Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Analisis Stilistika Naskah Drama Berbahasa Jawa dlm Gapit Karya Bambang Widoyo Sp

Judul Skripsi : Analisis Stilistika Naskah Drama Berbahasa Jawa dalam Gapit Karya Bambang Widoyo Sp

 

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

Buku kumpulan naskah drama berbahasa Jawa Gapit karya Bambang Widoyo SP merupakan salah satu naskah berbahasa Jawa yang dianggap langka karena minimnya pengarang yang tertarik untuk menulis naskah drama dalam bahasa Jawa. Selain itu empat naskah yang termuat di dalamnya (TUK, LENG, ROL, dan DOM) merupakan naskah-naskah yang fenomenal dalam jajaran drama modern berbahasa Jawa. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Umar Kayam dalam pengantar buku ini (1997: xiii), semua karya Bambang Widoyo SP merupakan karya yang fenomenal dan menarik untuk dibicarakan. Bukan karena semua lakon ditulis dengan bahasa Jawa ngoko, tingkat bahasa Jawa yang paling rendah, tetapi dalam posisinya di masa perubahan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia. Pilihan pengarang secara sadar dan konsekuensi menggunakan bahasa Jawa ngoko merupakan suatu yang fenomenal.

Bahkan seorang peneliti dari Leiden pernah menulis dan menganalisis naskah-naskah drama karya BambangWidoyo SP ini dengan judul A Case Study of Teater Gapit. Sebagai media yang mampu mengantarkan pesan, naskah drama berbahasa Jawa Gapit dapat dijadikan bahan pembelajaran baik dikaji dari unsur intrinsik maupun unsur di luar naskah tersebut. Melalui pembelajaran drama, siswa diharapkan mampu mengambil pesan dan merefleksikan dalam kehidupan nyata.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah pemanfaatan bunyi bahasa dan aspek diksi dalam kumpulan naskah berbahasa Jawa Gapit karya Bambang Widoyo SP?
  2. Apa sajakah gaya bahasa yang digunakan dalam kumpulan naskah berbahasa Jawa karya Bambang Widoyo SP?
  3. Apa sajakah pencintraan yang digunakan dalam kumpulan naskah berbahasa Jawa karya Bambang Widoyo SP?
  4. Bagaimana relevansi antara naskah drama berbahasa Jawa dalam Gapit karya Bambang Wdoyo SP dengan pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mendeskripsikan dan menjelaskan pemanfaatan aspek bunyi bahasa dan diksi dalam naskah drama berbahasa Jawa Gapit karya Bambang Widoyo SP.
  2. Mendeskripsikan dan menjelaskan penggunaan gaya bahasa dalam naskah drama berbahasa Jawa Gapit karya Bambang Widoyo SP.
  3. Mendeskripsikan dan menjelasksan penggunaan pencitraan dalam naskah drama berbahasa Jawa Gapit karya Bambang Widoyo SP.
  4. Mendeskripsikan dan menjelaskan relevansi antara naskah drama berbahasa Jawa Gapit karya Bambang Widoyo SP dengan pembelajaran bahasa Jawa di sekolah.

 

D. Simpulan

1. Pola bunyi yang muncul dalam naskah drama Leng, Tuk, dan Dom, dalam buku Gapit karya Bambang Widoyo SP dipotensikan pengarang dalam memperindah tuturannya adalah purwakanthi guru swara, asonansi suku tertutup, purwakanthi guru sastra. Pemanfaatan bunyi mampu membuat dialog yang dibawakan tokoh menjadi lebih indah dan merdu jika dibawakan.

2. Gaya bahasa yang digunakan pengarang dibagi dalam tiga bagian yaitu;

  • gaya bahasa berdasarkan nada yang terkandung dalam wacana.
  • gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat.
  • gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna.

3. Pencitraan yang digunakan pengarang dalam naskah ini didominasi oleh pencitraan berupa gerak yang menjadi acuan bagi pemain dalam berlaku di atas panggung, citraan visual yang lebih pada pengejawantahan setting panggung, pencitraan penciuman, dan pencitraan rabaan tau taktil.

4. Relevansinya dengan pembelajaran bahasa Jawa, naskah drama ini dapat dijadikan sebagai bahan maupun referensi untuk pembelajaran bahasa Jawa siswa kelas XII.

 

 

 

Incoming search terms: