Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Analisis Stilistika dan Nilai Pendidikan Pantun Melayu Pontianak Karya Abd. Rachman Abror

Judul Skripsi : Analisis Stilistika dan Nilai Pendidikan Pantun Melayu Pontianak Karya Abd. Rachman Abror

 

A. Latar Belakang Masalah

Anlaisis stilistika dan nilai pendidikan pantun Melayu Pontianak dalam penelitian ini penulis menganalisis Pantun Melayu, yang terhimpun dalam buku Pantun Melayu, Titik Temu Islam dan Budaya Lokal Nusantara karya Abd. Rachman Abror. Penulis menganalisis pantun Melayu Pontianak yang mengungkapkan analisis stilistika yang dipokuskan pada diksi, gaya bahasa, dan citraan, sedangkan nilai pendidikan dipokuskan dalam pantun Melayu yaitu nilai religi, moral, sosial, dan budaya. Amanat yang ingin disampaikan kepada pembaca dirangkai dalam sebuah pantun yang mengandung nilai pendidikan, sehingga dapat dijadikan sebagai data yang cocok untuk diteliti.

Berdasarkan alasan yang dikemukakan di atas, maka dalam penelitian ini diungkapkan beberapa hal terkait dengan analisis pantun yang dilihat dari unsur stilistika dan nilai pendidikan. Oleh karena itu, penulis mengangkat judul penelitian ini berjudul Analisis Stilistika dan Nilai Pendidikan Pantun Melayu Pontianak Karya Abd. Rachman Abror.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah unsur-unsur stilistika Pantun Melayu Pontianak yang terhimpun dalam buku Pantun Melayu, Titik Temu Islam dan Budaya Lokal Nusantara karya Abd. Rachman Abror?
  2. Bagaimanakah Nilai Pendidikan yang digunakan dalam Pantun Melayu Pontianak yang terhimpun dalam buku Pantun Melayu, Titik Temu Islam dan Budaya Lokal Nusantara karya Abd. Rachman Abror?

 

C. Tujuan Penelitian Skripsi

  1. Mendeskripsikan dan menjelaskan unsur-unsur stilistika yang digunakan penyair dalam Pantun Melayu yang terhimpun dalam buku Pantun Melayu, Titik Temu Islam dan Budaya Lokal Nusantara karya Abd. Rachman Abror.
  2. Mendeskripsikan dan menjelaskan nilai-nilai pendidikan yang digunakan penyair dalam Pantun Melayu Pontianak yang terhimpun dalam buku Pantun Melayu, Titik Temu Islam dan Budaya Lokal Nusantara karya Abd. Rachman Abror.

 

D. Simpulan

1. Konotasi yang dipakai adalah konotasi yang baik karena pantun Melayu Pontianak banyak menggunakan perlambangan atau kiasan yang erat hubungannya dengan orang Melayu terhadap diri mereka sendiri.

2. Gaya bahasa tersebut yaitu:

  • perbandingan meliputi hiperbola, personifikasi, perumpaman;
  • perulangan meliputi aliterasi, anafora, anadiplosis, epizeukis, dan mesodiplosis;
  • pertentangan meliputi litotes, antitesis, dan oksimoron;
  • penegasan meliputi repetisi dan epifora.

3. Citraan dalam pantun Melayu Pontianak dibatasi penggunaannya, hanya menggunakan citraan penglihatan, citraan pendengaran, dan citraan perabaan, keseluruhan isi pantun yang menggunakan citraan pantun Melayu berjumlah 100 pantun, yang paling dominan dipergunakan adalah data pantun yang berisi citraan penglihatan karena menggunakan banyak simbol dan perlambangan yang ditangkap oleh indera penglihatan. Kemunculan pantun yang menggunakan citraan penglihatan sebanyak 60 pantun. Sedangkan citraan pendengaran dan peraba sebanyak 25 dan 15 Pantun, jadi keseluruhan pantun melayu yang terdapat dalam citraan adalah 105 (PMP).

4. Nilai pendidikan yang terdapat dalam Pantun Melayu (PMP), berdasarkan hasil analisis terdiri dari empat nilai. Nilai-nilai pendidikan tersebut yaitu:

  • Nilai pendidikan religius merupakan sudut pandang yang mengikat manusia dengan Tuhan pencipta alam dan seisinya.
  • Nilai pendidikan moral yaitu suatu nilai yang menjadi ukuran patut tidaknya manusia bergaul dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Nilai pendidikan sosial yaitu suatu kesadaran dan emosi yang relatif lestari terhadap suatu objek, gagasan, atau orang.
  • Nilai pendidikan budaya tingkat yang palig tinggi dan yang paling abstrak dari adat istiadat.

Incoming search terms: