kwatrin” yang sarat dengan ajaran religius dan simbol-simbol filosofis yang menyatu dengan ilmu pengetahuan inderawi.

Puisi ini bertema cinta; tak hanya menggambarkan cinta manusiawi tetapi juga cinta ilahi – yang dipaparkan penyair sekaligus dalam dua lapis, lapis tersurat dan lapis tersirat. Penyair mengungkapkan kedua jenis cinta itu dalam bentuk puisi lirik yang banyak menggunakan unsur musikalitas –seperti rima, matra, dan melodi– kemudian dikombinasikan secara terpadu dengan unsur emotif – seperti majas dan pencitraan – yang saling mendukung menjadi satu kesatuan dalam tiap bait pada puisinya.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pergeseran rima dan matra dalam puisi The Rubaiyat of Omar Khayyam Explained: Based on the First Translation by Edward FitzGerald ke dalam bahasa Indonesia Rubaiyat Omar Khayyam; Syair dan Tafsir?
  2. Bagaimana pergeseran terjemahan jenis majas dalam puisi The Rubaiyat of Omar Khayyam Explained: Based on the First Translation by Edward FitzGerald ke dalam bahasa Indonesia Rubaiyat Omar Khayyam; Syair dan Tafsir?
  3. Bagaimana pengaruh pergeseran rima dan matra, dan pergeseran terjemahan jenis majas terhadap kualitas terjemahan puisi Rubaiyat?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Pergeseran rima dan matra dalam puisi The Rubaiyat of Omar Khayyam Explained: Based on the First Translation by Edward FitzGerald ke dalam bahasa Indonesia Rubaiyat Omar Khayyam; Syair dan Tafsir.
  2. Pergeseran terjemahan jenis majas dalam puisi The Rubaiyat of Omar Khayyam Explained: Based on the First Translation by Edward FitzGerald ke dalam bahasa Indonesia Rubaiyat Omar Khayyam; Syair dan Tafsir.
  3. Pengaruh pergeseran rima dan matra, dan pergeseran terjemahan jenis majas terhadap kualitas terjemahan puisi Rubaiyat.

 

D. Simpulan

1. Transrima (rhyme-shift) dan transmatra (metrical-shift) termasuk dalam pergeseran bunyi (sound-shift). Transrima dan transmatra berpengaruh pada tingkat keberterimaan puisi Rubaiyat.

2. Pergeseran pada majas puisi Rubaiyat berpengaruh pada kesepadanan makna.

3. Kesepadanan terjemahan puisi Rubaiyat dengan puisi aslinya dinilai cukup sepadan oleh tiga orang pembaca ahli dengan skor 2,94. Keberterimaan terjemahan puisi Rubaiyat dengan puisi aslinya dinilai cukup berterima oleh tiga orang pembaca ahli dengan skor 3,21. Keterbacaan terjemahan puisi Rubaiyat dinilai mudah oleh tiga orang pembaca target dengan skor 2,39. Secara keseluruhan, kualitas terjemahan puisi Rubaiyat ini dinilai oleh para pembaca ahli cukup baik.